• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Buah dan Sayuran Pengaruhi Imunitas Tubuh

Begini Cara Buah dan Sayuran Pengaruhi Imunitas Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Buah dan sayuran harus menjadi salah satu komponen dalam makanan kamu sehari-hari. Buah dan sayuran adalah makanan alamiah dan apapun yang alami pasti baik untuk kesehatan. Selain alami, alasan utama lain yang mengharuskan kamu mengonsumsi makanan tersebut adalah kandungan vitamin dan mineralnya.

Kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayuranlah yang membantu kamu tetap sehat dan terlindung dari berbagai risiko penyakit. Lantas, bagaimana cara buah dan sayuran memengaruhi imunitas tubuh? Ini yang perlu kamu ketahui. 

Baca juga: 5 Langkah Meningkatkan Imunitas Tubuh

Bagaimana Buah dan Sayuran Pengaruhi Imunitas Tubuh?

Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti vitamin A (beta-karoten), C, E, magnesium, seng, fosfor dan asam folat. Sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau sebagian besar buah dan sayuran mengandung nutrisi seperti beta-karoten, vitamin C, dan vitamin E yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. 

Sebagian besar buah dan sayuran juga kaya antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif. Berikut beberapa fungsi vitamin yang terkandung dalam buah dan sayuran untuk meningkatkan imunitas tubuh:

  • Beta-Karoten

Beta-karoten adalah antioksidan kuat yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi kekebalan dengan meningkatkan sel-sel yang melawan penyakit dalam tubuh. Sumber beta karoten yang baik contohnya ubi jalar, wortel, dan sayuran berdaun hijau.

  • Vitamin C dan E

Vitamin C dan E adalah antioksidan yang membantu menghancurkan radikal bebas dan mendukung respons imun alami tubuh. Sumber vitamin C antara lain paprika merah, jeruk, stroberi, brokoli, mangga, lemon, serta buah dan sayuran lainnya. Sumber vitamin E yang baik bisa kamu peroleh dari bayam dan brokoli.

  • Vitamin D

Vitamin D dapat mengurangi risiko infeksi virus, termasuk infeksi saluran pernapasan, dengan mengurangi produksi senyawa proinflamasi dalam tubuh. Peningkatan vitamin D dalam darah juga sering dikaitkan dengan pencegahan penyakit kronis lainnya termasuk tuberkulosis, hepatitis, dan penyakit kardiovaskular. 

  • Seng

Seng adalah mineral yang dapat membantu meningkatkan sel darah putih. Sel darah putih adalah sel yang mampu bertahan dari serangan benda asing.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Salah saat Makan Buah

Selain mengandung vitamin-vitamin yang luar biasa, buah dan sayuran juga rendah lemak, gula dan tidak mengandung garam. Seperti kamu ketahui, lemak adalah salah satu penyebab kolesterol, sedangkan gula bisa menyebabkan diabetes dan garam dapat memicu tekanan darah tinggi. Semua penyakit-penyakit tersebut bersifat kronis dan berpotensi berkembang menjadi serius. Rutin mengonsumsi buah dan sayuran dapat mencegah perkembangan penyakit-penyakit kronis tersebut. 

Seberapa Banyak Buah dan Sayuran yang Harus Dikonsumsi Setiap Hari?

Buah dan sayuran yang berbeda mengandung nutrisi yang berbeda pula. Orang dewasa disarankan untuk makan setidaknya lima jenis sayuran dan dua jenis buah setiap hari. Anak-anak memiliki kapasitas perut yang lebih kecil dan kebutuhan energi yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Mereka tidak bisa makan dengan ukuran porsi yang sama dengan orang dewasa. Namun, para orangtua tetap harus mendorong anak untuk makan berbagai macam buah dan sayuran. 

Buah dan sayuran mampu menyediakan energi yang anak butuhkan untuk bermain, lebih berkonsentrasi, belajar, tidur lebih nyenyak, dan membangun gigi dan tulang yang lebih kuat. Membangun kebiasaan makan yang baik di tahun-tahun awal pertumbuhannya juga dapat menumbuhkan pola makan yang sehat sepanjang hidup mereka.

Baca juga: 15 Buah dan Sayur yang Lebih Sehat Dimakan dengan Kulitnya

Punya pertanyaan lain mengenai kekebalan tubuh? Kamu bisa bertanya lebih lanjut ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi ini, kamu dapat menghubungi ahli gizi kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Physicians Committee for Responsible Medicine. Diakses pada 2020. Foods To Boost the Immune System.
Better Health Channel. Diakses pada 2020. Fruit and vegetables.