
Begini Cara Membuat dan Resep Cheese Cake Kukus yang Lembut dan Enak
“Cheese cake adalah kue yang terbuat dari keju, gula, dan telur sebagai bahan dasarnya. Dengan tekstur lembut dan cita rasa yang kaya, cheese cake menjadi cemilan manis yang populer di seluruh dunia."

DAFTAR ISI
- Manfaat Kesehatan di Balik Bahan Cheese Cake
- Resep Cheese Cake Kukus yang Lembut dan Enak
- Tips Membuat Cheese Cake yang Lebih Sehat
- Kapan Harus Membatasi Konsumsi Keju?
- Studi Terkait
- FAQ
Cheese cake atau kue keju telah lama menjadi primadona di dunia kuliner pencuci mulut. Teksturnya yang lembut, rasa manis yang pas, serta sensasi gurih dari keju membuat kudapan ini sulit untuk ditolak. Di Indonesia, cheese cake versi kukus menjadi sangat populer karena metode pembuatannya yang lebih praktis bagi mereka yang tidak memiliki oven di rumah, namun tetap menghasilkan tekstur yang moist dan lumer di mulut.
Dari sisi kesehatan, cheese cake sebenarnya mengandung nutrisi penting seperti kalsium dan protein yang berasal dari keju dan telur. Namun, sebagai seorang apoteker, saya perlu mengingatkan bahwa kue ini juga tinggi akan kalori, lemak jenuh, dan gula. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membuatnya dengan benar, memilih bahan yang berkualitas, dan mengonsumsinya dalam batas yang wajar agar tidak berdampak buruk pada kadar kolesterol atau gula darah kamu.
Membuat cheese cake sendiri di rumah memberikan keuntungan lebih, karena kamu bisa mengontrol kualitas bahan yang digunakan. Kamu bisa memilih jenis keju rendah lemak atau mengganti gula pasir dengan pemanis alami yang lebih sehat. Dengan teknik yang tepat, cheese cake kukus buatan sendiri bisa memiliki kualitas yang setara dengan toko roti ternama.
Nah, mau tahu apa saja rahasia dan langkah-langkah dalam cara membuat cheese cake kukus yang enak namun tetap memperhatikan aspek kesehatan? Berikut ulasan lengkapnya!
Manfaat Kesehatan di Balik Bahan Cheese Cake
Sebelum masuk ke resep, mari kita bedah kandungan nutrisi dari bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembuatan cheese cake. Memahami apa yang kamu konsumsi adalah langkah awal menuju pola hidup yang lebih sehat.
1. Keju Cream (Cream Cheese)
Keju adalah sumber kalsium yang sangat baik untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi. Selain kalsium, keju juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan sistem imun. Namun, perlu diingat bahwa cream cheese memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, sehingga porsinya harus tetap dijaga.
2. Telur
Telur merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi. Protein berperan penting dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak dan pembentukan otot. Selain itu, kuning telur mengandung kolin yang sangat baik untuk fungsi otak dan saraf.
3. Susu
Susu cair yang sering ditambahkan dalam adonan cheese cake menyumbangkan vitamin D dan fosfor. Vitamin D sangat krusial untuk membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang kamu konsumsi dari keju tidak akan terserap secara optimal.
Resep Cheese Cake Kukus yang Lembut dan Enak
Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara membuat cheese cake kukus yang bisa kamu praktikkan di dapur sendiri.
Bahan-bahan Utama:
- 250 gram cream cheese (suhu ruang)
- 100 ml susu cair full cream
- 50 gram mentega tawar (unsalted butter)
- 3 butir telur ayam (pisahkan kuning dan putihnya)
- 60 gram tepung terigu protein rendah (ayak)
- 20 gram tepung maizena
- 80 gram gula pasir (bisa dikurangi jika ingin lebih sehat)
- 1/2 sendok teh perasan jeruk nipis atau lemon
- Sedikit garam
Langkah Pembuatan:
- Tim Bahan Cair: Campurkan cream cheese, susu cair, dan mentega dalam wadah tahan panas. Letakkan di atas panci berisi air mendidih (teknik double boiler). Aduk hingga semua bahan meleleh dan tercampur rata. Angkat dan biarkan agak dingin.
- Campur Kuning Telur: Masukkan kuning telur satu per satu ke dalam adonan keju tadi sambil diaduk cepat menggunakan whisk.
- Masukkan Bahan Kering: Masukkan tepung terigu dan maizena yang sudah diayak. Aduk lipat perlahan hingga tidak ada gumpalan. Sisihkan.
- Kocok Putih Telur (Meringue): Di wadah terpisah, kocok putih telur dengan perasan jeruk nipis hingga berbusa. Masukkan gula pasir secara bertahap sambil terus dikocok dengan mixer hingga mencapai tahap soft peak (puncak tumpul).
- Penyatuan Adonan: Ambil sedikit kocokan putih telur, masukkan ke adonan keju, aduk rata. Kemudian tuangkan seluruh adonan keju ke sisa putih telur. Aduk balik perlahan agar udara dalam putih telur tidak kempis.
- Proses Mengukus: Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialasi kertas roti. Bungkus tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke kue. Kukus dengan api kecil selama kurang lebih 45-50 menit.
- Pendinginan: Setelah matang, jangan langsung mengeluarkan kue. Biarkan dalam kukusan yang sudah mati apinya dengan pintu sedikit terbuka selama 10 menit agar kue tidak kaget dan menyusut drastis.
Tips Anti Gagal Membuat Cheese Cake Kukus
- Gunakan bahan bersuhu ruang agar adonan mudah tercampur rata dan tidak menggumpal.
- Jangan mengocok putih telur terlalu kaku (stiff peak) karena bisa membuat permukaan kue pecah saat dikukus.
- Pastikan api kukusan kecil dan stabil untuk mendapatkan tekstur yang halus merata.
Tips Membuat Cheese Cake yang Lebih Sehat
Sebagai ahli farmasi, saya menyadari bahwa konsumsi gula dan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik. Namun, kamu tetap bisa menikmati cheese cake dengan beberapa modifikasi sehat berikut:
1. Gunakan Pemanis Alami
Kamu bisa mengganti sebagian atau seluruh gula pasir dengan stevia atau pemanis rendah kalori lainnya. Ini sangat membantu bagi kamu yang sedang menjaga kadar gula darah tetap stabil.
2. Pilih Low-Fat Cream Cheese
Saat ini sudah banyak tersedia produk cream cheese rendah lemak di supermarket. Menggunakan bahan ini dapat secara signifikan mengurangi total kalori per potong kue tanpa menghilangkan rasa gurihnya.
3. Tambahkan Topping Buah Segar
Alih-alih menggunakan selai instan yang tinggi gula, gunakanlah potongan buah segar seperti stroberi, blueberry, atau kiwi sebagai topping. Buah-buahan ini kaya akan antioksidan dan serat yang baik untuk pencernaan.
Kapan Harus Membatasi Konsumsi Keju?
Meskipun lezat, ada kondisi medis tertentu yang mengharuskan seseorang berhati-hati. Jika kamu memiliki intoleransi laktosa, konsumsi cheese cake dapat menyebabkan perut kembung, diare, atau kram perut. Selain itu, penderita hipertensi juga perlu waspada karena beberapa jenis keju memiliki kadar natrium (garam) yang tinggi.
Jika kamu mengalami keluhan pencernaan yang tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi produk olahan susu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran medis yang tepat.
Bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan tulang namun tidak bisa mengonsumsi keju dalam jumlah banyak, kamu bisa memenuhi kebutuhan mikronutrisi harian dengan suplemen tambahan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan vitamin atau suplemen kalsium berkualitas yang diantar langsung ke rumah.
Studi Mengenai Konsumsi Produk Olahan Susu
The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi produk olahan susu (seperti keju dan yogurt) dalam jumlah moderat tidak berkaitan langsung dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada individu sehat.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa matriks makanan dalam keju (interaksi antara kalsium, protein, dan lemak) mungkin memiliki efek yang berbeda terhadap metabolisme tubuh dibandingkan dengan lemak jenuh dari sumber lain. Namun, kata kunci utamanya adalah moderasi atau tidak berlebihan.
Menikmati sepotong cheese cake sebagai selingan sesekali tentu diperbolehkan, asalkan dibarengi dengan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang rutin untuk membakar kalori yang masuk.
Punya Keluhan Pencernaan setelah Makan Cheese Cake? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa perut tidak nyaman atau kembung setelah menikmati camilan manis, tapi bingung apa penyebabnya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Is Cream Cheese Healthy? Nutrition, Benefits, and Downsides.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Calcium and Vitamin D: Important at Every Age.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Gizi Seimbang untuk Masyarakat.
Journal of Dairy Science. Diakses pada 2026. The role of cheese in a healthy diet.
FAQ
1. Apakah cheese cake aman untuk penderita diabetes?
Penderita diabetes sebaiknya membatasi konsumsi cheese cake konvensional karena tinggi gula dan karbohidrat. Jika ingin mengonsumsi, gunakanlah resep modifikasi dengan pemanis nol kalori dan konsultasikan porsinya dengan dokter atau ahli gizi.
2. Apa pengganti cream cheese yang lebih rendah lemak?
Kamu bisa menggunakan Greek yogurt yang telah disaring airnya (yogurt cheese) atau keju ricotta sebagai alternatif yang lebih rendah lemak dan tinggi protein dibandingkan cream cheese biasa.
3. Mengapa cheese cake saya sering retak di bagian atas?
Keretakan biasanya disebabkan oleh suhu yang terlalu panas atau pengocokan putih telur yang terlalu kaku. Pastikan menggunakan api kecil saat mengukus dan kocok putih telur hingga tahap soft peak saja.
4. Berapa lama cheese cake kukus bisa bertahan?
Cheese cake kukus dapat bertahan selama 3-5 hari jika disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas. Karena mengandung banyak produk susu, jangan biarkan kue di suhu ruang lebih dari 2 jam.


