Ad Placeholder Image

Begini Cara Menghitung Defisit Kalori, Diet Pasti Berhasil

16 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Agar diet berhasil, kamu perlu tahu cara menghitung defisit kalori. Lalu menerapkannya pada pola makan dan tingkat aktivitas fisik.

Begini Cara Menghitung Defisit Kalori, Diet Pasti BerhasilBegini Cara Menghitung Defisit Kalori, Diet Pasti Berhasil

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa berat badan tetap stagnan meskipun sudah merasa makan lebih sedikit? Dalam dunia kesehatan dan nutrisi, kunci utama dari penurunan berat badan adalah memahami apa itu defisit kalori. Defisit kalori artinya kondisi di mana jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit daripada jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh untuk beraktivitas dan menjalankan fungsi metabolisme dasarnya.

Sebagai apoteker senior, saya sering mendapati banyak orang terjebak pada diet ekstrem yang menjanjikan hasil instan tanpa memahami mekanisme biologis di baliknya. Padahal, tubuh membutuhkan energi yang stabil untuk menjaga fungsi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak. Memahami cara kerja defisit kalori bukan sekadar tentang memangkas porsi makan, melainkan tentang menyeimbangkan asupan nutrisi agar tubuh tetap sehat selama proses penurunan berat badan berlangsung.

Penting bagi kamu untuk menangani masalah berat badan dengan cara yang benar secara medis. Penurunan berat badan yang tidak terkontrol atau terlalu drastis dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga penurunan massa otot yang signifikan. Oleh karena itu, edukasi mengenai perhitungan kalori yang tepat sangatlah krusial.

Nah, mau tahu apa saja pilihan strategi dan pemahaman mendalam mengenai defisit kalori? Berikut ulasannya!

Apa Itu Defisit Kalori?

Secara sederhana, kalori adalah satuan energi yang kamu dapatkan dari makanan dan minuman. Tubuh menggunakan energi ini untuk dua hal utama: fungsi basal (seperti bernapas dan sirkulasi darah) serta aktivitas fisik (seperti berjalan, bekerja, dan berolahraga). Ketika kamu mengonsumsi jumlah kalori yang sama dengan yang dibakar, berat badanmu akan tetap stabil (maintenance).

Namun, ketika kamu menciptakan defisit, tubuh dipaksa mencari sumber energi alternatif. Karena energi dari makanan tidak mencukupi, tubuh akan mulai memecah cadangan lemak untuk diubah menjadi energi. Inilah proses utama yang menyebabkan penurunan berat badan. Namun, perlu diingat bahwa defisit kalori artinya bukan berarti kamu tidak makan sama sekali. Kamu tetap memerlukan makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral) agar sistem imun tetap terjaga.

Jika kamu merasa kesulitan mengatur pola makan atau memiliki kondisi medis penyerta, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan rekomendasi asupan kalori harian yang sesuai dengan profil kesehatanmu secara spesifik.

Cara Menghitung Defisit Kalori

Langkah pertama dalam melakukan defisit kalori adalah mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan tubuhmu dalam satu hari. Ini disebut dengan Total Daily Energy Expenditure (TDEE). TDEE dihitung berdasarkan beberapa faktor:

  • Basal Metabolic Rate (BMR): Jumlah energi yang dibakar tubuh saat beristirahat total.
  • Thermic Effect of Food (TEF): Energi yang digunakan tubuh untuk mencerna makanan.
  • Physical Activity Level (PAL): Energi yang digunakan untuk semua aktivitas fisik, termasuk olahraga.

Untuk mendapatkan angka defisit yang sehat, para ahli kesehatan biasanya menyarankan pemotongan sekitar 300 hingga 500 kalori dari TDEE harian. Misalnya, jika TDEE kamu adalah 2000 kalori, maka asupan makanan harian untuk defisit yang aman adalah sekitar 1500-1700 kalori. Dengan angka ini, kamu bisa mengharapkan penurunan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu, yang dianggap ideal dan berkelanjutan bagi kesehatan jangka panjang.

Cara Aman Melakukan Defisit Kalori

Melakukan defisit kalori bukan berarti kamu harus merasa kelaparan sepanjang hari. Strategi yang tepat adalah dengan memilih makanan yang memiliki kepadatan nutrisi tinggi (nutrient-dense) namun rendah kalori. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Tingkatkan Asupan Protein: Protein membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot agar tidak banyak menyusut saat berat badan turun.

2. Perbanyak Serat: Sayuran hijau dan buah-buahan mengandung volume besar dengan kalori rendah, sehingga lambung terasa penuh tanpa menambah banyak energi.

3. Olahraga Beban: Melakukan latihan kekuatan membantu mempertahankan otot. Semakin banyak massa otot, semakin tinggi BMR kamu, yang artinya tubuh membakar lebih banyak kalori bahkan saat tidur.

Selain pola makan, dukungan suplemen terkadang diperlukan jika asupan harianmu tidak mencukupi kebutuhan mikronutrisi tertentu akibat pembatasan porsi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan multivitamin atau suplemen serat berkualitas yang membantu menjaga metabolisme tetap optimal selama program diet.

Tips Sukses Defisit Kalori
  1. Gunakan aplikasi pelacak makanan untuk mencatat asupan harian secara jujur.
  2. Jangan melewatkan sarapan jika itu membuat kamu makan berlebihan di siang hari.
  3. Tidur cukup 7-8 jam, karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon lapar (ghrelin).

Risiko Defisit Kalori Ekstrem

Banyak orang beranggapan bahwa semakin besar defisitnya, semakin cepat hasilnya. Secara teori mungkin benar, namun secara medis ini sangat berbahaya. Defisit kalori yang terlalu ekstrem (di bawah 1200 kalori untuk wanita atau 1500 kalori untuk pria tanpa pengawasan medis) dapat memicu:

  • Metabolic Adaptation: Metabolisme melambat secara drastis karena tubuh masuk ke “mode kelaparan”, sehingga penurunan berat badan justru terhenti (plateau).
  • Gangguan Hormonal: Pada wanita, ini bisa mengganggu siklus menstruasi.
  • Kekurangan Nutrisi: Rambut rontok, kuku rapuh, dan kulit kusam adalah tanda tubuh kekurangan vitamin dan mineral esensial.
  • Penurunan Imunitas: Tubuh menjadi lebih mudah terserang infeksi virus dan bakteri.

Studi Mengenai Defisit Kalori

Journal of Obesity & Metabolic Syndrome menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa defisit kalori yang moderat dikombinasikan dengan asupan protein yang cukup adalah metode paling efektif untuk mengurangi lemak tubuh sambil mempertahankan massa otot (fat-free mass).

Studi ini menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak ditentukan oleh jenis diet spesifik (seperti rendah lemak atau rendah karbohidrat), melainkan oleh tingkat kepatuhan individu dalam menjaga keseimbangan energi negatif secara konsisten. Selain itu, faktor psikologis seperti pengelolaan stres juga berperan besar dalam menjaga kestabilan berat badan setelah fase defisit berakhir.

Jika kamu mengalami gejala lemas yang berkepanjangan, pusing, atau perubahan mood yang drastis selama menjalankan diet, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter. Jangan memaksakan diri jika tubuh memberikan sinyal kelelahan yang tidak wajar.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan penunjang diet di Toko Kesehatan Halodoc dengan praktis dan cepat. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang kamu alami melalui platform Halodoc agar program penurunan berat badanmu berjalan aman dan efektif.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Counting calories: Get back to weight-loss basics.
Healthline. Diakses pada 2026. Calorie Deficit: What It Is and How to Achieve It.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Calorie Restriction and Fasting Diets: What Do We Know?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. How Many Calories Should I Eat to Lose Weight?.

FAQ

1. Apakah defisit kalori artinya saya harus berhenti makan nasi?

Tidak perlu. Defisit kalori fokus pada total energi harian. Kamu tetap bisa makan nasi asalkan porsinya disesuaikan agar tidak melebihi target kalori harianmu.

2. Berapa lama hasil defisit kalori terlihat?

Biasanya perubahan awal pada berat air terlihat dalam 1-2 minggu. Namun, penurunan lemak yang signifikan umumnya terlihat setelah 4-8 minggu dilakukan secara konsisten.

3. Mengapa berat badan tidak turun padahal sudah defisit?

Beberapa kemungkinan termasuk kesalahan dalam menghitung kalori (underestimating), retensi air karena stres/hormon, atau kurangnya aktivitas fisik yang membuat pembakaran kalori tidak optimal.

4. Bolehkah melakukan defisit kalori setiap hari tanpa jeda?

Untuk jangka panjang, disarankan melakukan “diet break” atau fase maintenance selama 1-2 minggu setelah beberapa bulan defisit untuk membantu memulihkan hormon dan mencegah kejenuhan mental.

## Punya Keluhan Berat Badan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung cara memulai diet yang benar, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.