
DAFTAR ISI
- Karakteristik Unik Anjing Shih Tzu
- Masalah Kesehatan Umum pada Anjing Shih Tzu
- Cara Tepat Merawat Anjing Shih Tzu
- Kapan Harus Membawa Anjing Shih Tzu ke Dokter Hewan?
- Studi Terkait Mengenai Kesehatan Anjing Ras Kecil
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Anjing Zitsu, atau yang secara resmi ditulis dan dikenal sebagai anjing Shih Tzu, merupakan salah satu ras anjing kecil (toy breed) yang sangat populer di Indonesia maupun di seluruh dunia. Dikenal dengan bulunya yang panjang menjuntai, wajahnya yang datar (brachycephalic), serta sifatnya yang ramah dan penuh kasih sayang, Shih Tzu sering kali menjadi pilihan utama bagi keluarga atau individu yang tinggal di apartemen maupun rumah dengan lahan terbatas.
Namun, di balik penampilannya yang menggemaskan, anjing Shih Tzu memiliki anatomi tubuh khusus yang menuntut perhatian dan perawatan ekstra. Bentuk wajah mereka yang datar membuat mereka rentan terhadap berbagai masalah pernapasan, sementara mata mereka yang besar dan sedikit menonjol sangat mudah mengalami iritasi atau cedera. Selain itu, bulu panjang mereka yang terus tumbuh menyerupai rambut manusia membutuhkan perawatan harian agar tidak kusut dan menjadi sarang parasit maupun bakteri.
Memahami profil medis dan kebutuhan spesifik anjing Shih Tzu sangatlah penting sebelum kamu memutuskan untuk memeliharanya. Perawatan yang asal-asalan tidak hanya dapat menurunkan kualitas hidup mereka, tetapi juga berpotensi memicu penyakit kronis yang membutuhkan penanganan medis serius dengan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sebagai pemilik atau calon pemilik (pawrent), edukasi mengenai kesehatan hewan peliharaan adalah sebuah tanggung jawab mutlak.
Lantas, bagaimana cara yang tepat secara medis untuk menjaga kesehatan anjing Shih Tzu kesayanganmu? Mari kita bahas secara mendalam mengenai karakteristik, risiko penyakit, dan panduan perawatannya berikut ini!
Karakteristik Unik Anjing Shih Tzu
Sebelum membahas masalah kesehatannya, penting untuk memahami anatomi dan karakteristik fisik Shih Tzu. Anjing ini pada dasarnya dikembangkan di Tibet dan Tiongkok sebagai anjing pendamping (companion dog) bagi keluarga kerajaan. Hal ini memengaruhi genetika mereka yang tidak dirancang untuk aktivitas fisik berat atau bertahan di cuaca yang ekstrem.
Ciri fisik paling menonjol dari Shih Tzu adalah tengkoraknya yang bertipe brachycephalic (hidung pesek dan moncong pendek). Kondisi ini menyebabkan saluran udara mereka lebih sempit dibandingkan ras anjing bermoncong panjang. Selain itu, struktur rahang mereka yang kecil sering kali tidak memiliki cukup ruang untuk pertumbuhan gigi yang normal, menyebabkan gigi tumbuh bertumpuk. Sifatnya yang manja, ceria, dan tidak terlalu aktif membuat mereka sangat rentan terhadap obesitas jika pola makannya tidak dikontrol dengan ketat.
Masalah Kesehatan Umum pada Anjing Shih Tzu
Sebagai ras anjing murni, Shih Tzu memiliki predisposisi genetik terhadap beberapa kondisi medis tertentu. Jika kamu melihat gejala-gejala tidak wajar pada anjingmu, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.
1. Brachycephalic Obstructive Airway Syndrome (BOAS)
Kondisi ini adalah sindrom penyumbatan jalan napas yang umum terjadi pada anjing berhidung pesek. Gejalanya meliputi napas yang berbunyi (mendengkur tajam), cepat lelah saat diajak bermain, hingga pingsan jika terlalu banyak bergerak. Struktur lubang hidung yang sempit (stenotic nares) dan langit-langit lunak yang memanjang (elongated soft palate) membuat mereka kesulitan menghirup oksigen dalam jumlah yang cukup, terutama saat cuaca panas.
2. Penyakit Mata (Keratitis dan Ulkus Kornea)
Mata Shih Tzu yang besar, bulat, dan sedikit menonjol (proptosis) sangat rentan terkena debu, angin, atau goresan. Mereka sering mengalami ulkus kornea (luka pada selaput bening mata), mata kering (Dry Eye/KCS), dan katarak di usia tua. Jika kamu melihat mata Shih Tzu terus-menerus berair, kemerahan, atau anjing sering menggosok matanya ke lantai, itu adalah tanda bahaya medis.
3. Penyakit Gigi dan Mulut (Periodontal Disease)
Rahang yang pendek membuat gigi Shih Tzu tumbuh berdesakan. Ruang sempit di antara gigi ini menjadi tempat ideal bagi sisa makanan dan plak untuk menumpuk. Jika tidak disikat secara rutin, penumpukan plak ini akan mengeras menjadi karang gigi, menyebabkan radang gusi (gingivitis), bau mulut parah, hingga infeksi bakteri yang bisa menyebar ke aliran darah dan merusak katup jantung serta ginjal anjing.
4. Masalah Kulit dan Alergi
Shih Tzu memiliki kulit yang cukup sensitif. Mereka rentan terhadap alergi makanan, alergi gigitan kutu, dan alergi lingkungan (atopi). Selain itu, karena bulu mereka panjang dan lebat, kelembapan yang terperangkap di dekat kulit akibat mandi yang tidak dikeringkan sempurna dapat memicu infeksi jamur (Malassezia) dan bakteri (Pyoderma).
Tips Mencegah Heatstroke pada Anjing Brachycephalic
- Jangan pernah menjemur atau mengajak Shih Tzu jalan-jalan di siang hari bolong (antara pukul 10.00 – 15.00).
- Selalu sediakan air minum yang bersih, sejuk, dan mudah dijangkau di dalam rumah.
- Jaga suhu ruangan tetap sejuk dengan menggunakan kipas angin atau AC, terutama jika cuaca sedang terik.
Cara Tepat Merawat Anjing Shih Tzu
Perawatan Shih Tzu memang membutuhkan komitmen waktu dan kedisiplinan. Berikut adalah langkah-langkah medis dan kebersihan yang harus diterapkan oleh setiap pemilik Shih Tzu:
1. Grooming dan Perawatan Bulu Harian
Bulu Shih Tzu harus disisir setiap hari menggunakan sisir khusus anjing (slicker brush atau pin brush) hingga ke bagian dasar kulit untuk mencegah gimbal (matting). Bulu yang gimbal dapat menarik kulit anjing, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, dan menjadi tempat berkembang biaknya kutu serta bakteri. Mandikan anjing setiap 1-2 minggu sekali dengan sampo khusus anjing yang memiliki pH seimbang. Jangan pernah menggunakan sampo manusia karena pH kulit anjing berbeda dan dapat menyebabkan iritasi parah.
2. Perawatan Area Mata dan Wajah
Bersihkan area di sekitar mata setiap hari menggunakan kapas yang dibasahi air hangat atau cairan pembersih mata khusus hewan peliharaan. Bulu di sekitar mata harus rutin dipangkas atau diikat ke atas (top knot) agar tidak menusuk bola mata yang dapat menyebabkan luka kornea (ulkus kornea).
3. Perawatan Gigi Rutin
Sikat gigi Shih Tzu minimal 3 kali seminggu menggunakan sikat gigi dan pasta gigi khusus anjing (pasta gigi manusia mengandung fluoride yang beracun bagi anjing). Selain itu, kamu bisa memberikan dental chew untuk membantu mengurangi plak. Jika anjing peliharaanmu membutuhkan suplemen pendukung tulang dan gigi atau produk kebersihan khusus lainnya, kamu bisa beli produk kesehatan dan keperluan hewan peliharaan secara praktis secara daring.
4. Manajemen Diet dan Nutrisi
Berikan pakan anjing (dog food) berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus untuk ras kecil (small breed). Takaran makanan harus disesuaikan dengan berat badan dan usia untuk mencegah obesitas. Hindari memberikan makanan manusia (table scraps), terutama makanan yang beracun bagi anjing seperti anggur, cokelat, bawang-bawangan, dan alpukat.
Kapan Harus Membawa Anjing Shih Tzu ke Dokter Hewan?
Pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) ke dokter hewan idealnya dilakukan setidaknya setahun sekali untuk vaksinasi tahunan, pemberian obat cacing, dan obat kutu bulanan. Namun, kamu harus segera membawa Shih Tzu ke klinik hewan jika menjumpai tanda-tanda berikut:
- Kesulitan bernapas yang parah, gusi dan lidah membiru (sianosis).
- Muntah dan diare berkali-kali dalam sehari, yang bisa memicu dehidrasi fatal pada anjing ras kecil.
- Mata terlihat sangat merah, tertutup sebelah, berair berlebihan, atau terdapat selaput keruh/putih pada kornea.
- Anjing tiba-tiba lumpuh atau kesulitan menggerakkan kaki belakangnya (gejala masalah tulang belakang atau Intervertebral Disk Disease/IVDD).
- Kejang atau pingsan.
Studi Terkait Mengenai Kesehatan Anjing Ras Kecil
National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa anjing dengan bentuk wajah brachycephalic seperti Shih Tzu, Pug, dan Bulldog memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi terkait sistem pernapasan dan oftalmologi (mata) dibandingkan anjing bermoncong panjang (mesocephalic atau dolichocephalic).
Penelitian tersebut menekankan pentingnya kesadaran pemilik dalam memodifikasi gaya hidup peliharaannya. Hal ini termasuk menghindari pemicu stres lingkungan seperti suhu panas, serta pentingnya diet terkontrol untuk menjaga berat badan ideal, karena obesitas akan melipatgandakan keparahan gejala gangguan pernapasan bawaan pada anjing-anjing berwajah datar.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Kennel Club (AKC). Diakses pada 2024. Shih Tzu Dog Breed Information.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2024. Brachycephalic Airway Syndrome in Dogs.
Merck Veterinary Manual. Diakses pada 2024. Dental Disorders of Dogs.
NCBI. Diakses pada 2024. Health Risks in Brachycephalic Dogs.
FAQ
1. Apakah anjing Shih Tzu cocok untuk pemula?
Ya, Shih Tzu umumnya cocok untuk pemula karena sifatnya yang ramah, tidak agresif, dan mudah beradaptasi di ruang kecil. Namun, pemula harus siap berkomitmen untuk melakukan perawatan bulu (grooming) harian dan memerhatikan masalah pernapasan mereka.
2. Berapa lama rata-rata umur anjing Shih Tzu?
Dengan genetika yang baik dan perawatan kesehatan yang optimal, anjing Shih Tzu termasuk ras yang berumur panjang. Rata-rata harapan hidup mereka berkisar antara 10 hingga 16 tahun.
3. Mengapa anjing Shih Tzu saya sering mendengkur saat tidur?
Dengkuran pada Shih Tzu disebabkan oleh anatomi wajah datar mereka (brachycephalic). Langit-langit lunak di bagian belakang tenggorokan mereka cenderung sedikit menyumbat jalan napas, sehingga menghasilkan suara dengkuran ringan yang umumnya wajar, namun perlu diwaspadai jika disertai kesulitan bernapas saat beraktivitas.
4. Seberapa sering anjing Shih Tzu harus dimandikan?
Idealnya, Shih Tzu dimandikan setiap 1 hingga 2 minggu sekali, tergantung tingkat kotornya. Mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami kulitnya dan menyebabkan kulit kering serta iritasi, sementara jika terlalu jarang bisa menyebabkan bau dan infeksi jamur.



