• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Prosedur Melakukan Hemodialisa untuk Pengidap Sakit Ginjal

Begini Prosedur Melakukan Hemodialisa untuk Pengidap Sakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan ginjal dengan baik tentunya menjadi hal yang cukup penting agar kamu terhindar dari penyakit ginjal. Fungsi ginjal yang tidak dapat berjalan dengan baik memerlukan pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahan dari kerusakan ginjal. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan dengan melakukan cuci darah atau yang dikenal sebagai hemodialisa. Proses hemodialisa merupakan salah satu tindakan medis yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal akibat kerusakan yang dialami. 

Baca juga: Prosedur Cuci Darah Jika Alami Gagal Ginjal

Selama menjalani proses hemodialisa, dari dalam tubuh, darah akan dialirkan menuju mesin melalui saluran steril dan membran dialisis. Fungsinya agar zat sisa metabolisme dalam tubuh dibuang dan ditampung dalam saluran khusus. Setelah proses penyaringan selesai, darah yang sudah bersih akan kembali dialirkan ke dalam tubuh pasien. Lalu, bagaimana prosedur sebelum melakukan proses cuci darah atau hemodialisa? Berikut ulasannya.

Pembuatan Akses Vaskular

Biasanya, prosedur hemodialisa dimulai beberapa waktu sebelum proses cuci darah pertama akan dilakukan. Pasien hemodialisa akan dibuatkan akses pembuluh darah atau akses vaskular untuk memudahkan sirkulasi darah saat proses cuci darah. Setelah akses vaskular pulih, barulah proses pencucian darah bisa dilakukan.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa jenis akses vaskular yang bisa dilakukan untuk memudahkan proses hemodialisa, seperti:

1.Fistula Arteriovenosa

Jenis ini dibuat dengan tindakan bedah untuk membuat saluran antara arteri dan vena. Akses ini biasanya akan dibuat pada bagian lengan yang lebih jarang digunakan untuk beraktivitas. Jenis ini dinilai cukup efektif dan aman.

2.AV Graft

Proses ini dilakukan dengan menyambungkan arteri dan vena menggunakan selang sintetis fleksibel. Biasanya, jenis ini digunakan jika fistula arteriovenosa tidak dapat digunakan akibat pembuluh darah yang terlalu kecil.

3.Central Venous Catheter

Jenis ini merupakan akses yang dibuat secara darurat bagi seseorang yang memerlukan proses cuci darah.

Baca juga: Pengidap Gagal Ginjal Akut Perlu Hemodialisis Seumur Hidup

Melansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, akses vaskular yang dibuat pada tubuh pasien cuci darah merupakan salah satu hal yang sangat perlu dijaga kebersihannya. Pastikan area ini terhindar dari infeksi. Kamu dapat gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika melihat adanya tanda infeksi pada akses vaskular. 

Inilah Prosedur Hemodialisa

Selama menjalani proses hemodialisa, kamu akan diminta untuk duduk atau berbaring pada tempat yang telah disediakan. Proses ini akan dibantu oleh alat yang dikenal sebagai dialisis yang berperan sebagai pengganti ginjal yang mengalami kerusakan parah. Selama proses cuci darah kamu akan tetap sadar, bahkan kamu bisa mengisi waktu dengan membaca buku, tidur, atau menonton televisi.

Lalu, bagaimana prosedurnya? Sebelum memulai cuci darah, tim medis akan memastikan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu. Berat badan, tekanan darah, denyut nadi, serta suhu tubuh akan diperiksa. Selain itu, area akses vaskular akan kembali dibersihkan agar tetap steril.

Saat memulai, dua buah jarum dimasukkan pada akses vaskular. Satu jarum untuk mengeluarkan darah yang akan masuk ke mesin dialisis dan kembali dimasukkan dalam tubuh melalui jarum yang lain. Ada beberapa efek samping yang mungkin akan dialami selama menjalani prosedur, seperti mual atau kram perut. Segera tanyakan pada tim medis yang mendampingi ketika efek samping semakin memburuk.

Selama menjalani proses cuci darah, pasien juga akan terus dipantau kondisi kesehatannya, mulai dari tekanan darah hingga detak jantung. Hemodialisa biasanya berlangsung selama 4 jam sebanyak 3 kali dalam seminggu. Setelah proses cuci darah selesai, jarum akan dilepas dari akses vaskular dan dilakukan perawatan agar tidak terjadi perdarahan.

Baca juga: Penyakit yang Berakibat pada Hemodialisa

Setelah proses ini selesai, pasien dapat melakukan aktivitas seperti biasa hingga proses hemodialisa selanjutnya. Itulah prosedur yang dilakukan saat proses cuci darah. Jika kamu merupakan pasien hemodialisa, sebaiknya lakukan gaya hidup sehat dengan memerhatikan pola makan. Batasi asupan natrium dan fosfor agar kondisi kesehatanmu dapat tetap terjaga.

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2020. Hemodialysis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hemodialysis.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Hemodialysis.