Ad Placeholder Image

Bekam: Kenali Manfaat dan Jenis Terapi Kuno Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Bekam: Kenali Terapi Cupping untuk Sehat Optimal.

Bekam: Kenali Manfaat dan Jenis Terapi Kuno IniBekam: Kenali Manfaat dan Jenis Terapi Kuno Ini

**Apa itu Bekam? Memahami Terapi Kuno untuk Kesehatan Tubuh**

Bekam, atau yang dikenal dengan istilah Arab “al-hijamah”, adalah metode pengobatan alternatif yang telah dipraktikkan sejak zaman kuno. Terapi ini menggunakan cangkir khusus yang ditempelkan pada permukaan kulit untuk menciptakan tekanan isap atau vakum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan aliran darah, merelaksasi otot, mengurangi nyeri, serta membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh.

Apa Itu Bekam? Mengenal Terapi al-Hijamah

Bekam adalah sebuah prosedur pengobatan tradisional yang melibatkan penempatan cangkir pada kulit untuk menghasilkan hisapan. Area yang paling umum untuk bekam adalah punggung atau leher. Prinsip utama bekam adalah menarik kulit dan jaringan di bawahnya ke dalam cangkir. Proses ini diyakini dapat merangsang sirkulasi darah di area tersebut.

Selain itu, hisapan vakum ini juga dipercaya dapat membantu melemaskan otot-otot yang tegang. Dengan meningkatnya aliran darah dan relaksasi otot, diharapkan nyeri dapat berkurang. Beberapa praktisi juga meyakini bahwa bekam dapat membantu mengeluarkan “darah kotor” atau toksin, yaitu zat-zat yang dianggap tidak bermanfaat atau berbahaya bagi tubuh.

Jenis dan Cara Kerja Terapi Bekam

Terapi bekam memiliki beberapa jenis yang diterapkan sesuai dengan kondisi dan tujuan pengobatan. Masing-masing jenis memiliki cara kerja yang sedikit berbeda.

  • Bekam Kering (Dry Cupping):

    Pada bekam kering, terapis hanya menggunakan hisapan cangkir untuk menarik kulit ke atas. Tidak ada sayatan yang dibuat pada kulit. Metode ini sering digunakan sebagai bentuk pijat jaringan dalam untuk meredakan ketegangan otot dan meningkatkan aliran darah lokal.

  • Bekam Basah (Wet Cupping):

    Bekam basah adalah jenis bekam yang lebih intensif. Setelah kulit diisap dan terlihat memerah, terapis akan membuat sayatan kecil dan dangkal pada permukaan kulit. Kemudian, cangkir dihisap kembali untuk mengeluarkan sedikit darah. Metode ini bertujuan untuk membuang darah statis atau sisa-sisa metabolisme yang dianggap kotor.

  • Bekam Luncur atau Bergerak (Moving Cupping):

    Bekam luncur melibatkan pengolesan minyak pada kulit sebelum cangkir ditempelkan. Setelah cangkir menciptakan hisapan, terapis akan menggerakkan cangkir tersebut di sepanjang area kulit. Ini mirip dengan pijat dan bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi serta relaksasi otot secara lebih luas.

Manfaat Terapi Bekam untuk Kesehatan Tubuh

Terapi bekam telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Manfaat yang paling sering dilaporkan meliputi:

  • Meredakan Nyeri dan Peradangan:

    Bekam sering digunakan untuk mengurangi nyeri kronis seperti sakit kepala, migrain, nyeri punggung, kaku leher, dan nyeri otot. Efek hisapan dipercaya dapat mengurangi peradangan lokal dan melepaskan ketegangan pada jaringan otot.

  • Relaksasi:

    Teknik hisapan pada bekam dapat membantu meningkatkan aliran darah ke area yang diterapi. Peningkatan sirkulasi ini dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran. Ini juga berkontribusi pada pengurangan ketegangan emosional.

  • Detoksifikasi:

    Khususnya pada bekam basah, prosedur ini diyakini membantu mengeluarkan darah statis yang kental dari bawah kulit. Darah statis ini dianggap mengandung sisa-sisa metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Proses ini sering disebut sebagai detoksifikasi.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bekam

Meskipun umumnya aman, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum menjalani terapi bekam.

  • Efek Samping:

    Efek samping yang umum terjadi adalah munculnya tanda kemerahan atau memar melingkar pada kulit. Tanda ini normal dan biasanya akan memudar dalam beberapa hari hingga seminggu. Rasa tidak nyaman ringan juga mungkin dirasakan setelah prosedur.

  • Kontraindikasi:

    Bekam tidak disarankan untuk penderita kondisi medis tertentu. Misalnya, individu dengan gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, atau anemia berat sebaiknya menghindari bekam. Ibu hamil juga disarankan untuk tidak melakukan bekam. Terapi ini juga tidak boleh dilakukan pada kulit yang luka, terinfeksi, atau mengalami masalah kulit lainnya.

  • Keamanan dan Sterilitas:

    Penting sekali untuk memastikan bahwa terapi bekam dilakukan oleh terapis yang profesional dan berpengalaman. Selain itu, peralatan yang digunakan harus steril, terutama untuk bekam basah yang melibatkan sayatan kulit. Sterilitas yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Bekam adalah metode pengobatan alternatif kuno yang memiliki potensi manfaat dalam meredakan nyeri, meningkatkan relaksasi, dan membantu detoksifikasi. Namun, penting untuk memahami jenis, cara kerja, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalaninya.

Halodoc merekomendasikan agar setiap keputusan terkait terapi kesehatan, termasuk bekam, didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga medis profesional. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa bekam aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Pastikan juga bekam dilakukan oleh praktisi yang memiliki kualifikasi dan menggunakan peralatan steril untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.