• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bell’s palsy yang Tidak Ditangani Sebabkan Ulkus Kornea

Bell’s palsy yang Tidak Ditangani Sebabkan Ulkus Kornea

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Bell’s palsy merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kelumpuhan pada otot wajah. Kondisi ini dapat menyebabkan salah satu bagian wajah tampak lebih turun. Meskipun biasanya kondisi bell’s palsy ini tidak bersifat permanen, tetapi kondisi yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, salah satunya kondisi ulkus kornea.

Baca juga: Jangan Keliru, Ketahui Mitos Tentang Bell’s Palsy

Kenali gejala bell’s palsy agar kamu dapat melakukan penanganan lebih dini dengan tepat. Ada berbagai pengobatan yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi bell’s palsy. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, umumnya kondisi ini sering dialami seseorang dengan rentang usia 15–60 tahun. Tidak ada salahnya ketahui lebih banyak mengenai penyakit bell’s palsy agar kamu dapat lakukan pencegahan terhadap penyakit ini.

Ulkus Kornea Menjadi Komplikasi Bell’s palsy yang Tidak Diatasi

Bell’s palsy menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi akibat adanya saraf yang mengendalikan otot wajah mengalami peradangan. Peradangan pada saraf diduga karena adanya infeksi virus sehingga mengakibatkan kelumpuhan pada sebagian wajah. Ada beberapa jenis virus yang dikaitkan dengan penyakit bell’s palsy, seperti virus herpes simplex, virus rubella, virus gondongan, virus influenza, dan virus penyebab penyakit epstein barr.

Bell’s palsy menjadi penyakit yang cukup rentan dialami oleh wanita hamil, pengidap infeksi saluran pernapasan bagian atas, hingga pengidap diabetes. Meskipun terjadi secara permanen, tetapi kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Namun, kasus bell’s palsy yang dialami secara berulang cukup jarang terjadi.

Kondisi bell’s palsy yang terbilang ringan dapat diatasi dalam rentang waktu minimal satu bulan. Sedangkan pada kasus yang cukup parah, pengobatan perlu segera dilakukan untuk menghindari berbagai komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  1. Kerusakan permanen pada saraf wajah.
  2. Pertumbuhan serabut saraf yang abnormal sehingga menyebabkan kontraksi otot pada area wajah yang tidak disengaja.
  3. Kesulitan menutup mata yang menyebabkan mata menjadi kering atau luka pada kornea mata yang dikenal sebagai ulkus kornea.

Baca juga: Inilah Jenis Infeksi yang Berisiko Sebabkan Bell’s Palsy

Kenali Gejala Bell’s palsy

Bell’s palsy dapat dialami oleh seseorang setelah terpapar virus penyebab selama 1–2 minggu. Kondisi ini akan muncul secara tiba-tiba yang ditandai dengan kelumpuhan pada satu bagian sisi wajah. Biasanya, kelumpuhan sementara akan menyebabkan pengidap kesulitan tersenyum, kesulitan menutup mata, menyebabkan perubahan pada bentuk wajah, hingga salah satu bagian wajah terlihat lebih turun.

Selain itu, ada beberapa tanda lain yang menjadi gejala bell’s palsy, seperti:

  1. Munculnya air liur terus-menerus;
  2. Kesulitan makan dan minum;
  3. Tidak mampu mengekspresikan wajah;
  4. Kedutan pada wajah;
  5. Mata dan mulut yang menjadi kering;
  6. Sakit kepala;
  7. Iritasi pada mata.

Sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc dan tanyakan langsung pada dokter mengenai gangguan kesehatan yang kamu alami. Beberapa gejala pada bell’s palsy juga menjadi tanda penyakit stroke. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami.

Pemeriksaan untuk Bell’s palsy

Pemeriksaan yang akan dilakukan untuk mendiagnosis penyakit bell’s palsy dengan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk memeriksa adanya infeksi virus dalam tubuh. MRI atau CT Scan juga dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi saraf pada bagian wajah.

Baca juga: Bell’s Palsy Sebabkan Kerusakan Permanen pada Wajah

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi bell’s palsy, dengan penggunaan obat kortikosteroid dan juga anti virus. Selain itu, beberapa terapi juga perlu dilakukan agar kamu dapat mengatasi keluhan yang terjadi pada bagian otot wajah. Jika kamu tidak dapat mengedipkan mata atau menutup mata dengan baik, biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata agar kondisi kesehatan mata tetap terjaga.

Lakukan perawatan bell’s palsy dengan tepat di rumah. Caranya, selalu jaga kondisi mata apalagi jika kamu kesulitan menutup mata dengan baik dan pijat lembut bagian wajah untuk membuat otot wajah menjadi lebih rileks.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Bell’s palsy: What Causes It and How Is It Treated?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bell’s Palsy.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Bell’s Palsy.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Are The Causes of Bell’s palsy?