• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anjing dapat Mendeteksi Dini Virus Corona pada Manusia? 

Benarkah Anjing dapat Mendeteksi Dini Virus Corona pada Manusia? 

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Berbagai upaya tampaknya kini tengah dilakukan para ahli untuk menghentikan penyebaran virus corona SARS-CoV-2. Mulai dari percobaan pembuatan vaksin, menguji efektivitas vaksin dan obat yang pernah dibuat sebelumnya untuk meringankan gejala, hingga hal-hal lain yang berhubungan dengan diagnosis COVID-19. 

Salah satu temuan menarik datang dari tim peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM), Medical Detection Dogs, dan Universitas Durham. Kini mereka tengah mengeksplorasi potensi penggunaan anjing untuk mendeteksi COVID-19 pada orang yang mungkin menderita penyakit ini. Pertanyaannya, apakah anjing benar-benar mampu mendeteksi dini virus corona pada manusia? 

Baca juga: Cek Fakta: Kucing Pertama Tertular Virus Corona dari Pemilik

Awal Mula Ide Penggunaan Anjing untuk Deteksi COVID-19

Melansir dari Medical News Today, gagasan ini datang dari fakta bahwa anjing sangat mahir dalam menangkap tanda-tanda penyakit yang halus berkat indera penciuman mereka. Bahkan, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa anjing dapat mendeteksi keberadaan kanker paru-paru dalam sampel klinis. Mereka bahkan lebih baik dalam hal ini daripada "teknologi paling canggih" dari dokter.

Selain itu, anjing juga mampu "mengendus" penyakit menular, khususnya malaria dengan akurasi yang tinggi. Selama bertahun-tahun, Medical Detection Dogs sebagai badan amal telah meneliti ilmu di balik indra penciuman anjing dan percaya bahwa anjing mungkin dapat mendeteksi ancaman terbaru dari pandemi COVID-19. Mereka telah berhasil melatih anjing untuk menemukan penyakit seperti kanker, Parkinson dan infeksi bakteri. Mereka juga dapat mendeteksi perubahan halus pada suhu kulit, sehingga berpotensi mengetahui apakah seseorang mengalami demam.

Prof. James Logan, kepala Departemen Pengendalian Penyakit di LSHTM mengungkapkan bahwa penyakit pernapasan bisa mengubah bau tubuh manusia sehingga kemungkinan besar anjing yang telah dilatih ini bisa mendeteksinya.

Para peneliti mengusulkan bahwa anjing pendeteksi medis yang terlatih khusus dapat melengkapi upaya untuk menyaring COVID-19 dalam jangka panjang. Anjing yang terlatih mungkin dapat mengendus hingga 250 orang per jam, sehingga kelak akan tersedia metode penyaringan yang cepat dan non-invasif.

Baca juga: Penularan Virus Corona pada Hewan, Ketahui Hal Ini

Anjing dapat 'Mengendus' Kasus Tanpa Gejala

Para peneliti menjelaskan bahwa pelatihan anjing akan melibatkan mereka untuk mengendus bau sampel dari orang-orang dengan COVID-19 dan mengajar mereka untuk membedakan bau yang terkait dengan penyakit ini. Mereka juga mencatat bahwa anjing dapat mengidentifikasi siapa yang tidak sehat karena mereka sangat pandai merasakan perubahan kecil dalam suhu kulit. Karena itu, anjing-anjing itu mungkin bisa langsung memberi tahu siapa yang sedang demam. Jika berhasil, para peneliti percaya bahwa anjing pendeteksi medis mungkin dapat melakukan skrining penyakit pernapasan setelah hanya 6 minggu pelatihan.

Dalam jangka panjang, para ilmuwan berencana untuk menggunakan anjing yang terlatih secara khusus ini untuk ditempatkan di ruang-ruang seperti bandara, di mana mereka akan "mengendus" pelancong yang mungkin telah membawa SARS-CoV-2.

Prof. Steve Lindsay, dari Durham University mengatakan jika penelitian ini berhasil, maka kita bisa menggunakan anjing pendeteksi COVID-19 di bandara pada akhir epidemi untuk mengidentifikasi orang yang mungkin membawa virus dengan cepat. Ini akan membantu mencegah timbulnya kembali penyakit setelah kita mengendalikan epidemi saat ini. 

Baca juga: Fakta Seputar Hewan Peliharaan dan Virus Corona

Itulah salah satu inovasi yang tengah diusahakan para peneliti dalam upaya pendeteksian dini COVID-19. Kita semua berharap agar semua penelitian yang dikembangkan oleh para ilmuwan dalam rangka menghentikan penyebaran virus corona bisa berhasil. Supaya kita dapat kembali hidup normal seperti sediakala.

Namun, selama pandemi ini masih berlangsung, penting untuk kita agar selalu menjaga kesehatan diri. Caranya dengan menerapkan physical distancing, menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup sehat, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala penyakit. Jika kamu merasa tidak aman untuk pergi ke dokter namun gejala penyakit semakin mengganggu aktivitas, sebaiknya kamu bicarakan pada dokter di aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu tak perlu keluar rumah untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter. Dokter di Halodoc akan memberikan semua jenis sarana kesehatan yang kamu butuhkan.

Referensi:

BBC News. Diakses pada 2020. Coronavirus: Dogs To Be Trained To Detect Virus.
Market Watch. Diakses pada 2020. These Diagnostic Dogs May Be Able To Quickly Spot People With Coronavirus.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Could Dogs Help Detect COVID-19?