Ad Placeholder Image

Benarkah Bisul Bikin Demam? Ketahui Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Apakah Bisul Bisa Sebabkan Demam? Ini Jawabannya!

Benarkah Bisul Bikin Demam? Ketahui Penyebab dan SolusinyaBenarkah Bisul Bikin Demam? Ketahui Penyebab dan Solusinya

Apakah Bisul Bisa Menyebabkan Demam? Pahami Risiko dan Gejalanya

Banyak yang bertanya, apakah bisul bisa menyebabkan demam? Jawabannya adalah ya, bisul memang bisa menyebabkan demam, terutama jika infeksi yang terjadi parah atau sudah mulai menyebar ke area tubuh lain. Demam merupakan respons alami tubuh untuk melawan infeksi bakteri yang berkembang di dalam bisul. Ini menandakan bahwa infeksi tersebut mungkin telah masuk ke aliran darah atau menimbulkan peradangan yang lebih luas secara sistemik.

Mengenal Apa Itu Bisul

Bisul atau furunkel adalah benjolan merah pada kulit yang terasa nyeri, berisi nanah, dan terbentuk akibat infeksi bakteri pada folikel rambut. Bakteri yang paling sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus. Bisul dapat muncul di mana saja pada tubuh, namun umumnya sering terjadi di area yang lembap dan bergesekan, seperti leher, wajah, ketiak, paha, atau bokong.

Meskipun seringkali bisul berukuran kecil dan dapat sembuh sendiri, ada kalanya kondisi ini berkembang menjadi lebih serius.

Penyebab Demam Akibat Bisul

Ketika bisul menyebabkan demam, ini merupakan indikator bahwa tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi yang tidak lagi terlokalisasi di satu titik. Demam bisa menjadi tanda bahwa infeksi bakteri dari bisul telah menyebar lebih luas.

Infeksi Menyebar ke Aliran Darah

Salah satu penyebab utama demam dari bisul adalah penyebaran infeksi. Ketika bakteri penyebab bisul, seperti Staphylococcus aureus, menyebar dari folikel rambut yang terinfeksi ke jaringan kulit sekitarnya atau bahkan masuk ke aliran darah, tubuh akan merespons dengan meningkatkan suhu. Peningkatan suhu tubuh ini adalah mekanisme pertahanan alami untuk membantu melawan kuman yang menyebar.

Peradangan Sistemik

Demam juga dapat terjadi karena adanya peradangan sistemik yang dipicu oleh infeksi bisul. Peradangan ini menunjukkan respons imun tubuh yang lebih luas terhadap keberadaan bakteri patogen.

Gejala Lain yang Menyertai Demam Akibat Bisul

Selain demam, bisul yang parah atau menyebar seringkali disertai dengan beberapa gejala lain yang mengindikasikan infeksi lebih lanjut. Penting untuk mengenali gejala ini agar penanganan dapat diberikan dengan tepat.

  • Menggigil, yang merupakan respons tubuh terhadap perubahan suhu internal.
  • Kelelahan, karena tubuh mengerahkan banyak energi untuk melawan infeksi.
  • Rasa tidak enak badan atau malaise umum, yang membuat tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area dekat bisul, menandakan respons sistem imun lokal.

Gejala-gejala ini akan lebih sering menyertai bisul yang berukuran lebih besar, atau jika terdapat banyak bisul sekaligus dalam kondisi yang disebut furunkulosis. Furunkulosis adalah kondisi kambuhan di mana bisul muncul secara berulang.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Bisul kecil seringkali dapat diobati di rumah. Namun, perlu segera mencari bantuan medis jika bisul disertai dengan demam. Konsultasi dokter juga disarankan apabila:

  • Bisul sangat besar dan terasa nyeri intens.
  • Bisul tidak kunjung sembuh atau semakin memburuk setelah beberapa hari.
  • Bisul muncul di area sensitif seperti wajah, tulang belakang, atau dekat anus.
  • Terdapat banyak bisul atau bisul muncul berulang kali (furunkulosis).
  • Seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita diabetes.

Penanganan Bisul yang Menyebabkan Demam

Penanganan bisul yang disertai demam memerlukan pendekatan yang lebih serius. Jangan mencoba memencet atau memecahkan bisul sendiri karena dapat memperparah infeksi dan menyebabkannya menyebar lebih luas.

  • Kompres Hangat: Mengompres bisul dengan handuk hangat dapat membantu meredakan nyeri dan mempercepat bisul matang.
  • Antibiotik: Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan penyebaran infeksi bakteri, terutama jika infeksi sudah menyebar ke aliran darah.
  • Drainase: Pada beberapa kasus, dokter perlu melakukan insisi dan drainase (pemotongan dan pengeluaran nanah) untuk bisul yang besar dan tidak pecah dengan sendirinya.
  • Penanganan Demam: Obat penurun demam dapat direkomendasikan untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan.

Pencegahan Bisul dan Komplikasinya

Pencegahan bisul merupakan langkah penting untuk menghindari komplikasi seperti demam dan penyebaran infeksi. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur menggunakan sabun antibakteri.
  • Mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh area yang terinfeksi.
  • Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pisau cukur, atau pakaian.
  • Menjaga luka dan lecet agar tetap bersih dan tertutup untuk mencegah masuknya bakteri.

Jika mengalami bisul yang disertai demam atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan yang tepat dan cepat dapat mencegah komplikasi serius. Bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang sesuai.