• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Benarkah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan gangguan kesehatan yang menyebabkan ruam kemerahan yang hampir memenuhi seluruh tubuh. Kondisi ini bisa menandakan kamu mengalami penyakit campak. Kondisi menjadi salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi virus dalam tubuh. Selain dapat menyebabkan komplikasi yang cukup berbahaya, penyakit campak menjadi salah satu penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan air liur.

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Kondisi ini membuat penyakit campak perlu diatasi dengan tepat. Namun, benarkah penyakit campak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus? Umumnya, pengobatan yang dijalankan untuk mengatasi campak sebagai cara meredakan gejala sehingga tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih buruk. Penyakit campak menjadi salah satu penyakit yang tidak memiliki pengobatan khusus. Simak lebih lanjut mengenai perawatan pengidap campak yang bisa dilakukan, di sini!

Inilah Perawatan untuk Mengatasi Campak

Dokter akan memastikan seseorang mengalami penyakit campak setelah melakukan beberapa pemeriksaan. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan dokter dengan melihat gejala yang dialami pengidap campak. Gejala utama dari campak adalah munculnya ruam kemerahan yang bermula pada bagian wajah dan leher. Biasanya, ruam kemerahan ini akan menyebar pada area tubuh. 

Ruam yang muncul berbentuk bintik-bintik kecil, tetapi dapat menyatu dan menjadi ruam kemerahan yang besar. Namun, ruam kemerahan muncul setelah pengidap mengalami beberapa gejala awal, seperti demam, lelah, nyeri otot, batuk kering, diare, mata berair, pembengkakan kelopak mata, hingga munculnya bintik putih dalam mulut.

Setelah memastikan gejala dialami oleh pengidap, dokter akan melakukan tes darah dan mengambil sampel air liur untuk memastikan penyebabnya. Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Biasanya, penyakit yang disebabkan oleh virus tidak memiliki pengobatan khusus untuk mengatasi kondisi ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat pulih dengan sendirinya selama sistem kekebalan tubuh dapat bekerja dengan optimal.

Baca juga: Faktor yang Tingkatkan Risiko Penularan Campak

Untuk itulah, ada beberapa perawatan yang perlu dilakukan oleh pengidap campak agar gejala mereda dan sistem kekebalan tubuh dapat meningkat. Dengan begitu, tubuh akan lebih kuat untuk mengatasi virus dalam tubuh. Berikut ini perawatan yang perlu dilakukan pengidap campak:

  1. Demam tinggi pada pengidap campak sebaiknya diatasi dengan mengonsumsi cukup banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  2. Gunakan air hangat untuk mandi agar tubuh terasa lebih nyaman dan nyeri otot atau pegal linu yang dirasakan pengidap campak dapat berkurang.
  3. Kamu juga bisa mengatur cahaya dalam ruangan hingga kamu merasa nyaman.
  4. Penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan sehat dan pola makan yang teratur untuk meningkatkan imun tubuh.
  5. Istirahat yang cukup dapat membantu kamu meningkatkan imunitas tubuh untuk mempercepat pemulihan penyakit campak. 

Itulah beberapa perawatan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi penyakit campak. Namun, segera kunjungi rumah sakit terdekat jika gejala yang kamu alami menyebabkan sesak napas, nyeri pada bagian dada, hingga batuk yang disertai darah.

Baca juga: Seberapa Ampuh Vaksin Mencegah Campak?

Penyakit campak menjadi salah satu penyakit yang dapat kamu cegah dengan melakukan vaksinasi. Kamu bisa melakukan imunisasi MMR. Imunisasi ini nyatanya bisa dilakukan sejak usia 9 bulan pada anak-anak dan juga pada orang dewasa. 

Vaksin MMR tidak boleh diberikan pada ibu hamil. Gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter untuk bertanya langsung seputar imunisasi MMR ketika kamu akan merencanakan kehamilan dalam waktu dekat. Download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
The National Health Service UK. Diakses pada 2020. Measles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Viral Infections.