Benarkah COVID-19 XBB Sulit Terdeteksi Tes Antigen? Ini Faktanya
“COVID-19 subvarian Omicron XBB disebut-sebut dapat mengelabui tes antigen. Benarkah virus ini bisa langsung masuk ke paru-paru, sehingga tak terdeteksi saat pemeriksaan?”

Halodoc, Jakarta – Kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Per Rabu (9/11/2022) pukul 12.00, kasus COVID-19 bertambah sebanyak 6.186. Peningkatan kasus COVID-19 juga disebabkan karena adanya subvarian virus corona baru, yaitu Omicron XBB.
Gejala Omicron XBB tidak lebih berat bila dibandingkan dengan varian sebelumnya (seperti Delta). Banyak pengidap varian XBB yang mengira infeksi COVID-19 dalam tubuhnya hanyalah flu biasa, karena gejalanya yang sangat mirip.
Nah, pertanyaannya, benarkah varian Omicron XBB pun sulit terdeteksi saat tes antigen?
Omicron XBB Sulit Terdeteksi Tes Antigen pada Infeksi Awal
Varian Omicron XBB disebut tidak dapat terdeteksi pada tes antigen. Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Departemen Kesehatan Filipina beberapa waktu lalu. Untuk mendeteksi varian tersebut dilaporkan hanya bisa menggunakan pengurutan genom dengan sampel yang dikumpulkan melalui tes RT-PCR.
Menurut Dr. Michael Mina, mantan asisten profesor Epidemiologi & Imunologi dan Penyakit Menular di Harvard T.H. Chan School of Public Health, seseorang dapat menularkan Omicron XBB ke orang lain ketika telah menginfeksi tenggorokan dan air liur, sebelum virus mencapai hidung. Nah, itulah yang menyebabkan tes antigen tidak dapat mendeteksi Omicron XBB.
Melansir dari berbagai media daring nasional, Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan, membantah kabar tentang COVID-19 varian XBB tidak terdeteksi tes antigen.
“Ini tidak sepenuhnya benar varian XBB tidak terdeteksi saat melakukan pemeriksaan antigen,” kata Erlina pada jumpa pers daring.
Sementara itu, mengutip dari laman covid19.go.id (Satuan Tugas Penanganan COVID-19), bahwa pemeriksaan PCR dan antigen yang ada saat ini mampu mendeteksi varian XBB. Sebab, XBB tetap dapat dideteksi di nasofaring, jadi tidak benar virus ini langsung masuk ke paru-paru.
Para ahli menyarankan, ketika kamu merasakan gejala infeksi COVID-19, maka asumsikan bahwa sudah positif. Namun, tunggu beberapa hari sebelum melakukan tes antigen. Hal tersebut supaya virus dan variannya lebih mudah terverifikasi saat tes antigen.
Gejala Omicron XBB yang Tidak Boleh Disepelekan
Gejala Omicron XBB sebenarnya relatif sama dengan varian lainnya, yaitu:
- Demam.
- Batuk.
- Lemas.
- Sesak napas.
- Sakit kepala.
- Sakit tenggorokan.
- Pilek.
- Mual.
- Muntah.
- Diare.
Selain Omicron XBB, subvarian XB juga sedang menjadi perhatian dunia. Pasalnya, varian tersebut diduga merupakan hasil kombinasi varian Delta. Dikhawatirkan varian ini dapat menimbulkan gejala yang lebih parah.
Meskipun belum ada penelitian resmi, varian XBC pun berpotensi menyebabkan gejala khas Delta, seperti anosmia dan ageusia (kehilangan kemampuan indra pengecap).
Hingga saat ini pun belum ditemukan gejala Omicron XBB yang lebih parah. Hanya saja saat ini pemerintah mengimbau agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga untuk segera melakukannya. Hal tersebut demi mencegah penularan dan penyebaran virus COVID-19.
Setiap masyarakat juga perlu disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Contohnya seperti menggunakan masker di tempat umum dan ramai, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, dan tidak keluar rumah saat merasakan gejala seperti flu.
Jika kamu mengalami gejala infeksi COVID-19, sebaiknya segera tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan berikutnya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!



