• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Koarktasio Aorta Tidak Bisa Dicegah?

Benarkah Koarktasio Aorta Tidak Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Koarktasio aorta tidak dapat dicegah, karena biasanya merupakan kondisi bawaan saat dilahirkan. Namun, jika orang tua atau anak sebelumnya memiliki kondisi yang meningkatkan risiko koarktasio aorta, seperti sindrom Turner, katup aorta bikuspid atau kelainan jantung lainnya, deteksi dini dapat membantu pengobatan.

Koarktasio aorta adalah penyempitan aorta, pembuluh darah besar yang bercabang dari jantung dan berfungsi memberikan darah yang kaya oksigen ke tubuh. Ketika penyempitan  terjadi, jantung harus memompa lebih keras untuk memaksa darah melalui bagian aorta yang menyempit. 

Pengobatan untuk Koarktasio Aorta

Koarktasio aorta umumnya muncul sejak lahir (bawaan). Tingkat keparahannya dimulai dari ringan hingga berat. Bisa jadi tidak terdeteksi hingga dewasa dan tergantung pada seberapa banyak aorta menyempit.

Koarktasio aorta sering terjadi bersamaan dengan kelainan jantung lainnya. Ketika pengobatan untuk kondisi kelainan jantung biasanya berhasil, koarktasio aorta membutuhkan perawatan seumur hidup.

Pilihan pengobatan untuk koarktasio aorta tergantung pada usia pengidapnya pada saat diagnosis dan seberapa parah kondisi pengidapnya.  Pendekatan perawatan biasanya terdiri dari pembedahan (prosedurnya disebut dengan balloon angioplasty) atau penempatan ring jantung. 

Dokter spesialis penyakit jantung bawaan akan mengevaluasi kondisi dan menentukan perawatan yang paling tepat untuk kondisi tersebut. Pemberian obat sejatinya tidak digunakan untuk memperbaiki koarktasio aorta, tetapi digunakan untuk mengontrol tekanan darah sebelum dan sesudah pemasangan ring jantung atau pembedahan. 

Baca juga: Apa Penyebab Terjadinya Koarktasio Aorta?

Perlu diketahui, memperbaiki koarktasio aorta dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga pengidapnya perlu mengonsumsi obat penurun tekanan darah, bahkan setelah operasi atau pemasangan ring jantung dilakukan.

Komplikasi jangka panjang yang paling umum terjadi untuk pengidap koarktasio aorta adalah tekanan darah tinggi. Meskipun tekanan darah biasanya turun setelah koarktasio aorta telah diperbaiki, biasanya masih tetap berada di atas batas normal.

Kadang-kadang, segmen aorta yang telah diperbaiki akan menjadi lemah dan membesar (aortic aneurysm) dan pada akhirnya mungkin pecah. Dalam beberapa kasus, koarktasio dapat kambuh, bahkan mungkin bertahun-tahun setelah perawatan. Sangat mungkin pengidapnya kembali menjalani operasi atau prosedur tambahan untuk memperbaiki penyempitan ulang atau mengobati komplikasi lain.

Selengkapnya mengenai pengobatan koarktasio aorta, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Gejala Koarktasio Aorta

Penyembuhan koarktasio aorta tergantung pada keparahan kondisinya. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Anak-anak dengan penyempitan aorta yang serius dapat menunjukkan tanda dan gejala awal.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Si Kecil Idap Koarktasio Aorta

Untuk orang dewasa, bisa jadi memiliki tanda atau gejala kelainan jantung lain yang mereka alami bersamaan dengan kondisi koarktasio aorta. Bayi dengan koarktasio aorta yang parah dapat mengalami gejala segera setelah dilahirkan. Beberapa gejalanya  termasuk:

  1. Kulit pucat.
  2. Sifat lekas marah.
  3. Keringat terus-menerus.
  4. Kesulitan bernapas.
  5. Susah makan.

Jika tidak diobati, koarktasio aorta pada bayi dapat menyebabkan gagal jantung atau kematian. Anak-anak dan orang dewasa dengan koarktasio aorta sering tidak memiliki gejala karena penyempitan mereka mungkin kurang parah. 

Umumnya gejala pada orang dewasa termasuk: 

  1. Tekanan darah tinggi.
  2. Sakit kepala.
  3. Kelemahan otot.
  4. Kram kaki atau kaki dingin.
  5. Mimisan.
  6. Sakit dada.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Coarctation of the aorta.
Heart.org. Diakses pada 2019. Coarctation of the Aorta (CoA).