• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Minum Susu Manis Sebelum Tidur Picu BBTD?

Benarkah Minum Susu Manis Sebelum Tidur Picu BBTD?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Ibu, pernahkah mendengar istilah BBTD? BBTD adalah singkatan dari baby bottle tooth decay atau kalau dalam bahasa indonesia adalah pembusukan gigi akibat botol bayi. Nah, BBTD lebih sering terjadi pada gigi depan atas. Namun, tidak menutup kemungkinan pada gigi lainnya.

BBTD terjadi ketika cairan manis atau gula alami menempel pada gigi bayi untuk waktu yang lama. Akibatnya, bakteri di mulut tumbuh subur dengan gula ini dan membuat asam yang menyerang gigi. Lantas, apakah memberikan minum susu manis sebelum tidur menjadi salah satu pemicu BBTD? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Demam pada Anak Bisa Jadi Tanda Tumbuh Gigi

Benarkah Minum Susu Manis Sebelum Tidur Bisa Sebabkan BBTD?

Jawabannya adalah ya. BBTD beresiko pada anak-anak yang sering mengonsumsi minuman manis, terutama susu manis yang sering diberikan sebelum tidur. Melansir dari WebMD, memberikan bayi minuman manis pada waktu tidur siang atau malam hari sangat berbahaya karena aliran air liur berkurang selama tidur.

Susu sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan dan tidak dapat diberikan sepanjang hari, apalagi pada waktu tidur siang atau sebelum tidur. Berbeda dengan ASI, pemberian ASI tidak menyebabkan kerusakan gigi. Alasannya, ASI tidak mengandung gula seperti yang terkandung dalam banyak produk susu. 

Kerusakan gigi biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih pada garis gusi atau pada gigi depan atas. Mula-mula bintik-bintik ini sulit dilihat bahkan untuk dokter gigi tanpa bantuan peralatan yang memadai. Ketika Si Kecil telah mengalami BBTD, mereka harus diperiksa dan dirawat lebih awal untuk menghentikan pembusukan agar tidak menyebar dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Baca juga: Ini Bahaya Balita yang Terlalu Banyak Minum Manis

Cara Mencegah Si Kecil dari BBTD

Terdapat langkah sederhana untuk membantu mencegah BBTD pada Si Kecil. Mereka termasuk menerapkan kebersihan mulut yang baik pada usia dini. Ini langkah-langkah yang harus ibu lakukan, yaitu:

  • Bersihkan gusi bayi dengan kain kasa bersih atau waslap setiap selesai menyusui.
  • Mulailah menyikat gigi anak, tanpa menggunakan pasta gigi ketika gigi pertamanya tumbuh.
  • Bersihkan dan pijat gusi di daerah yang belum tumbuh gigi.
  • Pastikan Si Kecil mendapat cukup fluoride, yang membantu mengurangi gigi berlubang. 
  • Jadwalkan kunjungan cek kesehatan gigi secara rutin. 
  • Hindari memberinya air gula dan minuman ringan ke dalam botol susunya. 
  • Jangan pernah berikan Si Kecil susu atau minuman manis lainnya sebelum tidur. Ibu mungkin boleh memberinya air putih sebelum ia tertidur.
  • Kurangi gula dalam makanan anak, terutama di antara waktu makan.

Baca juga: Buat Balita Jadi Penurut, Ikuti 4 Kata Ajaib Ini

Itulah tips yang bisa ibu lakukan untuk mencegah Si Kecil mengalami BBTD. Kalau ibu berencana membawa Si Kecil ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin, ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Baby Bottle Tooth Decay?.
Healthy Children Organization. Diakses pada 2020. How to Prevent Tooth Decay in Your Baby.