• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pemeriksaan Elektrokardiogram Sebabkan Alergi Kulit?

Benarkah Pemeriksaan Elektrokardiogram Sebabkan Alergi Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Elektrokardiogram (EKG) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Tes sederhana ini cenderung aman dan jarang memicu komplikasi. Namun, dalam beberapa kasus pemeriksaan ini mungkin saja menyebabkan gejala alergi sebagai efek samping setelah pemeriksaan. 

Secara umum, tes elektrokardiogram dilakukan untuk merekam aktivitas listrik pada organ jantung. Tes ini dilakukan dengan menggunakan elektrokardiograf, yaitu mesin pendeteksi impuls listrik. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar pemeriksaan elektrokardiogram dan kemungkinan efek samping alergi pada artikel berikut! 

Baca juga: Begini Prosedur EKG untuk Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Penyebab Muncul Alergi pada Tes Elektrokardiogram 

Tes elektrokardiogram merupakan jenis tes sederhana dan tidak menyakitkan. Pemeriksaan ini juga jarang menimbulkan komplikasi. Untuk melakukan prosedur ini, dokter akan menempelkan elektrode, yaitu alat berbahan plastik yang digunakan dalam pemeriksaan. 

Umumnya, jumlah elektrode yang akan ditempelkan adalah 10 hingga 12 buah. Alat berukuran kecil ini nantinya akan disambungkan dengan kabel-kabel ke mesin elektrokardiograf. Elektrode akan ditempelkan pada dada, lengan, dan tungkai. Selanjutnya, elektrokardiograf akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik.

Reaksi alergi pada kulit yang mungkin muncul biasanya disebabkan oleh elektrode-elektrode yang ditempel. Beberapa orang mungkin saja memiliki riwayat alergi terhadap benda berbahan plastik. Selain itu, efek samping berupa nyeri kecil mungkin juga terjadi saat elektrode dicabut. Namun, secara keseluruhan pemeriksaan EKG dipercaya aman dan tidak menyakitkan. 

Grafik hasil pemeriksaan dari EKG akan ditampilkan pada layar pemantau. Aktivitas listrik di jantung yang ditampilkan tersebut kemudian akan dicetak dan digunakan oleh dokter sebagai penunjang diagnosis. Prosedur EKG direkomendasikan pada orang yang mengalami keluhan seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, mudah lelah dan lemas, serta gangguan pada irama jantung. 

Tes ini juga direkomendasikan pada orang yang terindikasi mengidap penyakit jantung, penyakit jantung koroner, gangguan elektrolit, hingga keracunan dan efek samping obat. Pemeriksaan EKG juga dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dari alat pacu jantung. 

Baca juga: Periksa Jantung, Ini Prosedur Lakukan Tes Elektrokardiogram

Jenis-Jenis Elektrokardiogram

Pemeriksaan EKG standar terkadang tidak bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan pada organ jantung. Jika dilihat dari fungsinya, EKG dibagi ke dalam dua jenis, di antaranya: 

1.Stress Test (EKG Treadmill) 

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai aktivitas jantung saat melakukan aktivitas fisik. Hal ini berbeda dengan EKG standar yang memeriksa jantung tanpa diwajibkan ada aktivitas sebelumnya. Selain berlari di treadmill, orang yang akan menjalani pemeriksaan ini juga bisa diminta untuk mengayuh sepeda statis selama tes berlangsung.

2.Holter Monitor 

Pada jenis EKG yang satu ini, alat kecil bernama holter monitor akan dikalungkan di leher dan elektrode-elektrode ditempelkan di dada. Tes EKG ini bisa merekam secara berkelanjutan dengan durasi 1-2 hari. Selama pemeriksaan, aktivitas normal tetap bisa dilakukan asalkan elektrode dan alat holter monitor tetap terjaga dan selalu kering. 

Jika mengalami gejala menyerupai sakit jantung atau gangguan pada organ ini sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Jika dibutuhkan, dokter mungkin akan menyarankan EKG untuk memastikan penyebab gejala muncul. 

Baca juga: Periksa Jantung, Berapa Lama Waktu Lakukan Elektrokardiogram?

Kamu bisa mencari dan menemukan daftar rumah sakit yang memungkinkan pemeriksaan EKG di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menemukan rumah sakit terdekat hanya dalam satu aplikasi. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
NHS UK. Diakses pada 2020. Electrocardiogram. 
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Electrocardiogram. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Electrocardiogram (ECG or EKG). 
Healthline. Diakses pada 2020. Electrocardiogram.