Ad Placeholder Image

Benarkah Pepaya Bikin Gemuk? Cek Dulu Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Pepaya Bikin Gemuk? Atau Malah Bikin Langsing?

Benarkah Pepaya Bikin Gemuk? Cek Dulu Yuk!Benarkah Pepaya Bikin Gemuk? Cek Dulu Yuk!

DAFTAR ISI


Pepaya adalah salah satu buah tropis yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, pepaya sering kali menjadi andalan bagi banyak orang yang sedang menjalankan program diet atau sekadar ingin menjaga kesehatan pencernaan. Namun, sering muncul pertanyaan di kalangan masyarakat: sebenarnya berapa jumlah kalori pepaya? Apakah kandungan gulanya aman untuk dikonsumsi setiap hari tanpa membuat berat badan naik?

Memahami nilai gizi dari makanan yang kamu konsumsi adalah langkah awal yang sangat penting dalam menjaga pola hidup sehat. Pepaya bukan hanya sekadar buah murah meriah, tetapi merupakan “superfood” yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Bagi kamu yang sedang menghitung asupan kalori harian, mengetahui secara detail profil nutrisi buah ini akan membantu kamu mengatur porsi makan dengan lebih bijak.

Penting untuk diingat bahwa pengelolaan berat badan bukan hanya soal membatasi kalori, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Pepaya menawarkan solusi bagi kamu yang ingin makan enak namun tetap rendah kalori. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan pencernaan kronis, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran medis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai kalori pepaya dan manfaatnya bagi kesehatan tubuhmu? Berikut ulasannya!

Berapa Jumlah Kalori Pepaya?

Secara umum, pepaya termasuk dalam kategori buah-buahan dengan densitas kalori yang rendah. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi mereka yang ingin merasa kenyang lebih lama tanpa harus mengonsumsi banyak energi. Dalam 100 gram daging buah pepaya matang, biasanya terkandung sekitar 43 hingga 46 kalori saja. Jika dibandingkan dengan buah lain seperti pisang yang mencapai 89 kalori per 100 gram, atau alpukat yang bisa mencapai 160 kalori, pepaya jelas jauh lebih ringan.

Rendahnya kalori ini disebabkan oleh kandungan air yang sangat tinggi pada buah pepaya. Hampir 88% dari berat pepaya adalah air. Kandungan air yang tinggi ini tidak hanya membantu menghidrasi tubuh, tetapi juga memberikan volume pada lambung sehingga memicu rasa kenyang. Selain itu, porsi standar konsumsi pepaya biasanya adalah satu mangkuk kecil (sekitar 140-150 gram), yang berarti kamu hanya mengonsumsi sekitar 60-70 kalori per porsi sajian.

Meskipun rendah kalori, pepaya tetap memiliki indeks glikemik (GI) sedang, yaitu sekitar 59. Artinya, meskipun tidak meningkatkan gula darah secara drastis seperti permen atau roti putih, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi konsumsinya. Namun, bagi orang sehat, kalori pepaya yang berasal dari karbohidrat alami ini justru menjadi sumber energi yang baik untuk aktivitas sehari-hari.

Kandungan Nutrisi Lengkap dalam Pepaya

Kalori hanyalah satu sisi dari kepingan koin kesehatan. Sisi lainnya adalah densitas nutrisi. Pepaya adalah juara dalam hal penyediaan vitamin esensial. Berikut adalah rincian nutrisi dalam satu buah pepaya kecil (sekitar 150 gram):

  • Vitamin C: Menyediakan lebih dari 100% kebutuhan harian (RDI). Vitamin ini sangat krusial untuk sistem imun dan kesehatan kulit.
  • Vitamin A: Dalam bentuk beta-karoten, penting untuk kesehatan mata dan regenerasi sel.
  • Folat (Vitamin B9): Penting untuk pembentukan sel darah merah dan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.
  • Kalium: Mineral yang membantu menjaga tekanan darah dan fungsi jantung.
  • Serat: Membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan mikrobiota usus.

Selain nutrisi makro dan mikro di atas, pepaya juga mengandung antioksidan kuat seperti likopen. Likopen dikenal dapat membantu menangkal radikal bebas dan mengurangi risiko peradangan kronis di dalam tubuh. Jadi, dengan mengonsumsi pepaya, kamu tidak hanya mendapatkan asupan kalori yang rendah, tetapi juga “paket lengkap” perlindungan tubuh.

Manfaat Pepaya untuk Menurunkan Berat Badan

Mengapa pepaya selalu masuk dalam daftar menu diet? Jawabannya terletak pada kombinasi serat dan airnya. Serat dalam pepaya membantu memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, sinyal lapar tidak akan muncul terlalu cepat setelah kamu makan. Selain itu, rasa manis alami dari pepaya bisa membantu mengurangi keinginan (craving) untuk mengonsumsi camilan manis atau makanan olahan yang tinggi gula dan lemak.

Banyak pelaku diet yang mengonsumsi pepaya di pagi hari saat perut kosong atau sebagai camilan di sore hari. Strategi ini terbukti efektif untuk menjaga stabilitas energi. Karena kalorinya yang rendah, kamu bisa mengonsumsi volume yang cukup besar tanpa takut merusak defisit kalori yang sedang kamu jalankan. Namun, pastikan kamu tidak menambahkan topping berkalori tinggi seperti kental manis atau sirup, karena hal tersebut akan melambungkan jumlah kalori secara signifikan.

Tips Menikmati Pepaya untuk Diet Sehat
  1. Tambahkan perasan jeruk nipis untuk meningkatkan cita rasa dan menambah asupan vitamin C.
  2. Campurkan dengan Greek yogurt tanpa rasa untuk mendapatkan asupan protein tambahan.
  3. Gunakan pepaya mengkal (setengah matang) untuk dijadikan rujak atau salad buah yang lebih renyah.

Peran Enzim Papain dalam Pencernaan

Satu hal yang membedakan pepaya dari buah lainnya adalah keberadaan enzim unik bernama papain. Enzim ini adalah jenis protease yang berfungsi memecah protein menjadi rantai yang lebih pendek, yaitu asam amino. Inilah alasan mengapa pepaya sering digunakan sebagai pengempuk daging alami. Di dalam tubuh manusia, papain membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan, terutama setelah kita mengonsumsi makanan tinggi protein seperti daging merah.

Masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, dan sindrom iritasi usus (IBS) sering kali berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh memproses makanan secara sempurna. Papain dalam pepaya bertindak sebagai asisten bagi enzim alami tubuh. Dengan pencernaan yang lancar, metabolisme tubuh pun akan terjaga dengan baik. Pencernaan yang sehat adalah kunci dari penyerapan nutrisi yang optimal dan pengelolaan berat badan yang sukses.

Bagi kamu yang sering mengalami gangguan pencernaan ringan, menambah porsi pepaya dalam diet harian bisa menjadi solusi alami. Namun, jika gejala pencernaan terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung membaik, kamu mungkin membutuhkan produk kesehatan pendukung. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk yang dapat membantu meredakan keluhan perut kamu dengan cepat dan aman.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter?

Meskipun pepaya sangat sehat, ada beberapa kondisi di mana kamu harus berhati-hati. Misalnya, jika kamu memiliki alergi terhadap lateks, kamu mungkin juga akan mengalami reaksi alergi terhadap pepaya karena adanya kesamaan protein (sindrom lateks-buah). Selain itu, konsumsi pepaya dalam jumlah yang sangat berlebihan (terutama yang masih sangat muda) terkadang dikaitkan dengan risiko kontraksi rahim pada ibu hamil, meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Jika setelah mengonsumsi pepaya kamu merasakan gejala seperti gatal-gatal, sesak napas, atau diare yang hebat, segera hentikan konsumsi dan periksakan diri. Diagnosa dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jangan ragu untuk mendiskusikan kondisi kesehatanmu dengan profesional medis secara rutin guna memantau perkembangan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Studi Mengenai Konsumsi Pepaya

PubMed Central menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa antioksidan dalam pepaya, khususnya likopen, dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL). Studi tersebut menunjukkan bahwa asupan buah-buahan tropis secara teratur berkontribusi pada penurunan stres oksidatif pada pasien lansia dengan pradiabetes.

Penelitian lain dalam jurnal kesehatan nutrisi menyebutkan bahwa papain menunjukkan efektivitas dalam mengurangi gejala konstipasi kronis. Subjek penelitian yang mengonsumsi preparat berbasis pepaya selama 4 minggu melaporkan perbaikan signifikan dalam frekuensi buang air besar dan penurunan rasa tidak nyaman pada perut dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Secara keseluruhan, kalori pepaya yang rendah dan profil nutrisinya yang kaya menjadikan buah ini sebagai salah satu investasi kesehatan termurah yang bisa kamu lakukan. Dengan mengonsumsi pepaya secara teratur dalam porsi yang tepat, kamu mendukung fungsi jantung, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh sekaligus.

Selalu ingat untuk menjaga keseimbangan gizi dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat lainnya. Jika kamu membutuhkan saran spesifik mengenai menu diet atau pengelolaan berat badan, kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut melalui Halodoc. Kamu juga bisa mendapatkan obat-obatan atau suplemen kesehatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang akurat dan terpercaya.

Punya Keluhan Kesehatan atau Bingung Soal Nutrisi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengatur pola makan yang tepat sesuai kalori tubuh? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 8 Evidence-Based Health Benefits of Papaya.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Everything you need to know about papaya.
WebMD. Diakses pada 2026. Papaya: Health Benefits, Nutrients per Serving, Preparation Information, and More.
USDA FoodData Central. Diakses pada 2026. Papayas, raw.

FAQ

1. Apakah kalori pepaya aman untuk penderita diabetes?

Ya, cenderung aman jika dikonsumsi dalam porsi sedang (sekitar 1 potong sedang). Pepaya memiliki indeks glikemik sedang, namun beban glikemiknya rendah karena kandungan serat yang membantu mengontrol penyerapan gula.

2. Bisakah makan pepaya setiap hari menurunkan berat badan?

Makan pepaya saja tidak cukup, namun mengganti camilan tinggi kalori dengan pepaya dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

3. Apakah biji pepaya bisa dimakan dan berapa kalorinya?

Biji pepaya bisa dimakan dan memiliki rasa pedas seperti lada. Kalorinya sangat sedikit, namun jangan dikonsumsi dalam jumlah banyak karena mengandung senyawa karpain yang bisa bersifat toksik dalam dosis tinggi.

4. Mana yang lebih baik, pepaya mentah atau matang untuk diet?

Keduanya baik. Pepaya matang lebih manis dan kaya vitamin A, sedangkan pepaya muda memiliki kandungan papain yang lebih tinggi yang sangat bagus untuk metabolisme protein.