Benarkah Psoriasis Termasuk Penyakit Menular? Ini Faktanya
“Psoriasis merupakan penyakit kulit yang dapat menyerang siapapun, dari berbagai kalangan dan usia. Meski begitu penyakit ini bukanlah penyakit yang menular, karena psoriasis disebabkan oleh masalah sistem kekebalan tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Psoriasis adalah penyakit kulit yang menyebabkan bercak bersisik kemerahan dan gatal. Umumnya bercak paling sering muncul di area lutut, siku, dan kulit kepala.
Penyakit ini bersifat kronis, artinya dapat bertahan dalam jangka panjang dan tidak dapat sembuh. Itulah mengapa kamu perlu mewaspadai penyakit kulit yang satu ini. Lantas, apakah psoriasis bisa menular? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.
Kenali Penyebab Penyakit Psoriasis
Psoriasis terjadi karena adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kulit beregenerasi lebih cepat daripada biasanya. Pada sel kulit yang normal, mereka akan tumbuh dan rontok dalam waktu sebulan. Namun, bagi pengidap psoriasis, sel kulit beregenerasi hanya dalam waktu tiga atau empat hari.
Bukannya mengelupas, sel-sel kulit ini justru menumpuk di permukaan kulit, sehingga menyebabkan munculnya bercak bersisik yang kemerahan. Umumnya, bercak ini disertai dengan rasa gatal, terbakar, dan menyengat.
Namun, masih belum pasti apa yang menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyerang sel-sel kulit. Para peneliti percaya, faktor genetika dan lingkungan berperan dalam terjadinya psoriasis.
Apakah Psoriasis Bisa Menular?
Psoriasis memang dapat menyerang siapa pun, tetapi penyakit ini bukanlah penyakit menular. Sebab, psoriasis merupakan gangguan autoimun yang tidak menyebar dari orang ke orang.
Jadi apabila kamu tidak sengaja menyentuh lesi psoriasis pengidap, kamu tidak akan terkena penyakit kulit ini. Psoriasis juga tidak dapat menular melalui hubungan seksual.
Selain itu jika kamu bertukar pakaian dengan orang yang memiliki psoriasis, kamu juga tidak akan tertular penyakit ini. Ingat, walaupun psoriasis tidak menular, penyakit ini bisa saja diturunkan dalam keluarga.
Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Psoriasis
Siapa saja dapat mengalami psoriasis, namun sekitar sepertiga kasus psoriasis dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, faktor-faktor ini dapat meningkatkan risiko kamu untuk mengalami penyakit kulit tersebut:
- Riwayat keluarga. Meskipun tidak menular, tetapi tampaknya psoriasis dapat menurun dalam keluarga. Memiliki salah satu orang tua saja dengan psoriasis sudah dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini, apalagi bila kedua orang tua mengidap penyakit kulit tersebut.
- Stres. Karena stres dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh, tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko kamu terkena psoriasis.
- Merokok. Merokok tembakau tidak hanya dapat meningkatkan risiko psoriasis, tapi juga dapat memperburuk kondisinya. Kebiasaan ini juga berperan dalam mengembangkan gejala awal.
- Obesitas. Orang dengan obesitas umumnya memiliki lipatan kulit yang dalam akibat penumpukan lemak. Gesekan dan keringat yang terjadi pada lipatan kulit tersebut dapat menyebabkan atau memperparah psoriasis. Akibatnya munculah plak pada kulit yang berbentuk bercak merah dengan sel kulit mati yang berwarna putih di atasnya.
- Infeksi bakteri atau virus. Psoriasis mungkin lebih parah pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Contohnya orang yang mengidap AIDS, orang yang menjalani kemoterapi, atau pengidap penyakit autoimun lain seperti lupus dan celiac.
Cari tahu juga mengenai gejala awal psoriasis di sini, “Benarkah Kulit Bersisik Jadi Gejala Awal Psoriasis?”.
Hal-Hal yang dapat Memicu Psoriasis
Banyak orang yang mengidap psoriasis mungkin tidak akan mengalami gejala selama bertahun-tahun sampai penyakit ini dipicu oleh beberapa faktor lingkungan.
Berbagai pemicu psoriasis yang umum, antara lain:
- Infeksi, seperti radang tenggorokan atau infeksi kulit.
- Cuaca, terutama udara yang dingin atau kering.
- Cedera pada kulit, seperti luka atau goresan, gigitan serangga, atau sengatan matahari yang parah.
- Stres.
- Merokok atau terpapar asap rokok.
- Konsumsi alkohol yang berlebihan.
- Obat-obatan, seperti obat tekanan darah tinggi, lithium, dan obat antimalaria.
Tingkat keparahan psoriasis sangat bervariasi bagi tiap pengidapnya. Bagi sebagian orang, psoriasis mungkin hanya menyebabkan iritasi ringan. Namun, bagi sebagian yang lain, psoriasis dapat sangat mengganggu kenyamanan.
Bila kamu mengalami gejala psoriasis, coba konsultasikan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu juga bisa minta saran kesehatan untuk mengatasi psoriasis kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.



