Ad Placeholder Image

Bengkak Bawah Telinga: Kenali Penyebab dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Bengkak Bawah Telinga? Ini Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

Bengkak Bawah Telinga: Kenali Penyebab dan Kapan ke DokterBengkak Bawah Telinga: Kenali Penyebab dan Kapan ke Dokter

Mengenal Bengkak Bawah Telinga: Penyebab, Gejala, dan Penanganan Tepat

Bengkak di bawah telinga seringkali menimbulkan kekhawatiran, meskipun dalam banyak kasus kondisi ini tidak berbahaya. Benjolan atau pembengkakan yang muncul di area tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis lebih serius.

Memahami penyebab dan tanda-tanda yang menyertainya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai penyebab umum bengkak di bawah telinga, kapan harus mencari pertolongan medis, serta langkah perawatan yang bisa dilakukan.

Apa itu Bengkak Bawah Telinga?

Bengkak di bawah telinga merujuk pada adanya pembesaran atau benjolan yang terasa di area sekitar rahang, leher, atau tepat di belakang cuping telinga. Pembengkakan ini bisa bervariasi dalam ukuran, tekstur, dan tingkat nyeri yang dirasakan.

Area ini kaya akan kelenjar getah bening dan kelenjar ludah, serta terdapat struktur jaringan lemak dan kulit yang juga bisa mengalami perubahan. Oleh karena itu, berbagai kondisi medis dapat memicu terjadinya bengkak pada lokasi tersebut.

Penyebab Umum Bengkak Bawah Telinga

Pembengkakan di bawah telinga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi umum. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui:

  • Infeksi

    Infeksi adalah penyebab paling sering bengkak di bawah telinga. Kondisi ini umumnya memicu pembengkakan kelenjar getah bening yang berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

    Infeksi pada telinga, tenggorokan (seperti radang tenggorokan), mulut, atau kulit kepala bisa menyebabkan kelenjar getah bening membengkak. Gejala yang menyertai bisa berupa demam dan rasa nyeri pada area yang bengkak.

  • Gondongan (Parotitis)

    Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar liur parotis, salah satu kelenjar ludah utama yang terletak di bawah telinga dan di pipi.

    Infeksi ini menyebabkan bengkak di area pipi bawah telinga, seringkali disertai demam, nyeri tubuh, dan kesulitan menelan atau mengunyah.

  • Lipoma

    Lipoma adalah benjolan lemak yang bersifat lunak, kenyal, dan mudah digoyangkan di bawah kulit. Benjolan ini umumnya tidak nyeri dan tidak berbahaya, namun ukurannya bisa bervariasi.

    Lipoma terbentuk dari penumpukan sel lemak dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus kecuali jika menimbulkan gangguan estetika atau rasa tidak nyaman.

  • Kista Sebasea

    Kista sebasea adalah benjolan kecil yang terbentuk akibat kelenjar minyak (sebasea) tersumbat. Benjolan ini terasa halus, keras, dan bisa digerakkan di bawah kulit.

    Kista sebasea terkadang dapat meradang, menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan lebih lanjut.

  • Radang Gigi atau Gusi

    Infeksi pada gigi (misalnya abses gigi) atau gusi dapat menyebar ke area sekitarnya, termasuk rahang dan bawah telinga.

    Pembengkakan yang diakibatkan oleh radang gigi atau gusi ini seringkali disertai nyeri yang tajam, terutama saat mengunyah.

  • Mastoiditis

    Mastoiditis adalah infeksi pada tulang mastoid yang terletak di belakang telinga. Kondisi ini biasanya merupakan komplikasi dari infeksi telinga tengah yang tidak diobati dengan baik.

    Mastoiditis dapat menyebabkan bengkak di belakang telinga, kemerahan, demam, dan nyeri hebat.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus bengkak di bawah telinga tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang menunjukkan perlunya pemeriksaan medis segera. Konsultasikan dengan dokter jika bengkak memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Tidak hilang dalam beberapa minggu atau terus membesar.
  • Sangat nyeri, merah, terasa panas saat disentuh, atau sulit digerakkan.
  • Disertai demam tinggi yang tidak membaik, penurunan berat badan yang tidak disengaja, atau tubuh terasa sangat lemas.
  • Terasa keras dan tidak mudah digerakkan, menunjukkan kemungkinan adanya benjolan yang lebih serius.

Penanganan Bengkak Bawah Telinga

Penanganan bengkak di bawah telinga bergantung pada diagnosis penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti tes darah atau pencitraan.

Perawatan di Rumah (Sementara)

Beberapa langkah perawatan di rumah dapat membantu meredakan gejala sementara sebelum mendapatkan diagnosis dan penanganan medis:

  • Kompres Hangat atau Dingin

    Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan akut. Sementara itu, kompres hangat (menggunakan handuk bersih) dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mempercepat proses penyembuhan jika penyebabnya adalah infeksi ringan.

  • Istirahat Cukup dan Minum Air yang Cukup

    Istirahat yang memadai dan asupan cairan yang cukup sangat penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.

  • Makanan Lunak

    Jika bengkak menyebabkan nyeri saat mengunyah, konsumsi makanan lunak dapat mengurangi tekanan dan ketidaknyamanan pada area tersebut.

  • Hindari Obat Sembarangan

    Jangan mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dokter, terutama antibiotik, karena penggunaan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan resistensi.

Penanganan Medis

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan penanganan medis yang sesuai:

  • Obat-obatan

    Untuk infeksi bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Anti-inflamasi non-steroid (OAINS) dapat diberikan untuk meredakan nyeri dan peradangan.

  • Drainase atau Aspirasi

    Jika bengkak disebabkan oleh abses (penumpukan nanah) atau kista yang meradang, dokter mungkin perlu melakukan drainase atau aspirasi untuk mengeluarkan cairan dan meredakan tekanan.

  • Tindakan Bedah

    Dalam kasus lipoma, kista sebasea yang sering meradang, atau tumor, tindakan bedah untuk mengangkat benjolan mungkin diperlukan.

  • Vaksinasi

    Untuk mencegah gondongan, vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan langkah pencegahan yang efektif.

Pencegahan Bengkak Bawah Telinga

Pencegahan bengkak di bawah telinga umumnya berfokus pada menjaga kesehatan dan mencegah infeksi:

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan menyikat gigi secara teratur dan melakukan pemeriksaan gigi rutin.
  • Segera obati infeksi telinga atau tenggorokan agar tidak berkembang menjadi komplikasi.
  • Vaksinasi MMR untuk melindungi dari gondongan.
  • Menerapkan gaya hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Kesimpulan: Segera Konsultasikan di Halodoc

Bengkak di bawah telinga dapat memiliki banyak penyebab, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan perhatian serius. Mengabaikan gejala yang mencurigakan dapat berpotensi memperburuk kondisi.

Jika mengalami bengkak di bawah telinga yang tidak kunjung membaik, disertai nyeri hebat, demam, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, pemeriksaan dan diagnosis yang tepat dapat diperoleh untuk penanganan yang akurat dan efektif.