Benjolan Bawah Lidah: Umumnya Tak Bahaya, Kapan ke Dokter?

Apa Itu Benjolan Bawah Lidah dan Penyebabnya?
Benjolan di bawah lidah adalah kondisi umum yang dapat menimbulkan kekhawatiran. Massa atau pembengkakan ini dapat bervariasi dalam ukuran, warna, dan tekstur. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya, beberapa benjolan juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Memahami penyebab umum dan kapan harus mencari pertolongan profesional sangat penting untuk penanganan yang tepat.
Penyebab Umum Benjolan Bawah Lidah
Benjolan di bawah lidah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ringan hingga yang lebih serius. Berikut adalah beberapa penyebab yang sering ditemukan:
-
Ranula
Ranula adalah kista berisi cairan bening atau kebiruan yang terbentuk akibat penumpukan air liur karena kelenjar ludah tersumbat. Kelenjar ludah yang tersumbat ini menyebabkan air liur tidak dapat keluar dengan normal. Benjolan ini umumnya tidak nyeri, tetapi bisa terasa mengganggu saat berbicara atau makan.
-
Sariawan
Sariawan, atau ulkus aftosa, adalah luka kecil yang bisa muncul di mana saja di dalam mulut, termasuk di bawah lidah. Luka ini biasanya berwarna putih atau kekuningan dengan tepi merah. Sariawan umumnya terasa nyeri, tetapi biasanya sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu tanpa pengobatan khusus.
-
Mukokel
Mirip dengan ranula, mukokel adalah kista jinak berisi cairan yang terbentuk karena cedera pada saluran kelenjar air liur minor. Cedera ini bisa disebabkan oleh gigitan tidak sengaja atau trauma lain di area mulut. Mukokel umumnya berukuran kecil dan dapat pecah dengan sendirinya.
-
Iritasi atau Trauma
Benjolan juga bisa muncul akibat iritasi fisik atau trauma ringan. Contohnya adalah gesekan benda tajam, luka akibat makanan, atau kebiasaan menggesek-gesek area tersebut. Iritasi ini dapat menyebabkan pembengkakan sementara.
Penyebab Lain yang Jarang Terjadi
Selain penyebab umum di atas, benjolan di bawah lidah juga bisa menandakan kondisi lain yang lebih serius, meskipun jarang. Beberapa di antaranya meliputi:
-
Infeksi Virus
Infeksi virus tertentu, seperti infeksi herpes, dapat menyebabkan lesi atau benjolan kecil di area mulut, termasuk di bawah lidah. Benjolan ini mungkin disertai dengan rasa nyeri dan demam.
-
Kanker Mulut
Dalam kasus yang sangat jarang, benjolan di bawah lidah bisa menjadi tanda awal kanker mulut. Benjolan terkait kanker biasanya tidak nyeri pada tahap awal dan cenderung membesar atau tidak hilang seiring waktu. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan ini.
Gejala yang Menyertai Benjolan Bawah Lidah
Gejala yang menyertai benjolan di bawah lidah dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area benjolan.
- Kesulitan saat berbicara atau menelan.
- Perubahan warna benjolan (bening, kebiruan, kemerahan, atau keputihan).
- Pembengkakan atau peradangan di sekitar benjolan.
- Keluarnya nanah atau cairan dari benjolan (jika ada infeksi).
- Demam, terutama jika ada infeksi.
Kapan Harus Memeriksakan Benjolan Bawah Lidah ke Dokter?
Meskipun banyak benjolan di bawah lidah tidak berbahaya, ada beberapa tanda peringatan yang mengharuskan konsultasi dengan dokter. Segera periksakan diri jika mengalami salah satu kondisi berikut:
- Benjolan membesar secara signifikan.
- Benjolan terasa sangat nyeri atau menyebabkan kesulitan menelan dan berbicara.
- Benjolan mengeluarkan nanah atau cairan.
- Benjolan tidak hilang atau membaik dalam waktu 2 minggu.
- Muncul gejala lain seperti demam yang tidak jelas penyebabnya, penurunan berat badan, atau kelelahan.
Diagnosis dan Penanganan Benjolan Bawah Lidah
Untuk mendiagnosis benjolan di bawah lidah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada area mulut. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami.
Dalam beberapa kasus, pemeriksaan penunjang mungkin diperlukan:
-
Biopsi
Jika dicurigai adanya kondisi serius seperti kanker, dokter dapat melakukan biopsi. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel jaringan kecil dari benjolan untuk dianalisis di laboratorium.
-
Pencitraan
Ultrasonografi (USG) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) dapat digunakan untuk melihat ukuran dan karakteristik benjolan secara lebih detail, terutama jika benjolan terletak lebih dalam atau ukurannya besar.
Penanganan benjolan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya:
-
Observasi
Untuk benjolan yang tidak berbahaya seperti sariawan atau mukokel kecil, dokter mungkin merekomendasikan observasi karena bisa sembuh dengan sendirinya.
-
Obat-obatan
Obat kumur antiseptik, obat anti-inflamasi, atau antibiotik dapat diresepkan jika benjolan disebabkan oleh infeksi atau peradangan.
-
Tindakan Medis
Ranula atau mukokel yang besar dan mengganggu mungkin memerlukan tindakan sayatan dan drainase cairan, atau pengangkatan melalui prosedur bedah kecil.
-
Penanganan Khusus
Jika benjolan terdiagnosis sebagai kanker, penanganan akan melibatkan ahli onkologi dan mungkin termasuk operasi, radiasi, atau kemoterapi.
Pencegahan Benjolan Bawah Lidah
Meskipun tidak semua jenis benjolan dapat dicegah, menjaga kebersihan mulut yang baik dapat membantu mengurangi risiko beberapa penyebab umum:
- Sikat gigi dua kali sehari dan gunakan benang gigi secara teratur.
- Hindari makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu tajam yang dapat melukai area mulut.
- Kunjungi dokter gigi secara rutin untuk pemeriksaan dan pembersihan.
- Hindari kebiasaan menggigit bibir, pipi, atau lidah bagian dalam.
Kesimpulan
Benjolan di bawah lidah adalah kondisi yang seringkali tidak serius, dengan ranula, sariawan, dan mukokel menjadi penyebab umum yang sering sembuh dengan sendirinya. Namun, penting untuk tidak mengabaikan benjolan yang membesar, nyeri, bernanah, atau tidak menghilang dalam dua minggu, karena bisa menjadi tanda kondisi yang memerlukan intervensi medis. Jika mengalami kekhawatiran mengenai benjolan di bawah lidah, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui Halodoc, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter profesional dapat dilakukan dengan mudah.



