Ad Placeholder Image

Benjolan di Bawah Kelopak Mata: Penyebab dan Cara Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 April 2026

Benjolan di Bawah Kelopak Mata: Bintitan atau Kalazion?

Benjolan di Bawah Kelopak Mata: Penyebab dan Cara AtasiBenjolan di Bawah Kelopak Mata: Penyebab dan Cara Atasi

Benjolan di Bawah Kelopak Mata: Mengenali Penyebab dan Penanganan yang Tepat

Benjolan di bawah kelopak mata merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran dan mengganggu penampilan. Penting untuk memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat agar dapat diatasi secara efektif.

Ada beberapa jenis benjolan yang bisa muncul di area ini, mulai dari infeksi bakteri hingga penumpukan lemak. Penanganan awal yang dilakukan di rumah umumnya berupa kompres hangat. Namun, jika benjolan membesar, terasa nyeri hebat, atau tidak kunjung sembuh, konsultasi medis menjadi sangat dianjurkan.

Apa Itu Benjolan di Bawah Kelopak Mata?

Benjolan di bawah kelopak mata adalah pertumbuhan kecil atau massa yang terbentuk pada atau di bawah kulit kelopak mata bagian bawah. Bentuk, ukuran, dan karakteristiknya bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa benjolan mungkin terasa nyeri dan meradang, sementara yang lain tidak menimbulkan rasa sakit.

Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Benjolan ini bisa memengaruhi satu mata atau kedua mata. Pemahaman akan karakteristiknya adalah langkah awal untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Penyebab Umum Benjolan di Bawah Kelopak Mata

Benjolan di bawah kelopak mata dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  • Bintitan (Hordeolum)

    Bintitan adalah infeksi bakteri akut pada kelenjar minyak di kelopak mata. Benjolan ini biasanya terasa nyeri, berwarna kemerahan, dan bengkak. Mirip seperti jerawat atau bisul kecil, bintitan seringkali disertai dengan rasa gatal dan ketidaknyamanan saat berkedip.

  • Kalazion

    Kalazion terbentuk akibat adanya sumbatan pada kelenjar minyak Meibom di kelopak mata. Berbeda dengan bintitan, kalazion umumnya tidak nyeri dan berbentuk benjolan padat yang tumbuh perlahan. Ukurannya bisa bervariasi dan terkadang dapat mengganggu penglihatan jika cukup besar.

  • Xanthelasma

    Xanthelasma adalah benjolan berwarna kekuningan yang muncul akibat penumpukan lemak kolesterol di bawah kulit. Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan seringkali menjadi indikasi adanya kadar kolesterol tinggi dalam tubuh. Pada beberapa kasus, xanthelasma juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan jantung yang mendasarinya.

  • Milia

    Milia adalah kista kecil berwarna putih yang terbentuk akibat adanya keratin (protein kulit) yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Benjolan ini tidak nyeri dan sering muncul secara berkelompok. Milia umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

  • Alergi

    Reaksi alergi terhadap iritan tertentu seperti kosmetik, debu, atau bulu hewan, dapat menyebabkan pembengkakan dan benjolan kecil di kelopak mata. Kondisi ini sering disertai rasa gatal, merah, dan berair pada mata.

  • Blefaritis

    Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan mata merah, gatal, dan bersisik di sekitar bulu mata. Peradangan ini dapat menyebabkan pembengkakan kelopak mata dan terkadang membentuk benjolan kecil atau iritasi kronis.

Gejala Benjolan di Bawah Kelopak Mata

Gejala yang menyertai benjolan di bawah kelopak mata bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Benjolan merah dan nyeri di tepi kelopak mata (bintitan).
  • Benjolan padat yang tidak nyeri di kelopak mata (kalazion).
  • Benjolan kuning atau plak di sudut kelopak mata (xanthelasma).
  • Benjolan kecil, putih, dan keras (milia).
  • Mata berair, gatal, dan kemerahan.
  • Pembengkakan kelopak mata.
  • Sensasi mengganjal atau iritasi pada mata.
  • Penglihatan kabur, terutama jika benjolan cukup besar.

Penanganan Awal dan Kapan Harus ke Dokter

Untuk benjolan di bawah kelopak mata yang disebabkan oleh bintitan atau kalazion kecil, penanganan awal yang efektif adalah dengan kompres hangat. Tempelkan kain bersih yang dibasahi air hangat pada kelopak mata selama 5-10 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu membuka sumbatan dan mempercepat penyembuhan.

Meskipun penanganan awal dapat membantu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan jika benjolan:

  • Terus membesar atau tidak mengecil setelah beberapa hari.
  • Terasa sangat nyeri atau menyebabkan penglihatan kabur.
  • Disertai demam atau gejala lain yang mengkhawatirkan.
  • Muncul kembali secara berulang.
  • Terdapat keraguan mengenai penyebabnya.

Dokter dapat melakukan diagnosis pasti dan merekomendasikan penanganan lebih lanjut, seperti pemberian obat tetes mata antibiotik, obat oral, atau prosedur kecil seperti insisi (pembedahan kecil) untuk mengeluarkan isi benjolan.

Pencegahan Benjolan di Bawah Kelopak Mata

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya benjolan di kelopak mata:

  • Jaga kebersihan mata dengan mencuci tangan sebelum menyentuh mata.
  • Hindari berbagi kosmetik mata dan ganti kosmetik secara teratur.
  • Hapus riasan mata secara menyeluruh sebelum tidur.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas yang berisiko iritasi mata.
  • Kelola kondisi kesehatan mendasar, seperti kadar kolesterol tinggi, untuk mencegah xanthelasma.

Rekomendasi Halodoc

Mengenali benjolan di bawah kelopak mata dan gejalanya adalah langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika mengalami benjolan yang tidak kunjung membaik atau disertai gejala mengkhawatirkan, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.

Dapatkan informasi kesehatan yang akurat dan konsultasikan keluhan mata dengan dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Tim medis Halodoc siap memberikan saran dan rekomendasi penanganan yang sesuai untuk kondisi kesehatan.