Ad Placeholder Image

Benjolan di Bawah Rahang Sakit Ditekan? Ini Alasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Maret 2026

Benjolan di Bawah Rahang Sakit Jika Ditekan, Apa Sebabnya?

Benjolan di Bawah Rahang Sakit Ditekan? Ini AlasannyaBenjolan di Bawah Rahang Sakit Ditekan? Ini Alasannya

Benjolan di Bawah Rahang Sakit Jika Ditekan: Penyebab dan Penanganan Awal

Benjolan di bawah rahang yang terasa sakit saat ditekan seringkali memicu kekhawatiran. Kondisi ini umumnya menandakan adanya respons tubuh terhadap suatu masalah, paling sering akibat pembengkakan kelenjar getah bening karena infeksi. Namun, ada berbagai penyebab lain, mulai dari kondisi yang ringan hingga yang membutuhkan perhatian medis segera. Memahami potensi penyebab dan kapan harus mencari bantuan profesional adalah langkah penting untuk penanganan yang tepat.

Secara umum, benjolan ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, peradangan, kista, lipoma, gondongan, atau dalam kasus yang lebih jarang, kanker. Meskipun beberapa penanganan sementara di rumah dapat membantu meredakan gejala, diagnosis pasti dari dokter sangatlah krusial untuk menentukan langkah pengobatan yang efektif.

Penyebab Benjolan di Bawah Rahang yang Sakit Jika Ditekan

Benjolan yang terasa nyeri saat disentuh di area bawah rahang dapat menunjukkan berbagai kondisi medis. Beberapa penyebab umum seringkali terkait dengan respons imun tubuh, sementara yang lain mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Umum

  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Ini adalah penyebab paling sering dari benjolan di bawah rahang. Kelenjar getah bening berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, membengkak saat melawan infeksi bakteri atau virus, seperti flu, sakit tenggorokan, infeksi telinga, atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja untuk memerangi patogen.
  • Infeksi Gigi atau Gusi: Infeksi yang terjadi pada akar gigi atau jaringan gusi di sekitarnya dapat menyebar dan menyebabkan kelenjar getah bening di bawah rahang membengkak sebagai respons. Abses gigi atau penyakit gusi yang parah adalah pemicu umum.
  • Radang Amandel (Tonsilitis): Amandel yang meradang karena infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di bawah rahang dan leher. Kondisi ini seringkali disertai demam, nyeri saat menelan, dan sakit tenggorokan.
  • Peradangan Kelenjar Liur (Sialadenitis): Kelenjar liur, termasuk yang terletak di bawah rahang, dapat mengalami peradangan akibat dehidrasi atau infeksi. Ini menyebabkan benjolan yang nyeri dan terkadang demam.
  • Gigitan Serangga: Reaksi alergi atau peradangan lokal akibat gigitan serangga di area leher atau rahang juga bisa memicu munculnya benjolan yang terasa nyeri saat ditekan.

Kondisi Lain yang Lebih Jarang

  • Kista atau Lipoma:
    • Kista: Benjolan berisi cairan atau material semi-padat yang bisa muncul di bawah kulit, terkadang terasa nyeri jika meradang atau terinfeksi.
    • Lipoma: Benjolan jinak berisi jaringan lemak yang tumbuh lambat di bawah kulit. Meskipun biasanya tidak nyeri, lipoma bisa terasa nyeri jika menekan saraf di sekitarnya.
  • Gondongan (Mumps): Infeksi virus ini menyerang kelenjar parotis, kelenjar liur utama yang terletak di depan telinga dan bisa meluas hingga ke bawah rahang. Gondongan menyebabkan benjolan yang nyeri dan disertai demam.
  • Kanker: Meskipun lebih jarang, benjolan yang sakit di bawah rahang juga bisa menjadi tanda tumor jinak atau ganas. Kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker mulut, atau kanker tiroid (jika benjolan berada di area leher bawah) dapat bermanifestasi sebagai benjolan keras yang nyeri atau tidak nyeri. Penting untuk diketahui bahwa nyeri tidak selalu menandakan keganasan, namun benjolan yang keras dan tidak bergerak perlu segera diperiksa.

Langkah Penanganan Sementara di Rumah

Ketika mengalami benjolan di bawah rahang yang sakit, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala sementara sebelum memeriksakan diri ke dokter.

  • Kompres Hangat: Tempelkan kompres hangat pada area benjolan selama 10-15 menit, beberapa kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi nyeri dan meredakan pembengkakan.
  • Perbanyak Minum Air Putih Hangat: Konsumsi cairan yang cukup, terutama air hangat, dapat membantu menjaga hidrasi dan mendukung proses pemulihan tubuh, terutama jika benjolan terkait dengan peradangan atau infeksi.
  • Istirahat Cukup dan Makan Makanan Bergizi: Memberikan tubuh waktu untuk beristirahat dan asupan nutrisi yang baik akan memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi atau peradangan.
  • Hindari Menekan atau Memijat Benjolan Berlebihan: Menekan atau memijat benjolan terlalu sering dapat memperparah iritasi, nyeri, atau bahkan memicu penyebaran infeksi jika ada.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter?

Meskipun beberapa penyebab benjolan mungkin tidak serius, ada tanda-tanda peringatan yang menunjukkan perlunya evaluasi medis segera. Jangan menunda kunjungan ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Benjolan tidak mengecil setelah dua minggu atau justru terus membesar.
  • Benjolan disertai demam tinggi, kesulitan menelan, kesulitan bernapas, atau nyeri hebat yang mengganggu aktivitas.
  • Benjolan terasa sangat keras, tidak bergerak, atau tidak berpindah saat digerakkan.
  • Munculnya benjolan baru di area lain atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Diagnosis Medis dan Penanganan yang Tepat

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk meraba benjolan dan area di sekitarnya, serta menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Untuk mendapatkan diagnosis pasti, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti:

  • USG (Ultrasonografi): Untuk melihat struktur benjolan, apakah berisi cairan atau padat.
  • Tes Darah: Untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau peradangan dalam tubuh.
  • Biopsi: Jika dicurigai adanya keganasan, sampel jaringan dari benjolan akan diambil untuk dianalisis di laboratorium.

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari. Ini bisa berupa pemberian antibiotik untuk infeksi bakteri, obat antiinflamasi untuk peradangan, atau tindakan medis lebih lanjut jika ditemukan kista, lipoma, gondongan, atau kondisi serius lainnya.

Pentingnya Diagnosis Akurat dan Layanan Halodoc

Benjolan di bawah rahang yang sakit jika ditekan adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Meskipun seringkali disebabkan oleh hal yang ringan, penting untuk memastikan penyebabnya melalui diagnosis medis yang akurat. Penundaan dapat memperburuk kondisi atau menunda penanganan penyakit serius.

Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis, melakukan telekonsultasi, atau mencari informasi kesehatan terpercaya. Prioritaskan kesehatan dengan tidak menunda pemeriksaan medis.