Ad Placeholder Image

Benjolan di Rahang Sakit? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Benjolan di Rahang Sakit? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

Benjolan di Rahang Sakit? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!Benjolan di Rahang Sakit? Ini Penyebab dan Cara Atasinya!

Benjolan di bawah rahang yang terasa sakit saat ditekan bisa menjadi sumber kekhawatiran. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening sebagai respons terhadap infeksi atau peradangan. Namun, penting untuk mengetahui penyebab pasti dari benjolan tersebut agar penanganan yang tepat dapat dilakukan. Artikel ini akan membahas berbagai penyebab benjolan di bawah rahang yang sakit jika ditekan, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk meredakan gejala dan kapan sebaiknya mencari pertolongan medis.

Apa Itu Benjolan di Bawah Rahang?

Benjolan di bawah rahang adalah pembengkakan atau massa yang muncul di area bawah rahang. Ukuran dan teksturnya bisa bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Benjolan ini bisa terasa lunak, keras, nyeri, atau tidak nyeri saat ditekan.

Penyebab Benjolan di Bawah Rahang yang Sakit Jika Ditekan

Berikut adalah beberapa penyebab umum benjolan di bawah rahang yang disertai rasa sakit saat ditekan:

  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Ini adalah penyebab paling umum. Kelenjar getah bening membengkak sebagai respons terhadap infeksi virus atau bakteri, seperti flu, sakit tenggorokan, atau infeksi telinga.
  • Infeksi Gigi atau Gusi: Infeksi pada gigi berlubang atau gusi dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan.
  • Radang Amandel (Tonsilitis): Peradangan pada amandel dapat menyebabkan kelenjar getah bening di bawah rahang membengkak, disertai demam dan nyeri saat menelan.
  • Peradangan Kelenjar Liur (Sialadenitis): Kondisi ini terjadi akibat infeksi atau dehidrasi, yang mempengaruhi kelenjar liur di bawah rahang.
  • Gigitan Serangga: Gigitan serangga di area kulit sekitar rahang kadang-kadang dapat memicu reaksi pembengkakan.
  • Kista atau Lipoma: Kista adalah kantung berisi cairan, sedangkan lipoma adalah benjolan lemak. Keduanya dapat muncul di bawah rahang dan terasa nyeri saat ditekan.
  • Gondongan: Infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis (kelenjar penghasil air liur) dapat menyebabkan benjolan nyeri di depan telinga dan bawah rahang.
  • Kanker: Meskipun jarang terjadi, tumor jinak atau ganas (kanker kelenjar getah bening, mulut, atau tiroid) dapat menyebabkan benjolan keras yang nyeri di bawah rahang.

Gejala Penyerta

Selain benjolan yang sakit saat ditekan, beberapa gejala lain mungkin menyertai, tergantung pada penyebabnya:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri saat menelan
  • Sakit telinga
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Kemerahan atau peradangan di sekitar benjolan
  • Kelelahan

Cara Meredakan Gejala Sementara di Rumah

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah untuk meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan:

  • Kompres hangat pada benjolan selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
  • Perbanyak minum air putih hangat untuk menjaga hidrasi.
  • Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan bergizi.
  • Hindari menekan atau memijat benjolan secara berlebihan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Benjolan tidak mengecil setelah 2 minggu atau terus membesar.
  • Disertai demam tinggi, sulit menelan, sulit bernapas, atau nyeri hebat.
  • Benjolan terasa sangat keras dan tidak berpindah saat digerakkan.
  • Terdapat perubahan warna kulit di sekitar benjolan.
  • Memiliki riwayat kanker atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Diagnosis dan Pengobatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang seperti USG, tes darah, atau biopsi untuk menentukan penyebab pasti benjolan. Pengobatan akan tergantung pada penyebabnya. Infeksi bakteri mungkin memerlukan antibiotik, sementara kondisi lain mungkin memerlukan penanganan yang lebih spesifik.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Benjolan di bawah rahang yang sakit saat ditekan umumnya disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi atau peradangan. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, penting untuk memantau perkembangan benjolan dan segera berkonsultasi dengan dokter jika terdapat gejala yang mengkhawatirkan. Untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan terpercaya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.