Ad Placeholder Image

Benjolan Kecil Buah Zakar Tak Sakit: Ini Faktanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Benjolan Kecil di Buah Zakar Tak Sakit? Aman Atau Tidak?

Benjolan Kecil Buah Zakar Tak Sakit: Ini FaktanyaBenjolan Kecil Buah Zakar Tak Sakit: Ini Faktanya

DAFTAR ISI


Menemukan benjolan di skrotum atau kantung zakar sering kali menjadi pengalaman yang mendebarkan bagi pria. Skrotum adalah kantung kulit yang berisi testis, epididimis, dan bagian bawah korda spermatika. Karena letaknya yang sangat sensitif dan fungsinya yang krusial bagi sistem reproduksi, setiap perubahan bentuk, seperti munculnya benjolan, tentu memicu kekhawatiran akan kondisi serius seperti kanker.

Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua benjolan di skrotum bersifat ganas. Faktanya, sebagian besar benjolan skrotum disebabkan oleh kondisi jinak (non-kanker) seperti penumpukan cairan, peradangan, atau pelebaran pembuluh darah. Meski demikian, diagnosis mandiri sangat tidak disarankan karena gejala antar satu kondisi dengan kondisi lainnya sering kali mirip namun membutuhkan penanganan yang jauh berbeda.

Penanganan dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi, terutama jika benjolan berkaitan dengan kesuburan atau infeksi akut. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai kemungkinan penyebab benjolan di skrotum, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan tindakan medis segera.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai penyebab dan cara menanganinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Benjolan di Skrotum

Benjolan di skrotum adalah adanya massa atau pembengkakan yang terasa tidak normal di dalam kantung zakar. Massa ini bisa terasa padat, berisi cairan, atau terasa seperti kumpulan pembuluh darah yang menonjol. Benjolan bisa muncul di salah satu testis (testis kanan atau kiri) atau di area sekitarnya dalam skrotum.

Beberapa benjolan muncul secara tiba-tiba disertai rasa sakit yang hebat, sementara yang lain tumbuh secara perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan rasa sakit sama sekali. Memahami struktur anatomi skrotum membantu kita menyadari bahwa benjolan bisa berasal dari testis itu sendiri, epididimis (saluran penyimpan sperma), atau korda spermatika yang menghubungkan testis ke rongga perut.

Berbagai Penyebab Benjolan di Skrotum

Ada banyak faktor yang dapat memicu munculnya massa di area genital pria. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum ditemukan dalam praktik klinis:

1. Varikokel

Varikokel adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan pada pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip dengan varises yang terjadi pada kaki. Kondisi ini paling sering ditemukan pada sisi kiri skrotum. Varikokel sering kali tidak menimbulkan gejala, namun bisa menyebabkan rasa pegal atau berat pada skrotum setelah beraktivitas lama. Benjolan ini sering dideskripsikan terasa seperti “kantong berisi cacing” saat diraba.

2. Hidrokel

Hidrokel terjadi ketika ada penumpukan cairan berlebih di antara lapisan pelindung testis. Ini adalah penyebab umum pembengkakan skrotum yang tidak terasa sakit. Hidrokel bisa terjadi sejak lahir atau berkembang di kemudian hari akibat cedera atau peradangan. Meski biasanya tidak berbahaya, pembengkakan yang besar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat bergerak.

3. Spermato kel (Kista Epididimis)

Ini adalah kantung berisi cairan (kista) yang terbentuk di dalam epididimis. Cairan di dalamnya biasanya mengandung sel sperma yang sudah mati. Benjolan ini umumnya kecil, halus, dan terletak di atas testis. Spermato kel biasanya tidak bersifat kanker dan tidak memengaruhi kesuburan pria.

4. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore. Selain benjolan, gejala yang muncul biasanya meliputi nyeri hebat, kemerahan pada skrotum, dan terkadang demam. Jika terjadi infeksi, kamu bisa beli obat online di Halodoc sesuai dengan anjuran tenaga medis untuk meredakan gejalanya.

5. Hernia Inguinalis

Hernia terjadi ketika sebagian jaringan usus mendorong melalui titik lemah di otot perut ke arah saluran inguinal di skrotum. Ini akan tampak sebagai benjolan di selangkangan atau skrotum yang mungkin membesar saat kamu batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat, dan mengecil saat berbaring.

6. Torsio Testis (Kedaruratan Medis)

Ini adalah kondisi di mana korda spermatika terpelintir, sehingga memutus aliran darah ke testis. Gejalanya adalah nyeri yang muncul secara mendadak dan sangat hebat, diikuti dengan pembengkakan dan kemerahan. Ini adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan operasi segera untuk menyelamatkan testis.

7. Kanker Testis

Meskipun jarang (hanya sekitar 1% dari semua benjolan skrotum), kanker testis adalah kondisi yang paling dikhawatirkan. Benjolan kanker biasanya terasa keras, tidak sakit, dan menetap pada testis. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Tips Melakukan Pemeriksaan Mandiri (SADARI Pria)
  1. Lakukan pemeriksaan setelah mandi air hangat saat kulit skrotum dalam keadaan rileks.
  2. Gunakan kedua tangan untuk meraba setiap testis secara perlahan.
  3. Cari adanya benjolan keras, perubahan ukuran, atau perbedaan tekstur yang signifikan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Mengingat beragamnya penyebab benjolan, kamu harus memperhatikan gejala penyerta yang menyertainya. Segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika kamu mengalami tanda-tanda berikut:

  • Nyeri yang muncul tiba-tiba dan sangat hebat di area testis.
  • Benjolan yang terasa keras dan tidak dapat digerakkan.
  • Pembengkakan yang disertai demam, mual, atau muntah.
  • Adanya darah dalam urin atau air mani.
  • Skrotum terasa sangat berat secara terus-menerus.

Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?

Ketika kamu berkonsultasi, dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis berikut:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan meraba benjolan untuk menentukan lokasi, ukuran, dan konsistensinya.
  • Transiluminasi: Menyinari skrotum dengan lampu senter. Jika cahaya menembus, kemungkinan besar itu adalah hidrokel (berisi cairan). Jika cahaya tertahan, kemungkinan itu adalah massa padat.
  • USG Skrotum: Prosedur utama yang menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur di dalam skrotum secara detail. Ini sangat efektif untuk membedakan antara kista, varikokel, atau tumor.
  • Tes Urin dan Darah: Digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi atau penanda tumor tertentu dalam darah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menunggu sampai benjolan terasa sakit untuk memeriksakannya. Banyak kondisi serius seperti kanker testis justru dimulai dengan benjolan yang tidak terasa sakit sama sekali. Sebaliknya, kondisi seperti torsio testis membutuhkan penanganan dalam hitungan jam untuk mencegah kematian jaringan testis.

Jika kamu menemukan perubahan sekecil apa pun pada organ reproduksi, langkah terbaik adalah mendapatkan diagnosis medis yang akurat. Dokter akan memberikan rencana perawatan yang tepat, apakah itu sekadar observasi, pemberian antibiotik, atau tindakan bedah.

Studi Mengenai Kesehatan Reproduksi Pria

Journal of Urology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa varikokel ditemukan pada sekitar 15% populasi pria dewasa dan merupakan penyebab utama penurunan kualitas sperma pada pria yang mengalami masalah kesuburan primer. Penanganan dini pada varikokel terbukti dapat memperbaiki parameter sperma secara signifikan.

Selain itu, penelitian lain dalam ranah onkologi menekankan bahwa kanker testis memiliki tingkat kesembuhan di atas 95% jika didiagnosis pada stadium awal. Hal ini menekankan betapa pentingnya kesadaran pria untuk melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin dan tidak menunda konsultasi medis.

Segera diskusikan keluhanmu dengan ahli medis agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran. Kamu bisa mendapatkan arahan awal dan saran medis yang kredibel melalui layanan konsultasi online.

Punya Kekhawatiran Mengenai Benjolan di Skrotum? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti munculnya benjolan yang membingungkan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Scrotal masses – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Scrotal Mass: Types, Causes & Treatment.
NHS UK. Diakses pada 2026. Testicular lumps and swellings.
Urology Care Foundation. Diakses pada 2026. What are Scrotal Masses?

FAQ

1. Apakah semua benjolan di testis adalah kanker?

Tidak, sebagian besar benjolan di skrotum bersifat jinak, seperti hidrokel atau varikokel. Namun, pemeriksaan dokter tetap wajib untuk memastikannya.

2. Apakah varikokel bisa menyebabkan kemandulan?

Ya, varikokel dapat meningkatkan suhu di sekitar testis yang berpotensi mengganggu produksi dan kualitas sperma, namun banyak pria dengan varikokel tetap bisa memiliki keturunan.

3. Bagaimana cara membedakan hernia dan hidrokel?

Hernia biasanya membesar saat batuk atau mengejan dan sering bisa didorong kembali, sedangkan hidrokel adalah kumpulan cairan yang biasanya terasa lebih lunak dan tidak berubah posisi saat mengejan.

4. Apakah torsio testis bisa sembuh sendiri?

Tidak, torsio testis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan tindakan bedah segera untuk memutar kembali testis agar aliran darah kembali normal.