Ad Placeholder Image

Benjolan Kecil di Selangkangan: Penyebab dan Kapan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Benjolan Kecil di Selangkangan: Penyebab, Ciri, Kapan ke Dokter?

Benjolan Kecil di Selangkangan: Penyebab dan Kapan ke Dokter?Benjolan Kecil di Selangkangan: Penyebab dan Kapan ke Dokter?

DAFTAR ISI


Merasakan benjolan di area lipatan paha atau selangkangan tentu bisa memicu rasa khawatir dan tidak nyaman. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada pria maupun wanita, namun tentu saja tidak boleh diabaikan. Benjolan tersebut dapat bervariasi dari segi ukuran, tekstur, hingga tingkat nyeri yang dirasakan. Beberapa benjolan mungkin terasa lunak dan bisa bergeser saat disentuh, sementara yang lain mungkin keras, menetap, dan disertai rasa sakit yang tajam.

Secara anatomis, area selangkangan memiliki banyak kelenjar getah bening, pembuluh darah, saraf, dan struktur otot. Oleh karena itu, munculnya benjolan bisa menjadi pertanda adanya reaksi peradangan, infeksi lokal, masalah pada kulit, atau bahkan kelainan struktural di dalam tubuh seperti turun berok (hernia). Sangat penting untuk tidak memencet, menggaruk secara kasar, atau mencoba memecahkan benjolan tersebut secara mandiri, karena tindakan ini justru dapat memperburuk kondisi atau memicu infeksi sekunder yang lebih berbahaya.

Penanganan yang tepat sangat bergantung pada akar penyebabnya. Jika benjolan disebabkan oleh peradangan folikel rambut atau infeksi kulit ringan, sistem imun tubuh seringkali dapat mengatasinya sendiri yang bisa dibantu dengan perawatan rumahan sederhana. Namun, untuk penyebab yang lebih kompleks, intervensi medis mutlak diperlukan. Jika kamu menyadari ada benjolan di selangkangan yang tak kunjung hilang, makin membesar, atau menimbulkan rasa nyeri yang hebat, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Untuk meredakan nyeri ringan atau demam yang mungkin menyertai kemunculan benjolan akibat infeksi, kamu bisa mengonsumsi pereda nyeri yang dijual bebas. Jika kamu kehabisan persediaan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, agar kamu lebih paham mengenai apa saja yang bisa memicu kondisi ini, mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab Ada Benjolan di Selangkangan

Mengetahui penyebab pasti dari benjolan adalah langkah pertama yang krusial sebelum menentukan metode pengobatan. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang paling sering menjadi biang keladi munculnya benjolan di area selangkangan:

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

Di area selangkangan, terdapat kelompok kelenjar getah bening (limfadenopati inguinal) yang berfungsi menyaring cairan limfatik dan menjebak virus serta bakteri. Jika terjadi infeksi di area kaki, alat kelamin, atau panggul, kelenjar ini akan bekerja keras memproduksi sel darah putih sehingga ukurannya membengkak. Pembengkakan ini umumnya terasa nyeri jika ditekan, lunak, dan ukurannya sebesar kacang polong atau lebih. Infeksi jamur (tinea cruris) dan infeksi kulit bakteri adalah penyebab paling umum kondisi ini.

2. Hernia Inguinalis (Turun Berok)

Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak mendorong melalui titik lemah di dinding otot perut bawah, tepatnya di area kanalis inguinalis. Kondisi ini sering ditandai dengan benjolan yang muncul saat kamu berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat beban berat, namun benjolan tersebut bisa masuk atau menghilang ketika kamu berbaring. Hernia lebih sering dialami pria, dan jika usus sampai terjepit (strangulasi), ini merupakan kondisi gawat darurat medis yang butuh operasi segera.

3. Kista Epidermoid atau Kista Sebasea

Kista adalah kantung tertutup di bawah kulit yang berisi cairan, minyak, atau materi mirip keju (keratin). Di area selangkangan yang sering bergesekan dan berkeringat, kista sangat mudah terbentuk akibat penyumbatan kelenjar minyak atau folikel rambut. Kista biasanya tidak terasa sakit kecuali jika meradang atau terinfeksi. Kista yang terinfeksi akan memerah, hangat, dan bisa mengeluarkan nanah berbau tidak sedap.

4. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore, herpes genital, hingga HIV/AIDS kerap kali bermanifestasi sebagai pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan. Pada herpes, benjolan bisa berupa lepuhan berisi air yang sangat perih dan mudah pecah. Sementara pada sifilis, mungkin muncul luka (chancre) yang tidak terasa sakit namun disertai benjolan di lipatan paha.

5. Lipoma dan Fibroma

Lipoma merupakan benjolan jinak yang berasal dari pertumbuhan jaringan lemak berlebih di bawah kulit. Karakteristik lipoma adalah terasa empuk seperti adonan, mudah digerakkan saat ditekan, bertumbuh sangat lambat, dan tidak menimbulkan nyeri. Secara umum, lipoma dan tumor jinak kulit lainnya tidak berbahaya, tetapi bisa diangkat secara bedah jika dirasa mengganggu kenyamanan estetik atau gerak.

Tips Mencegah Benjolan dan Infeksi di Area Selangkangan
  1. Jaga kebersihan area selangkangan dengan mandi rutin menggunakan sabun yang lembut dan pastikan area tersebut benar-benar kering setelah mandi untuk mencegah infeksi jamur.
  2. Hindari memakai celana dalam atau celana luar yang terlalu ketat untuk mengurangi gesekan dan penumpukan keringat berlebih.
  3. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik.
  4. Terapkan praktik seks yang aman (menggunakan kondom) untuk menurunkan risiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS).
  5. Lakukan teknik mengangkat barang berat dengan benar (bertumpu pada lutut, bukan punggung dan perut) guna menghindari risiko hernia.

Langkah Penanganan dan Perawatan Mandiri

Sembari mengevaluasi gejala atau menunggu jadwal konsultasi bersama dokter, ada beberapa langkah perawatan mandiri (home remedies) yang bisa kamu terapkan untuk meminimalisir rasa tidak nyaman:

1. Kompres Hangat

Jika benjolan dicurigai merupakan kista atau pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri, mengaplikasikan kompres hangat dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah lokal dan meredakan peradangan. Tempelkan kain yang telah direndam air hangat (bukan panas) selama 10-15 menit pada area benjolan. Lakukan ini 3-4 kali sehari.

2. Hindari Memencet Benjolan

Apapun jenis benjolannya, baik itu kista, jerawat besar, atau kelenjar getah bening, tahan keinginan untuk memencet, menusuk, atau memecahkannya. Tindakan manipulatif ini dapat mendorong infeksi masuk lebih dalam ke aliran darah dan memicu komplikasi yang lebih parah seperti abses.

3. Menggunakan Pereda Nyeri OTC

Untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan secara umum, obat golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) seperti ibuprofen atau paracetamol yang dijual bebas bisa menjadi opsi pertolongan pertama. Tentu saja, penggunaan obat ini harus mengikuti instruksi dosis pada kemasan produk.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun beberapa benjolan bersifat jinak dan dapat kempes dengan sendirinya seiring membaiknya kondisi imun, kamu tidak boleh lengah. Ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang mengharuskan kamu untuk segera mencari pertolongan medis profesional. Segera kunjungi dokter umum, dokter spesialis bedah, atau spesialis kulit dan kelamin jika kamu mengalami gejala berikut:

  • Benjolan muncul secara tiba-tiba dan membesar dengan sangat cepat.
  • Benjolan terasa sangat keras, kaku, dan tidak bisa digerakkan (terikat erat dengan jaringan di sekitarnya). Ini bisa menjadi salah satu tanda keganasan (kanker).
  • Disertai demam tinggi, menggigil, keringat malam yang berlebih, dan penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Benjolan hernia (turun berok) yang tadinya bisa keluar masuk, kini tersangkut, berubah warna menjadi merah atau keunguan, dan memicu nyeri perut hebat serta muntah. Kondisi ini adalah indikasi hernia inkarserata yang butuh operasi darurat.
  • Area di sekitar benjolan terasa sangat panas, meradang hebat, dan mengeluarkan nanah atau darah kotor.

Studi Mengenai Benjolan Inguinal

American Family Physician menerbitkan ulasan klinis yang menjelaskan bahwa keluhan benjolan di pangkal paha atau selangkangan seringkali merupakan tantangan diagnostik karena luasnya kemungkinan penyebab medis.

Studi tersebut menggarisbawahi bahwa evaluasi fisik yang teliti adalah kunci utama. Pada sebagian besar pasien usia muda, benjolan umumnya berakar dari peradangan kelenjar getah bening akibat infeksi lokal ringan atau penyakit menular seksual. Sebaliknya, pada populasi dewasa tua, prevalensi benjolan akibat hernia inguinalis dan risiko keganasan (seperti limfoma metastasis) meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang seperti USG Inguinal sering direkomendasikan dokter untuk mendapatkan gambaran visual yang membedakan massa padat (tumor), kistik (kista), atau hernia.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Family Physician. Diakses pada 2024. Evaluation of the Patient with a Neck, Supraclavicular, or Groin Mass.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Swollen lymph nodes – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Inguinal Hernia: Symptoms, Causes & Treatment.
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Lumps – Groin lump.
Healthline. Diakses pada 2024. What Causes a Lump in the Groin?

FAQ

1. Apakah wajar jika ada benjolan di selangkangan tapi tidak sakit?

Ya, bisa jadi wajar. Benjolan yang tidak sakit seringkali berupa lipoma (tumor lemak jinak) atau kista yang belum meradang. Namun, benjolan tidak nyeri yang menetap, keras, dan makin membesar juga bisa menjadi tanda kondisi serius seperti limfoma, sehingga tetap perlu dievaluasi oleh dokter.

2. Apakah benjolan kelenjar getah bening di selangkangan bisa hilang sendiri?

Ya, jika penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri ringan pada tubuh bagian bawah, kelenjar getah bening umumnya akan mengempis dan kembali ke ukuran normal dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 minggu setelah infeksi utamanya sembuh.

3. Bagaimana membedakan benjolan hernia dengan benjolan kista?

Benjolan hernia biasanya membesar saat kamu batuk, mengangkat barang berat, atau mengejan, dan akan menghilang atau mengecil saat kamu berbaring santai. Sebaliknya, kista tetap ada di posisinya terlepas dari postur tubuh, ukurannya tidak berubah-ubah dalam waktu singkat, dan berada tepat di bawah lapisan kulit.

4. Apakah sering memakai celana ketat memicu ada benjolan di selangkangan?

Bisa berpengaruh secara tidak langsung. Celana yang sangat ketat menciptakan lingkungan yang lembap, hangat, dan memicu gesekan berlebih. Hal ini meningkatkan risiko infeksi jamur atau peradangan folikel rambut, yang pada akhirnya memicu pembengkakan kelenjar getah bening atau tumbuhnya kista di selangkangan.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang