Ad Placeholder Image

Bentuk Jakun: Mengapa Pria Beda dengan Wanita?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Bentuk Jakun: Fakta Unik Pria dan Wanita

Bentuk Jakun: Mengapa Pria Beda dengan Wanita?Bentuk Jakun: Mengapa Pria Beda dengan Wanita?

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu memperhatikan tonjolan di bagian depan leher, terutama pada pria? Tonjolan ini secara medis dikenal sebagai laryngeal prominence atau yang lebih populer disebut dengan jakun. Meski sering dianggap sebagai simbol maskulinitas, jakun sebenarnya memiliki peran penting dalam sistem pernapasan dan perlindungan organ suara manusia.

Banyak orang mengira bahwa hanya pria yang memiliki jakun. Padahal, secara anatomi, baik pria maupun wanita memiliki struktur tulang rawan yang membentuk jakun. Perbedaannya terletak pada ukuran, sudut penonjolan, dan bagaimana hormon memengaruhi pertumbuhannya selama masa pubertas. Memahami perbedaan bentuk jakun ini bukan sekadar soal estetika, melainkan juga terkait dengan bagaimana suara manusia dihasilkan.

Kondisi jakun yang tampak terlalu besar, terasa nyeri, atau muncul benjolan asing di sekitarnya sering kali menimbulkan kekhawatiran. Penting bagi kamu untuk mengenali anatomi normal dan tanda-tanda gangguan kesehatan di area leher. Jika kamu merasakan ketidaknyamanan yang tidak biasa di area tenggorokan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang akurat.

Nah, mau tahu apa saja faktor yang membedakan bentuk jakun pria dan wanita serta fungsinya bagi tubuh? Berikut ulasannya!

Apa Itu Jakun?

Jakun adalah tonjolan yang terbentuk dari tulang rawan tiroid yang mengelilingi laring (kotak suara). Nama “Adam’s apple” atau jakun dalam bahasa Inggris berasal dari mitos kuno, namun secara medis, ini adalah bagian dari sistem kerangka laring. Tulang rawan tiroid ini sebenarnya terdiri dari dua lempengan yang bertemu di bagian depan leher dan membentuk sudut.

Selama masa kanak-kanak, pria dan wanita memiliki ukuran laring yang hampir sama. Namun, ketika memasuki masa pubertas, terjadi perubahan drastis terutama pada remaja laki-laki. Pertumbuhan tulang rawan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pita suara, tetapi juga menjadi tempat melekatnya otot-otot penting di tenggorokan yang membantu proses menelan dan berbicara.

Anatomi dan Fungsi Jakun

Secara anatomis, laring terdiri dari beberapa tulang rawan, dan tulang rawan tiroid adalah yang terbesar. Jakun terletak tepat di atas kelenjar tiroid. Berikut adalah beberapa fungsi utama jakun bagi tubuh manusia:

  • Melindungi Pita Suara: Fungsi utama jakun adalah melindungi laring dan pita suara yang berada di dalamnya dari benturan fisik atau cedera luar.
  • Mendukung Produksi Suara: Karena laring menempel pada tulang rawan tiroid, ukuran dan sudut tulang rawan ini memengaruhi ketegangan pita suara. Semakin besar laring, semakin panjang pita suara, yang menghasilkan nada suara yang lebih rendah.
  • Membantu Proses Pernapasan: Struktur tulang rawan ini menjaga saluran udara tetap terbuka sehingga oksigen dapat masuk ke paru-paru dengan lancar.

Mengapa Bentuk Jakun Pria dan Wanita Berbeda?

Perbedaan bentuk jakun antara pria dan wanita ditentukan oleh besarnya sudut pertemuan dua lempeng tulang rawan tiroid. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan visual yang signifikan pada leher pria dan wanita.

1. Sudut Tulang Rawan

Pada pria, kedua lempeng tulang rawan tiroid bertemu dengan sudut yang lebih tajam, yaitu sekitar 90 derajat. Sudut yang sempit ini mendorong tulang rawan menonjol ke depan secara nyata. Sebaliknya, pada wanita, sudut pertemuan tersebut lebih tumpul, yakni sekitar 120 derajat. Sudut yang lebar ini membuat permukaan tulang rawan lebih rata dan tidak menonjol keluar.

2. Ukuran Laring

Pria cenderung memiliki laring yang lebih besar dibandingkan wanita. Pertumbuhan laring yang masif selama pubertas tidak hanya menciptakan jakun yang lebih besar, tetapi juga memperpanjang pita suara. Itulah sebabnya suara pria umumnya lebih berat dan rendah dibandingkan suara wanita yang cenderung melengking.

3. Lapisan Lemak dan Otot

Wanita secara alami memiliki jaringan lemak subkutan (di bawah kulit) yang lebih tebal di area leher dibandingkan pria. Lapisan lemak ini membantu menyamarkan struktur tulang di bawahnya, sehingga jakun pada wanita jarang terlihat meskipun mereka tetap memilikinya.

Faktor yang Memengaruhi Kejelasan Jakun
  1. Tingkat hormon testosteron saat masa pubertas.
  2. Genetik atau keturunan dari orang tua.
  3. Persentase lemak tubuh (orang yang lebih kurus biasanya memiliki jakun yang lebih menonjol).

Peran Hormon dalam Pembentukan Jakun

Hormon testosteron memainkan peran kunci dalam pertumbuhan jakun. Selama pubertas, lonjakan testosteron pada pria merangsang pertumbuhan tulang rawan dan jaringan lunak di laring secara signifikan. Fenomena ini sering kali disertai dengan perubahan suara yang pecah (voice cracking) sebelum akhirnya menetap menjadi suara dewasa yang lebih berat.

Meskipun wanita juga memproduksi testosteron dalam jumlah kecil, kadar tersebut tidak cukup untuk memicu pertumbuhan laring yang ekstrem. Namun, dalam beberapa kondisi medis yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon (seperti kelebihan hormon androgen), seorang wanita mungkin memiliki jakun yang lebih terlihat dan suara yang lebih berat.

Masalah Kesehatan pada Area Jakun

Terkadang, apa yang terlihat seperti jakun yang membesar mungkin merupakan tanda dari kondisi medis tertentu. Penting untuk membedakan antara anatomi jakun yang normal dengan benjolan yang abnormal.

1. Laringitis

Peradangan pada laring akibat infeksi atau iritasi dapat menyebabkan area di sekitar jakun terasa bengkak dan nyeri. Gejala utamanya biasanya adalah suara serak atau kehilangan suara sementara.

2. Pembengkakan Kelenjar Tiroid (Gondok)

Kelenjar tiroid terletak tepat di bawah jakun. Jika kelenjar ini membengkak (goiter), tonjolan tersebut bisa menyerupai jakun yang membesar secara tidak wajar. Hal ini bisa disebabkan oleh kekurangan yodium atau penyakit autoimun.

3. Kista Duktus Tiroglosus

Ini adalah benjolan bawaan lahir yang biasanya muncul di garis tengah leher, dekat dengan jakun. Benjolan ini sering kali bergerak saat seseorang menelan atau menjulurkan lidah.

Kapan Harus Waspada Terhadap Benjolan di Leher?

Jika kamu memperhatikan adanya perubahan pada area jakun, jangan ragu untuk bertindak. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc untuk keluhan ringan seperti radang tenggorokan. Namun, segeralah ke dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Benjolan di leher yang terasa keras dan tidak bergerak saat disentuh.
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau sesak napas.
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari tiga minggu.
  • Nyeri hebat di area depan leher yang menjalar ke telinga.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas disertai benjolan.

Studi Mengenai Bentuk Jakun

Journal of Voice menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa perbedaan ukuran laring antara pria dan wanita mulai terlihat jelas sejak usia 13 hingga 15 tahun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa volume laring pria meningkat hingga tiga kali lipat selama pubertas, sementara pada wanita peningkatannya jauh lebih sedikit.

Selain itu, studi dalam bidang radiologi juga menegaskan bahwa sudut tulang rawan tiroid merupakan parameter yang sangat akurat dalam menentukan jenis kelamin secara forensik melalui pemeriksaan pencitraan medis pada area leher.

Memahami anatomi dan bentuk jakun membantu kita lebih sadar akan kesehatan sistem pernapasan dan kotak suara. Jika kamu merasa bentuk jakunmu berubah secara mendadak atau disertai nyeri, segera periksakan diri.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Throat Anatomy: Larynx and Thyroid Cartilage.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Adam’s Apple: Overview and Function.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Do Some People Have Adam’s Apples and Others Don’t?.
WebMD. Diakses pada 2026. Your Throat and Vocal Cords: How They Work.

FAQ

1. Apakah wanita benar-benar tidak punya jakun?

Wanita tetap memiliki tulang rawan tiroid (jakun), namun ukurannya lebih kecil dan sudutnya lebih lebar sehingga tidak menonjol keluar seperti pada pria.

2. Apakah jakun yang besar berarti testosteron tinggi?

Secara umum, jakun yang menonjol adalah hasil dari pengaruh testosteron selama pubertas. Namun, ukuran akhirnya juga sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan struktur tulang individu.

3. Bisakah jakun dihilangkan melalui operasi?

Bisa. Prosedur ini disebut chondrolaryngoplasty atau sering dikenal dengan “tracheal shave”. Operasi ini biasanya dilakukan untuk alasan estetika dengan mengikis sebagian tulang rawan tiroid.

4. Kenapa jakun terasa sakit saat menelan?

Rasa sakit saat menelan di area jakun bisa disebabkan oleh radang tenggorokan, laringitis, atau masalah pada kelenjar tiroid. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika nyeri menetap.

Punya Keluhan di Area Leher atau Jakun? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri di leher atau suara serak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.