Ad Placeholder Image

Bera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si Kecil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Juni 2026

Bera Adalah: Tes Dengar Penting Buat Si Kecil Sehat

Bera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si KecilBera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si Kecil

DAFTAR ISI


Pendengaran adalah salah satu indra paling krusial dalam fase awal kehidupan seorang anak. Melalui pendengaran, bayi mulai mengenal suara ibunya, belajar meniru bunyi, hingga akhirnya mampu berbicara dan berkomunikasi secara efektif. Sayangnya, gangguan pendengaran pada bayi sering kali tidak terdeteksi secara kasat mata karena bayi belum bisa mengeluhkan apa yang mereka rasakan.

Di sinilah peran teknologi medis menjadi sangat vital. Salah satu metode yang dianggap sebagai standar emas (gold standard) untuk mendeteksi gangguan pendengaran secara objektif pada bayi dan anak-anak adalah tes BERA atau Brainstem Evoked Response Audiometry. Berbeda dengan tes pendengaran konvensional yang membutuhkan respons aktif dari pasien, BERA bekerja dengan mengukur gelombang otak sebagai respons terhadap rangsangan suara.

Jika kamu merasa Si Kecil kurang responsif terhadap suara keras atau mengalami keterlambatan bicara, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan rujukan pemeriksaan pendengaran yang tepat. Deteksi dini adalah kunci utama untuk mencegah hambatan perkembangan kognitif dan sosial anak di masa depan.

Selain melakukan pemeriksaan medis, pastikan juga kebutuhan nutrisi harian Si Kecil dan keluarga tercukupi dengan produk kesehatan berkualitas. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk memenuhi kebutuhan vitamin atau suplemen pendukung daya tahan tubuh dengan praktis.

Nah, mau tahu lebih mendalam apa itu tes BERA dan bagaimana prosedurnya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa Itu Tes BERA?

Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA) atau sering juga disebut ABR (Auditory Brainstem Response) adalah pemeriksaan elektrofisiologi untuk mengevaluasi fungsi saraf pendengaran (saraf kranial ke-8) dan batang otak. Tes ini bersifat non-invasif dan objektif, artinya hasilnya tidak dipengaruhi oleh kemauan atau kesadaran pasien.

Secara teknis, BERA mengukur waktu yang dibutuhkan oleh impuls saraf untuk merambat dari telinga dalam (koklea) menuju batang otak. Jika terdapat hambatan atau keterlambatan dalam pengiriman sinyal tersebut, dokter dapat mengidentifikasi adanya gangguan pendengaran, baik yang bersifat konduktif (masalah pada telinga luar/tengah) maupun sensorineural (masalah pada telinga dalam atau saraf).

Mengapa Tes BERA Sangat Penting?

Banyak orang tua yang baru menyadari adanya gangguan pendengaran saat anak sudah memasuki usia 2 atau 3 tahun ketika mereka mengalami keterlambatan bicara (speech delay). Padahal, periode emas perkembangan bahasa terjadi jauh sebelum itu. Berikut alasan mengapa BERA menjadi pemeriksaan yang sangat direkomendasikan:

  • Objektivitas Tinggi: Bayi baru lahir tidak bisa mengikuti instruksi untuk mengangkat tangan saat mendengar suara. BERA memberikan data akurat tanpa memerlukan kerja sama aktif dari pasien.
  • Deteksi Dini: BERA dapat dilakukan bahkan pada bayi yang baru berusia beberapa hari, terutama bagi bayi dengan risiko tinggi (lahir prematur, kuning/ikterus berat, atau riwayat infeksi saat kehamilan).
  • Menentukan Lokasi Gangguan: Tes ini membantu dokter THT membedakan apakah gangguan terjadi di saraf pendengaran atau di area batang otak.
Siapa yang Membutuhkan Tes BERA?
  1. Bayi baru lahir sebagai bagian dari skrining pendengaran universal.
  2. Anak-anak dengan keterlambatan bicara atau gangguan perkembangan.
  3. Pasien yang dicurigai memiliki tumor pada saraf pendengaran (seperti akustik neuroma).
  4. Individu yang tidak dapat melakukan tes audiometri nada murni karena keterbatasan kognitif.

Prosedur Pemeriksaan BERA

Prosedur BERA biasanya berlangsung selama 30 hingga 60 menit. Karena tes ini membutuhkan ketenangan total, pada bayi atau anak kecil, pemeriksaan sering dilakukan saat mereka sedang tidur lelap atau dalam pengaruh sedasi ringan jika diperlukan. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Pemasangan Elektroda

Petugas medis akan menempelkan beberapa elektroda kecil di kulit kepala dan di belakang telinga pasien. Kulit akan dibersihkan terlebih dahulu agar sensor dapat menangkap gelombang otak dengan akurat.

2. Penggunaan Earphone

Earphone kecil akan dipasangkan ke telinga pasien. Melalui earphone ini, suara berupa “klik” atau nada tertentu akan diperdengarkan secara bergantian ke telinga kanan dan kiri.

3. Perekaman Respons

Saat suara terdengar, saraf pendengaran akan mengirimkan sinyal ke otak. Elektroda akan menangkap aktivitas listrik ini dan menampilkannya dalam bentuk gelombang di layar monitor komputer. Dokter akan menganalisis bentuk dan waktu munculnya gelombang tersebut untuk menentukan ambang pendengaran pasien.

Persiapan Sebelum Menjalani Tes

Agar hasil pemeriksaan BERA akurat, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh orang tua:

  • Pastikan Anak Mengantuk: Jika tes dilakukan pada bayi tanpa bius total, usahakan bayi dalam keadaan mengantuk saat tiba di rumah sakit agar ia mudah tertidur selama pemeriksaan.
  • Keramas Sebelum Tes: Pastikan rambut dan area belakang telinga anak bersih dari minyak atau lotion agar elektroda dapat menempel dengan baik.
  • Kesehatan Fisik: Informasikan kepada dokter jika anak sedang mengalami infeksi telinga tengah atau pilek hebat, karena hal ini dapat memengaruhi hasil tes.

Studi Mengenai Deteksi Dini Gangguan Pendengaran

The Journal of Pediatrics menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa intervensi pendengaran yang dilakukan sebelum bayi berusia 6 bulan secara signifikan meningkatkan kemampuan bahasa dan sosial anak dibandingkan dengan intervensi yang terlambat.

Studi tersebut menekankan bahwa penggunaan BERA sebagai alat skrining memiliki sensitivitas yang sangat baik dalam mendeteksi tuli saraf sejak dini. Dengan penanganan yang cepat, seperti penggunaan alat bantu dengar atau terapi wicara, anak dengan gangguan pendengaran tetap memiliki kesempatan untuk berkembang sejajar dengan teman sebaya mereka.

Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan pendengaran Si Kecil, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Penanganan yang cepat dapat membuat perbedaan besar bagi masa depan mereka.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan keluarga melalui Toko Kesehatan Halodoc dengan jaminan produk asli dan pengiriman cepat. Selain itu, jika kamu membutuhkan saran medis lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). Diakses pada 2024. Auditory Brainstem Response (ABR).
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hearing loss – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Brainstem Auditory Evoked Response (BAER) Test.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pentingnya Skrining Pendengaran pada Bayi Baru Lahir.

FAQ

1. Apakah tes BERA menyakitkan bagi bayi?

Tidak sama sekali. Tes BERA bersifat non-invasif. Bayi hanya akan merasakan penempelan elektroda dan mendengar suara klik melalui earphone tanpa rasa nyeri.

2. Berapa lama hasil tes BERA bisa keluar?

Hasil awal biasanya dapat dilihat langsung di monitor setelah tes selesai, namun interpretasi lengkap oleh dokter spesialis THT mungkin membutuhkan waktu 1-2 hari kerja tergantung kebijakan rumah sakit.

3. Apakah anak harus dibius untuk tes BERA?

Tidak selalu. Jika anak bisa tidur tenang secara alami, pembiusan tidak diperlukan. Namun, untuk anak yang sangat aktif, dokter mungkin menyarankan sedasi ringan agar hasil rekamannya bersih dari gangguan gerakan (artefak).

4. Apa perbedaan BERA dengan tes OAE?

OAE (Otoacoustic Emissions) mengukur respons sel rambut di telinga dalam (koklea), sedangkan BERA mengukur respons saraf hingga ke batang otak. BERA dianggap lebih komprehensif untuk menilai jalur saraf pendengaran.


Punya Kekhawatiran Soal Pendengaran Si Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau kekhawatiran soal perkembangan Si Kecil, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.