Ad Placeholder Image

Bera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si Kecil

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Bera Adalah: Tes Dengar Penting Buat Si Kecil Sehat

Bera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si KecilBera: Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Si Kecil

Apa Itu BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)?

BERA adalah singkatan dari Brainstem Evoked Response Audiometry, yaitu pemeriksaan pendengaran objektif yang mengukur respons listrik otak terhadap suara. Tes ini sangat penting untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada individu yang belum bisa berkomunikasi secara verbal, seperti bayi dan anak-anak.

Melalui BERA, dokter dapat mengevaluasi respons saraf pendengaran dan jalur pendengaran di batang otak terhadap rangsangan suara. Informasi ini sangat berharga dalam menentukan ada atau tidaknya gangguan pendengaran, serta membantu mengidentifikasi tingkat dan jenis ketulian yang mungkin terjadi.

Tujuan Utama Pemeriksaan BERA

Pemeriksaan BERA memiliki beberapa tujuan krusial dalam manajemen gangguan pendengaran, terutama pada kelompok usia rentan. Berikut adalah tujuan-tujuan tersebut:

  • Deteksi Dini: Mengidentifikasi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir dan anak-anak sedini mungkin. Deteksi awal sangat penting untuk mencegah dampak negatif pada perkembangan bicara dan bahasa.
  • Diagnosis: Menentukan ambang batas pendengaran dan jenis gangguan pendengaran. BERA dapat membedakan antara gangguan pendengaran konduktif (masalah pada telinga luar atau tengah) dan sensorineural (masalah pada telinga dalam atau saraf pendengaran).
  • Perencanaan Terapi: Membantu dokter menyusun program rehabilitasi pendengaran yang tepat. Hasil tes BERA menjadi dasar untuk rekomendasi intervensi, seperti penggunaan alat bantu dengar atau implan koklea.

Bagaimana Cara Kerja Tes BERA?

Prosedur tes BERA relatif sederhana dan tidak invasif, sehingga aman untuk bayi dan anak kecil. Tes ini biasanya dilakukan saat pasien dalam keadaan tenang atau tidur.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pelaksanaan tes BERA:

  • Pasien (umumnya bayi atau anak kecil) dibaringkan dalam kondisi tenang atau tidur pulas. Kondisi tenang diperlukan agar tidak ada artefak atau gangguan dari gerakan tubuh yang dapat memengaruhi hasil rekaman.
  • Elektroda kecil ditempelkan pada beberapa titik di kulit kepala, yaitu di dahi, ubun-ubun, dan belakang telinga (daun telinga). Elektroda ini berfungsi merekam aktivitas listrik otak.
  • Suara klik atau nada spesifik diperdengarkan melalui earphone yang dipasang di telinga pasien. Suara ini bertujuan merangsang saraf pendengaran.
  • Elektroda akan merekam respons listrik otak yang terjadi akibat rangsangan suara tersebut. Data aktivitas otak ini kemudian ditampilkan dan dianalisis melalui komputer oleh ahli audiologi atau dokter spesialis THT.

Kapan Pemeriksaan BERA Diperlukan?

Pemeriksaan BERA dianjurkan dalam beberapa situasi, terutama saat ada kekhawatiran mengenai kemampuan pendengaran seseorang. Ini sangat vital untuk anak-anak yang belum bisa menyampaikan keluhan mereka.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang memerlukan tes BERA:

  • Jika ada kecurigaan gangguan pendengaran pada bayi atau anak kecil, misalnya bayi tidak terkejut mendengar suara keras atau tidak merespons panggilan namanya.
  • Untuk skrining pendengaran pada bayi baru lahir (neonatal screening) sebagai bagian dari program kesehatan. Ini bertujuan mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini sebelum menimbulkan dampak perkembangan.
  • Ketika anak mengalami keterlambatan bicara atau ada masalah perkembangan bahasa yang tidak sesuai dengan usianya. Gangguan pendengaran seringkali menjadi penyebab utama keterlambatan bicara.
  • Pada kasus lain di mana evaluasi pendengaran objektif diperlukan, seperti pada individu dengan disabilitas intelektual atau kesulitan kooperasi.

Persiapan Sebelum Menjalani Tes BERA

Persiapan yang tepat dapat memastikan hasil tes BERA akurat dan proses pemeriksaan berjalan lancar. Beberapa langkah persiapan penting perlu diperhatikan, terutama jika pasien adalah anak-anak.

Berikut adalah beberapa persiapan yang dianjurkan:

  • Pastikan kulit kepala bersih tanpa minyak, losion, atau produk rambut lainnya. Ini membantu elektroda menempel dengan baik dan merekam sinyal listrik secara optimal.
  • Mungkin disarankan untuk mencuci rambut pada malam sebelumnya.
  • Pasien, khususnya anak-anak, sebaiknya dalam kondisi nyaman dan tidur pulas selama tes. Untuk bayi, tes sering dilakukan setelah mereka diberi susu. Bisa membawa mainan atau selimut kesukaan untuk membantu anak merasa tenang.
  • Informasikan kepada dokter atau petugas medis jika anak sedang sakit, seperti batuk pilek, demam, atau infeksi telinga. Kondisi ini bisa memengaruhi hasil tes BERA dan mungkin memerlukan penundaan pemeriksaan.

Pemeriksaan BERA adalah alat diagnostik yang sangat berharga untuk mendeteksi gangguan pendengaran secara objektif, terutama pada bayi dan anak-anak. Jika ada kekhawatiran mengenai pendengaran atau perkembangan bicara, konsultasi dengan dokter spesialis THT atau ahli audiologi adalah langkah yang tepat. Informasi lebih lanjut dan rekomendasi medis praktis dapat diakses melalui platform kesehatan seperti Halodoc.