Ad Placeholder Image

Beragam Nama Benjolan di Leher, Apa Saja?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Mei 2026

Nama Benjolan di Leher: Gondok, Lipoma, Kelenjar dan Lain-lain

Beragam Nama Benjolan di Leher, Apa Saja?Beragam Nama Benjolan di Leher, Apa Saja?

Mengenal Berbagai Nama Benjolan di Leher dan Penyebabnya

Benjolan di leher dapat menjadi perhatian serius, terutama karena area ini memiliki banyak struktur vital. Penting untuk memahami bahwa benjolan di leher memiliki beragam nama dan penyebab yang berbeda, mulai dari kondisi ringan hingga yang memerlukan penanganan medis segera. Untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, diagnosis dari dokter sangat diperlukan.

Apa Itu Benjolan di Leher?

Benjolan di leher adalah massa atau pertumbuhan abnormal yang muncul di area leher. Benjolan ini bisa teraba di permukaan kulit, di bawah kulit, atau lebih dalam di dalam jaringan leher. Karakteristik benjolan, seperti ukuran, konsistensi, nyeri, dan lokasi, dapat memberikan petunjuk awal mengenai penyebabnya. Benjolan tersebut dapat bersifat jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker).

Berbagai Nama Benjolan di Leher dan Penyebabnya

Berikut adalah beberapa nama umum benjolan di leher yang sering ditemukan, beserta penyebab yang mendasarinya:

Gondok (Goiter)

Gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher, tepat di bawah jakun. Kondisi ini bisa terlihat jelas sebagai benjolan besar yang bergerak saat menelan.

  • Penyebab Gondok:
    • Kekurangan yodium dalam diet.
    • Gangguan hormon tiroid, seperti hipertiroidisme (produksi hormon berlebihan) atau hipotiroidisme (produksi hormon kurang).
    • Nodul tiroid yang membesar.

Nodul Tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi cairan yang berkembang di dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini mungkin tunggal atau multipel. Kebanyakan nodul tiroid bersifat jinak, namun sebagian kecil dapat bersifat ganas.

  • Penyebab Nodul Tiroid:
    • Pertumbuhan jaringan tiroid yang tidak normal.
    • Kista tiroid yang berisi cairan.
    • Peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis).
    • Kanker tiroid.

Kelenjar Getah Bening Membengkak (Limfadenopati)

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang tersebar di berbagai area, termasuk leher. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher sering disebut sebagai limfadenopati.

  • Penyebab Kelenjar Getah Bening Membengkak:
    • Infeksi, seperti tuberkulosis (TBC), radang amandel (tonsilitis), infeksi virus (misalnya mononukleosis), atau infeksi bakteri lainnya.
    • Peradangan.
    • Penyakit autoimun.
    • Kanker, seperti limfoma atau metastasis dari kanker di area lain.

Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit. Benjolan ini biasanya lunak, mudah digerakkan saat disentuh, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

  • Penyebab Lipoma:
    • Pertumbuhan sel-sel lemak yang berlebihan di area tertentu.
    • Penyebab pastinya tidak selalu diketahui, namun faktor genetik mungkin berperan.

Tumor Colli (Istilah Umum)

Tumor colli adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan benjolan atau massa apa pun yang muncul di leher. Istilah ini tidak spesifik dan memerlukan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan jenis dan sifat benjolannya, apakah jinak atau ganas.

  • Penyebab Tumor Colli:
    • Mencakup semua kemungkinan penyebab benjolan di leher yang disebutkan sebelumnya, serta kondisi lain seperti kista kongenital (kista brankial, kista duktus tiroglosus).

Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Leher ke Dokter?

Konsultasi medis sangat dianjurkan jika benjolan di leher menimbulkan kekhawatiran atau disertai gejala berikut:

  • Benjolan tumbuh dengan cepat.
  • Benjolan terasa keras dan tidak dapat digerakkan.
  • Disertai nyeri.
  • Menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas.
  • Terjadi perubahan suara atau serak.
  • Disertai penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Demam yang tidak jelas penyebabnya.
  • Keringat malam.

Proses Diagnosis Benjolan di Leher

Untuk menentukan penyebab benjolan di leher, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, meliputi perabaan benjolan dan pemeriksaan daerah leher serta kepala. Pemeriksaan penunjang yang mungkin disarankan meliputi:

  • Ultrasonografi (USG) leher untuk melihat struktur benjolan.
  • Tes darah untuk memeriksa fungsi tiroid atau tanda infeksi.
  • Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan benjolan untuk analisis mikroskopis.
  • CT scan atau MRI leher untuk gambaran yang lebih detail.

Pengobatan Benjolan di Leher

Pengobatan benjolan di leher sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa benjolan jinak mungkin tidak memerlukan pengobatan dan hanya diobservasi. Namun, untuk kondisi lain, penanganan bisa berupa:

  • Pemberian obat-obatan, seperti antibiotik untuk infeksi atau hormon tiroid untuk gangguan tiroid.
  • Tindakan bedah untuk mengangkat benjolan yang mengganggu, ganas, atau berpotensi menjadi ganas.
  • Terapi radiasi atau kemoterapi untuk benjolan yang bersifat kanker.

Pencegahan Benjolan di Leher

Meskipun tidak semua benjolan dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko atau mendeteksi dini:

  • Memastikan asupan yodium yang cukup untuk mencegah gondok.
  • Menjaga kebersihan diri untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan masalah tiroid atau kanker.

Rekomendasi Medis Praktis

Setiap benjolan di leher memerlukan perhatian serius karena dapat menjadi indikator masalah kesehatan yang beragam. Jika menemukan benjolan di leher atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter. Mendapatkan diagnosis yang akurat sejak dini adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Melalui platform Halodoc, dapat mencari informasi lebih lanjut dan menghubungi dokter untuk konsultasi kesehatan yang terpercaya dan berbasis riset ilmiah.