
Berak Hijau? Tenang, Ini 5 Penyebab Umumnya Loh!
Waduh, Berak Hijau? Tenang, Ini Lho Penyebabnya!

Berak hijau (feses hijau) seringkali menimbulkan kekhawatiran, namun dalam banyak kasus, kondisi ini disebabkan oleh faktor yang tidak berbahaya. Warna feses normal pada umumnya bervariasi dari kuning hingga cokelat. Perubahan warna menjadi hijau dapat mengindikasikan berbagai hal, mulai dari diet hingga kondisi pencernaan tertentu. Penting untuk memahami penyebab di balik feses berwarna hijau agar dapat menentukan apakah diperlukan tindakan medis.
Apa Itu Berak Hijau (Feses Hijau)?
Berak hijau atau feses hijau adalah kondisi ketika tinja seseorang berwarna hijau. Warna feses ini dapat bervariasi dari hijau terang hingga hijau gelap, bahkan kehijauan kehitaman. Perubahan warna ini terjadi karena berbagai faktor yang memengaruhi proses pencernaan dan kandungan feses.
Pewarnaan feses normal disebabkan oleh pigmen empedu yang diproduksi di hati. Pigmen ini awalnya berwarna hijau dan kemudian berubah menjadi kuning, cokelat, dan akhirnya cokelat tua saat bergerak melalui usus besar. Jika proses ini terganggu atau ada zat lain yang memengaruhi warna, feses dapat menjadi hijau.
Penyebab Berak Hijau pada Manusia
Berak hijau pada manusia dapat dipicu oleh beberapa penyebab yang berbeda. Beberapa di antaranya umum terjadi dan tidak berbahaya, sementara yang lain mungkin memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Faktor Makanan dan Minuman
Konsumsi makanan dan minuman tertentu merupakan penyebab paling umum dari feses hijau. Makanan tinggi klorofil, pigmen hijau pada tumbuhan, dapat memberikan warna hijau pada tinja.
- Sayuran Hijau: Mengonsumsi sayuran berdaun hijau gelap dalam jumlah banyak seperti bayam, brokoli, atau kale.
- Pewarna Makanan: Pewarna makanan hijau yang sering ditemukan pada permen, minuman, atau makanan olahan lainnya.
- Makanan Berwarna Gelap: Makanan atau minuman berwarna biru, ungu, atau hitam yang mengandung pigmen kuat dapat berubah menjadi hijau saat dicerna dan bercampur dengan cairan empedu.
Proses Pencernaan yang Cepat
Jika makanan bergerak terlalu cepat melalui saluran pencernaan, pigmen empedu mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan. Hal ini sering terjadi pada kondisi diare.
Saat diare, usus besar tidak dapat menyerap air dan mengubah empedu secara efektif. Akibatnya, feses dikeluarkan dalam keadaan masih hijau. Ini bisa menjadi tanda gangguan pencernaan ringan.
Pengaruh Suplemen dan Obat-obatan
Beberapa jenis suplemen dan obat-obatan dapat menyebabkan perubahan warna feses menjadi hijau. Salah satu contoh yang paling sering adalah suplemen zat besi.
Suplemen zat besi atau susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi dapat memberikan warna hijau gelap atau bahkan kehitaman pada feses. Ini adalah efek samping yang umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
Kondisi Khusus pada Bayi
Pada bayi, berak hijau bisa menjadi hal yang normal atau tanda kondisi tertentu.
- Mekonium: Feses pertama bayi baru lahir, yang dikenal sebagai mekonium, berwarna hijau kehitaman dan lengket. Ini normal dan menandakan usus bayi mulai berfungsi.
- Fototerapi: Bayi yang menjalani fototerapi untuk mengatasi penyakit kuning mungkin mengalami feses hijau. Terapi ini dapat mempercepat pergerakan usus, mirip dengan efek diare.
Infeksi Saluran Pencernaan
Pada anak-anak, berak hijau juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi bakteri atau parasit pada saluran pencernaan. Infeksi ini dapat menyebabkan diare, yang mempercepat pergerakan feses dan menghasilkan warna hijau.
Infeksi seringkali disertai gejala lain seperti demam, muntah, dan nyeri perut. Penting untuk memantau gejala penyerta pada anak.
Gejala yang Menyertai Berak Hijau dan Kapan Harus ke Dokter
Meskipun sering tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana berak hijau memerlukan evaluasi medis. Perhatikan gejala penyerta yang mungkin mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.
Segera konsultasikan dengan dokter jika berak hijau:
- Berlangsung lebih dari beberapa hari dan tidak membaik.
- Disertai demam tinggi, menunjukkan kemungkinan infeksi.
- Disertai muntah berulang atau diare parah, yang dapat menyebabkan dehidrasi.
- Menyebabkan lesu atau kelemahan ekstrem.
- Disertai sakit perut yang parah atau kram perut.
- Memiliki tekstur berminyak dan bau busuk yang tidak biasa, yang mungkin menandakan masalah penyerapan nutrisi.
Langkah Penanganan dan Pencegahan Awal
Jika berak hijau tidak disertai gejala mengkhawatirkan, beberapa langkah awal dapat dilakukan.
- Perhatikan Asupan Makanan: Coba ingat kembali makanan atau minuman apa yang dikonsumsi dalam 24-48 jam terakhir. Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang dicurigai sebagai pemicu.
- Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan: Untuk mencegah infeksi saluran pencernaan, pastikan kebersihan tangan sebelum makan dan setelah buang air besar. Pastikan juga makanan yang dikonsumsi dimasak dengan matang dan higienis.
Jika berak hijau berlanjut atau muncul gejala lain yang disebutkan di atas, sangat disarankan untuk mencari diagnosis dan penanganan yang tepat dari profesional medis.
Berak hijau sebagian besar waktu bukan hal yang perlu dikhawatirkan dan seringkali disebabkan oleh diet atau pencernaan yang cepat. Namun, penting untuk tetap waspada terhadap gejala penyerta yang dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang lebih serius. Jika memiliki kekhawatiran atau gejala yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.


