Ad Placeholder Image

Berapa Asupan Protein Per Hari yang Pas Untukmu?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Asupan Protein Per Hari: Berapa Sih Kebutuhan Tubuh?

Berapa Asupan Protein Per Hari yang Pas Untukmu?Berapa Asupan Protein Per Hari yang Pas Untukmu?

Apa Itu Protein dan Mengapa Penting bagi Tubuh?

Protein adalah salah satu makronutrien esensial yang sangat dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi vital. Berperan sebagai “blok bangunan” utama, protein terlibat dalam pembentukan dan perbaikan jaringan, termasuk otot, kulit, rambut, serta organ. Selain itu, protein juga berfungsi dalam produksi enzim, hormon, dan antibodi yang krusial untuk menjaga kekebalan tubuh.

Kecukupan asupan protein harian sangat menentukan kesehatan optimal. Tanpa protein yang cukup, tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kemampuan tubuh melawan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk memahami berapa asupan protein per hari yang direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan individu.

Berapa Asupan Protein per Hari yang Ideal?

Kebutuhan protein harian setiap individu dapat bervariasi secara signifikan, tergantung pada berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan tertentu. Secara umum, untuk orang dewasa tidak aktif, rekomendasi asupan protein adalah sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan setiap hari.

Namun, angka ini dapat meningkat bagi kelompok tertentu. Anak-anak, remaja, atlet, wanita hamil, wanita menyusui, dan lansia memiliki kebutuhan protein yang lebih tinggi. Wanita hamil dan menyusui misalnya, membutuhkan sekitar 60-90 gram protein per hari untuk mendukung pertumbuhan janin atau produksi ASI.

Secara keseluruhan, asupan protein harian yang direkomendasikan mencakup 10-35% dari total kalori harian. Berikut adalah perkiraan kebutuhan protein harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia untuk beberapa kelompok:

  • Anak (1-9 tahun): 20-40 gram per hari.
  • Remaja: Kebutuhan protein lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan pesat.
  • Atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi: Membutuhkan protein lebih banyak untuk perbaikan dan pertumbuhan otot, seringkali di atas 1,2 – 2,0 gram per kilogram berat badan.
  • Lansia: Kebutuhan protein sedikit meningkat untuk mencegah sarkopenia atau kehilangan massa otot terkait usia.

Memahami berapa asupan protein per hari yang tepat sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal dan mendukung berbagai proses biologis.

Sumber-Sumber Protein yang Baik bagi Tubuh

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, penting untuk mengonsumsi berbagai sumber protein, baik hewani maupun nabati. Keduanya menyediakan asam amino esensial yang diperlukan tubuh, meskipun dalam proporsi yang berbeda.

Sumber protein hewani meliputi:

  • Telur: Sumber protein lengkap dengan profil asam amino yang sangat baik.
  • Daging Ayam: Terutama bagian dada, merupakan sumber protein rendah lemak.
  • Ikan: Kaya akan protein dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk jantung dan otak.
  • Susu dan Produk Olahannya: Seperti keju dan yogurt, menyediakan protein kalsium.

Sumber protein nabati meliputi:

  • Tahu dan Tempe: Produk olahan kedelai ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan terjangkau.
  • Kacang-kacangan: Lentil, buncis, kacang merah, dan kacang polong kaya akan protein dan serat.
  • Biji-bijian: Quinoa, gandum, dan beras merah mengandung protein serta karbohidrat kompleks.
  • Jamur: Beberapa jenis jamur juga mengandung protein yang signifikan.

Dengan mengombinasikan berbagai sumber ini dalam pola makan sehari-hari, kebutuhan berapa asupan protein per hari dapat terpenuhi secara optimal.

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Protein

Tubuh memerlukan keseimbangan protein yang tepat. Kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti pertumbuhan terhambat pada anak-anak, penurunan massa otot, melemahnya sistem kekebalan tubuh, rambut rontok, dan kulit kering. Dalam kasus ekstrem, kekurangan protein dapat memicu kondisi gizi buruk.

Di sisi lain, kelebihan asupan protein juga dapat menimbulkan dampak negatif. Konsumsi protein yang berlebihan, terutama dari sumber hewani tinggi lemak, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, masalah ginjal, dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga asupan protein dalam batas yang direkomendasikan.

Pertanyaan Umum Mengenai Asupan Protein

Masyarakat sering memiliki pertanyaan seputar asupan protein yang ideal. Berikut beberapa di antaranya:

Bagaimana cara menghitung kebutuhan protein pribadi?

Kebutuhan protein dapat dihitung berdasarkan berat badan. Bagi orang dewasa tidak aktif, kalikan 0,8 gram dengan berat badan (dalam kilogram). Misalnya, seseorang dengan berat 60 kg membutuhkan sekitar 48 gram protein per hari. Untuk aktivitas tinggi atau kondisi khusus, perhitungan dapat lebih kompleks dan sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli gizi.

Apakah protein nabati sama efektifnya dengan protein hewani?

Protein hewani umumnya dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial. Sementara itu, protein nabati seringkali tidak lengkap. Namun, dengan mengombinasikan berbagai sumber protein nabati (misalnya, nasi dengan kacang-kacangan), tubuh tetap dapat memperoleh semua asam amino esensial yang dibutuhkan.

Rekomendasi Medis Praktis

Memenuhi berapa asupan protein per hari adalah kunci untuk menjaga kesehatan optimal. Penting untuk mengonsumsi beragam sumber protein dan menyesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan pribadi berdasarkan usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Untuk memastikan kebutuhan protein terpenuhi dengan tepat dan mendapatkan panduan gizi yang sesuai, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc. Apabila tubuh mengalami keluhan seperti demam, penanganan yang tepat diperlukan. Praxion Suspensi 60 ml dapat menjadi pilihan untuk meredakan demam, namun dosis dan penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut dengan tenaga medis profesional di Halodoc. Dengan demikian, kesehatan tubuh dapat terjaga secara menyeluruh.