• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Berat Badan yang Dikategorikan Obesitas?

Berapa Berat Badan yang Dikategorikan Obesitas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Di masa pandemi ini, banyak orang yang kesulitan mengatur keinginan untuk makan. Ini disebabkan tingkat stres yang terus naik karena faktor pekerjaan dan kurangnya interaksi dengan orang lain. Akibatnya, berat badan terus naik sehingga terjadilah obesitas. Tentu saja semua orang wajib menghindarinya karena dapat meningkatkan risiko penyakit yang berbahaya.

Namun, banyak orang yang belum mengetahui berapa berat badan yang sudah melewati batas obesitas. Dengan mengetahui bobot tubuh yang ideal, kamu dapat berusaha untuk menurunkannya. Lalu, cara apa saja yang dapat dilakukan untuk menghitung jika berat badan kamu termasuk ideal, berlebih, bahkan masuk kategori obesitas? Berikut pembahasan lebih lengkap terkait hal tersebut!

Baca juga: Memiliki Bobot 350 Kg, Kenali Bahayanya Obesitas Morbid

Cara Menentukan Berat Badan Melewati Batas Obesitas atau Tidak

Kegemukan dan obesitas diartikan sebagai penumpukan lemak yang tidak normal atau berlebihan, sehingga dapat menimbulkan risiko terkait kesehatan. Belakangan ini, angka peningkatan berat badan terus meningkat bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Di banyak negara yang sudah maju, kelebihan berat badan sudah ditetapkan sebagai masalah yang membutuhkan penanganan serius.

Seseorang yang mengalami obesitas dapat mengalaminya karena faktor genetik serta lingkungan dan mungkin saja sulit untuk diatasi hanya dengan diet saja. Obesitas dapat didiagnosis oleh ahli medis dan diklasifikasikan ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) dengan angka 30 atau lebih. Lalu, bagaimana cara menghitung BMI setiap orang agar mengetahui dirinya kelebihan berat badan atau tidak? Berikut ini caranya:

Cara Menghitung BMI

Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh adalah cara yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah tubuh kamu terlalu kurus, ideal, gemuk, hingga obesitas. Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung BMI adalah menggunakan sistem metrik pengukuran, yaitu berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi dalam meter dikuadratkan.

BMI = BB / (TB)2

Contohnya, jika kamu memiliki tinggi badan 175 sentimeter dan berat badan 90 kilogram, maka perhitungannya menjadi seperti ini: Kuadratkan tinggi badan yang berat 1,75x1,75 = 3,06. Lalu, kamu dapat membagi berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan yang berarti 90/3,06 = 29,4. Setelah mendapatkan angka tersebut, kamu dapat menentukan berat badan kamu masuk ke kategori yang mana.

Baca juga: Obesitas Tidak Hanya Dipengaruhi oleh Pola Makan

Perhitungan BMI terdiri atas empat kategori berikut ini:

  • Seseorang mengalami obesitas jika BMI-nya sama atau di atas 30.
  • Saat BMI seseorang mencapai angka 25–29,9, maka ia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  • BMI normal atau berat badan ideal berada di kisaran angka 18,5–24,9.
  • Jika seseorang memiliki BMI di bawah angka 18,5, maka ia memiliki berat badan di bawah normal.

Adapun untuk populasi Asia, termasuk Indonesia, pengelompokan BMI-nya berikut ini:

  • Seseorang mengalami obesitas jika BMI-nya berada di atas angka 25.
  • Saat BMI seseorang menyentuh angka 23–24,9, maka ia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  • BMI normal berada di kisaran angka 18,5–22,9.
  • Jika seseorang memiliki BMI di bawah angka 18,5, maka ia memiliki berat badan di bawah normal.

Kamu harus selalu memastikan jika angka indeks massa tubuh tidak melewati batas obesitas. Dengan cara tersebut, kamu dapat memastikan kesehatan tubuh agar terhindar dari beberapa penyakit yang risikonya meningkat saat mengalami obesitas. Pastikan untuk melakukan diet sehat dan berolahraga secara rutin setiap harinya.

Baca juga: Pengidap Obesitas Rentan Alami Sindrom Cauda Equina

Lalu, jika kamu masih mempunyai pertanyaan terkait batas obesitas dan indeks massa tubuh, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah saja, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan kemudahan terkait akses kesehatan hanya dengan menggunakan smartphone. Unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:

WHO. Diakses pada 2020. Obesity.
Cancer. Diakses pada 2020. Normal Weight Ranges: Body Mass Index (BMI).