Ad Placeholder Image

Berapa Berat Ideal Bayi 8 Bulan? Yuk, Cek di Sini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Berat Ideal Bayi 8 Bulan: Apakah Si Kecil Sudah Optimal?

Berapa Berat Ideal Bayi 8 Bulan? Yuk, Cek di Sini!Berapa Berat Ideal Bayi 8 Bulan? Yuk, Cek di Sini!

DAFTAR ISI


Memasuki usia 8 bulan, bayi biasanya mulai menunjukkan tingkat keaktifan yang luar biasa. Ia mungkin sudah mahir merangkak, mencoba berdiri sambil berpegangan pada furnitur, hingga sibuk mengoceh. Seiring dengan peningkatan aktivitas fisiknya, nutrisi yang dibutuhkan tubuh si Kecil juga semakin bertambah. Oleh karena itu, memantau pertumbuhan fisik, terutama berat badannya, menjadi hal yang sangat krusial bagi setiap orang tua.

Pertumbuhan berat badan adalah salah satu indikator utama untuk menilai apakah nutrisi yang diserap oleh tubuh bayi sudah mencukupi atau belum. Kurangnya asupan kalori dan nutrisi tidak hanya berdampak pada berat badan yang sulit naik, tetapi juga bisa berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan kronis seperti stunting. Sebaliknya, asupan berlebih tanpa gizi seimbang dapat memicu obesitas pada bayi.

Sebagai orang tua, sangat wajar jika kamu merasa penasaran dan sering mencari informasi mengenai bayi 8 bulan berapa kg angka idealnya. Memahami panduan kurva pertumbuhan standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah langkah awal yang tepat untuk memastikan si Kecil berada di jalur pertumbuhan yang sehat.

Lantas, sebenarnya berapa berat ideal untuk bayi di usia ini? Bagaimana cara memastikan nutrisinya terpenuhi melalui Makanan Pendamping ASI (MPASI)? Mari kita bahas secara lengkap indikator pertumbuhan bayi 8 bulan, tanda perkembangan yang normal, serta tips menjaga berat badannya agar tetap ideal!

Berat Badan Ideal Bayi 8 Bulan Menurut WHO

Indikator pertumbuhan bayi selalu dipantau menggunakan Grafik Pertumbuhan WHO (World Health Organization) yang juga diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI dan IDAI. Perlu kamu ketahui bahwa standar berat badan antara bayi laki-laki dan perempuan memiliki sedikit perbedaan karena faktor komposisi tubuh dan genetik.

1. Berat Badan Bayi Laki-Laki Usia 8 Bulan

Berdasarkan kurva pertumbuhan WHO, rentang berat badan normal untuk bayi laki-laki berusia 8 bulan berada di angka 7,0 kg hingga 10,5 kg. Angka median (rata-rata tengah) yang sering dijadikan patokan ideal adalah sekitar 8,6 kg. Sementara itu, panjang badan idealnya berkisar antara 68,7 cm hingga 73,5 cm.

2. Berat Badan Bayi Perempuan Usia 8 Bulan

Untuk bayi perempuan, rentang berat badannya sedikit lebih rendah dibandingkan laki-laki. Berat badan normal bayi perempuan usia 8 bulan adalah sekitar 6,3 kg hingga 9,8 kg, dengan median atau rata-rata di angka 7,9 kg. Panjang badannya berada di rentang normal sekitar 66,8 cm hingga 71,8 cm.

Jika berat badan si Kecil berada di atas atau sedikit di bawah angka rata-rata, kamu tidak perlu panik secara berlebihan selama kurva pertumbuhannya di Kartu Menuju Sehat (KMS) atau buku KIA tetap menunjukkan tren peningkatan yang sejajar dengan garis pita warna. Penurunan berat badan secara drastis atau berat yang mendatar (stagnan) selama dua bulan berturut-turutlah yang perlu mendapat perhatian medis.

Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan

Selain fokus mencari tahu bayi 8 bulan berapa kg, memantau perkembangan motorik, sensorik, dan kognitif juga sama pentingnya. Di usia ini, bayi umumnya mengalami lonjakan perkembangan (growth spurt) yang pesat.

1. Perkembangan Motorik Kasar dan Halus

Pada usia 8 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan dan mampu mempertahankan posisi tersebut dalam waktu yang lama. Mereka juga mulai belajar merangkak. Beberapa bayi bahkan sudah mulai menarik tubuhnya untuk berdiri sambil berpegangan pada sofa atau meja. Dari segi motorik halus, kemampuan genggaman bayi semakin presisi. Ia sudah bisa menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya untuk menjumput benda-benda kecil (pincer grasp), yang sangat berguna saat ia belajar makan makanan genggam (finger food).

2. Perkembangan Kognitif dan Komunikasi

Pemahaman bayi terhadap objek dan lingkungan sekitarnya semakin matang. Ia mulai memahami konsep object permanence, yaitu menyadari bahwa sebuah benda atau seseorang tetap ada meskipun sedang tidak terlihat di depan matanya. Hal ini sering kali memicu fase separation anxiety (kecemasan berpisah) saat kamu meninggalkan ruangan. Dalam hal komunikasi, bayi 8 bulan semakin cerewet dan kerap mengulang suku kata seperti “ba-ba-ba” atau “ma-ma-ma”. Ia juga sudah bisa merespons saat namanya dipanggil.

Kandungan Nutrisi Penting dalam MPASI Bayi 8 Bulan
  1. Karbohidrat: Nasi tim, ubi, kentang, atau oat sebagai sumber energi utama untuk beraktivitas.
  2. Protein Hewani: Daging sapi cincang, hati ayam, telur, dan ikan. Protein hewani dan zat besi sangat krusial di usia ini untuk mencegah anemia dan stunting.
  3. Lemak Tambahan: Minyak zaitun (EVOO), santan, mentega tak bergaram (unsalted butter), atau keju belcube untuk mendongkrak kalori dan berat badan.
  4. Sayur dan Buah: Diberikan secukupnya untuk pengenalan rasa dan memenuhi kebutuhan serat.

Tips Menjaga Berat Badan Bayi Tetap Ideal

Mengingat bayi 8 bulan sudah sangat aktif bergerak, asupan kalori yang masuk harus lebih besar daripada yang dibakar agar berat badannya tetap naik secara stabil. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Perhatikan Tekstur dan Porsi MPASI

Di usia 8 bulan, tekstur MPASI harus mulai dinaikkan dari bubur saring halus (puree) menjadi bubur tim yang dilumatkan kasar (mashed) atau dicincang halus (minced). Tujuannya adalah merangsang kemampuan mengunyah dan pertumbuhan gigi bayi. Berikan MPASI sebanyak 2-3 kali makan utama dan 1-2 kali makanan selingan (snack) dalam sehari. Porsi setiap kali makan berkisar antara setengah hingga tiga perempat mangkuk ukuran 250 ml.

2. Fokus pada Menu Lengkap Tersendiri (Menu Kuadran)

Pastikan setiap porsi makan bayi mengandung komponen makronutrien yang lengkap: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayur atau buah secukupnya. Jangan lupa tambahkan lemak sehat (seperti santan atau kaldu tulang) yang sangat padat kalori untuk membantu menaikkan berat badan.

3. Pertahankan Pemberian ASI atau Susu Formula

Meskipun si Kecil sudah rutin makan MPASI, ASI (Air Susu Ibu) atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama hingga bayi berusia 1 tahun. Berikan ASI sesuka bayi (on demand) atau setidaknya 4-6 kali dalam sehari. Jika menggunakan susu formula, konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan takarannya sudah sesuai dengan kebutuhan harian.

4. Pastikan Kualitas Tidur yang Cukup

Hormon pertumbuhan (growth hormone) diproduksi secara maksimal saat bayi berada dalam fase tidur nyenyak (deep sleep). Bayi usia 8 bulan membutuhkan total waktu tidur sekitar 12 hingga 14 jam dalam sehari, yang terbagi menjadi tidur malam panjang (10-11 jam) dan tidur siang sebanyak 2 kali (total 2-3 jam). Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memengaruhi nafsu makan bayi di siang hari.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh kembang yang unik, ada beberapa tanda bahaya (red flags) terkait berat badan dan perkembangan yang mengharuskan kamu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Jangan menunda jika kamu melihat tanda-tanda berikut pada si Kecil:

1. Berat Badan Stagnan atau Turun

Jika berat badan bayi tidak naik selama dua bulan berturut-turut (sering disebut weight faltering atau gagal tumbuh), ini adalah peringatan penting. Selain itu, jika kurva pertumbuhannya melintasi dua garis persentil mayor ke arah bawah pada kurva WHO, dokter perlu segera melakukan evaluasi terkait asupan gizi atau kemungkinan adanya penyakit penyerta (seperti infeksi saluran kemih atau tuberkulosis).

2. Gangguan Makan yang Parah (GTM)

Gerakan Tutup Mulut (GTM) memang wajar terjadi sesekali saat bayi tumbuh gigi atau bosan dengan menu makanan. Namun, jika bayi menolak makan sama sekali selama berhari-hari, menangis histeris setiap melihat makanan, atau selalu memuntahkan makanannya, evaluasi medis diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan trauma makan, alergi, atau intoleransi makanan.

3. Keterlambatan Motorik

Selain berat badan, perhatikan jika bayi usia 8 bulan belum bisa duduk sendiri meskipun sudah dibantu, tubuhnya terasa kaku atau terlalu lunglai (floppy), serta tidak merespons terhadap suara keras. Keterlambatan motorik ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada perkembangan saraf yang perlu ditangani sejak dini melalui fisioterapi.

Studi Terkait Pertumbuhan Bayi

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi dan pedoman mengenai standar pertumbuhan anak (Child Growth Standards) yang menjelaskan bahwa periode dua tahun pertama kehidupan adalah “jendela emas” pertumbuhan. Kurangnya pemenuhan gizi makro dan mikro pada masa ini dapat berakibat pada stunting, yang efeknya ireversibel (tidak dapat diubah) terhadap perkembangan kognitif otak di masa depan.

Studi klinis tersebut menegaskan pentingnya pemantauan kurva berat badan setiap bulan. Bayi yang mengalami kenaikan berat badan tidak memadai dalam usia 6-12 bulan terbukti memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan kemampuan berbahasa dan kecerdasan intelektual yang lebih rendah saat mereka memasuki usia sekolah.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala atau kekhawatiran terkait lambatnya kenaikan berat badan maupun keterlambatan tumbuh kembang anak seperti yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Child Growth Standards: Weight-for-age.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Kurva Pertumbuhan WHO.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Infant development: Milestones from 7 to 9 months.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) – Pemantauan Pertumbuhan Balita.

FAQ

1. Apakah wajar jika bayi 8 bulan belum merangkak?

Sangat wajar. Beberapa bayi memang melewati fase merangkak dan langsung beralih dari duduk ke fase merambat atau berjalan. Selama bayi aktif bergerak dengan cara lain (seperti mengesot) dan lengan serta kakinya kuat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

2. Berapa kali porsi makan untuk bayi usia 8 bulan?

Bayi usia 8 bulan disarankan untuk makan 2 hingga 3 kali makan utama sehari, ditambah 1 hingga 2 kali makanan selingan (camilan sehat/snack). Pastikan volume setiap kali makan sekitar setengah mangkuk berukuran 250 ml (sekitar 125 ml).

3. Bagaimana cara menaikkan berat badan bayi yang sedang sakit?

Saat bayi sakit, wajar jika nafsu makannya menurun. Kamu bisa meningkatkan frekuensi pemberian ASI atau susu formula. Sajikan MPASI berkuah hangat seperti sup kaldu tulang atau berikan makanan dengan tekstur yang sedikit lebih lembut dan porsi kecil namun sering agar bayi lebih mudah menelan.

4. Apakah pertumbuhan gigi memengaruhi berat badan bayi?

Ya, proses tumbuh gigi sering kali membuat gusi bayi bengkak dan nyeri, sehingga ia menolak makan (GTM) sementara waktu. Kondisi ini bisa membuat berat badannya stagnan pada bulan tersebut. Berikan makanan dingin (seperti puree buah dingin) atau teether untuk meredakan nyeri gusinya.