Ad Placeholder Image

Berapa Jumlah Kalori dalam Sebuah Jeruk?

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026
Berapa Jumlah Kalori dalam Sebuah Jeruk?Berapa Jumlah Kalori dalam Sebuah Jeruk?

DAFTAR ISI


Buah jeruk adalah salah satu buah yang paling populer dan mudah ditemukan di Indonesia. Selain rasanya yang menyegarkan dengan perpaduan manis dan asam, buah ini juga dikenal sebagai salah satu sumber vitamin C terbaik untuk tubuh. Sering kali, jeruk dikonsumsi langsung sebagai buah potong, diperas menjadi jus yang segar, atau ditambahkan ke dalam berbagai hidangan penutup manis.

Bagi kamu yang sedang menjalani program diet atau mencoba menjaga berat badan, menghitung asupan kalori harian tentu menjadi sebuah rutinitas. Karena jeruk memiliki rasa yang cukup manis, wajar jika banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya berapa kalori jeruk? Apakah aman untuk dikonsumsi setiap hari tanpa perlu khawatir berat badan akan naik secara drastis?

Kabar baiknya, jeruk adalah buah yang sangat ramah untuk diet sehat asalkan dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat. Mengetahui jumlah kalori dan profil nutrisinya akan sangat membantumu dalam merencanakan menu harian yang bergizi seimbang tanpa melebihi batas kebutuhan energi harian.

Nah, mau tahu apa saja rincian kandungan kalori dan nutrisi di dalam sebuah jeruk serta manfaatnya untuk tubuh? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi dan Kalori Jeruk

Secara umum, jeruk adalah buah yang rendah kalori dan padat nutrisi. Satu buah jeruk berukuran sedang (sekitar 130 gram) hanya mengandung kira-kira 62 hingga 65 kalori. Jumlah kalori jeruk ini menjadikannya camilan yang sangat aman dan mengenyangkan karena kandungan air dan seratnya yang tinggi.

Selain rendah kalori, profil nutrisi jeruk sangat mengesankan. Dalam satu buah jeruk segar ukuran sedang, kamu bisa mendapatkan rincian nutrisi sebagai berikut:

  • Air: 86 persen (sangat baik untuk hidrasi tubuh)
  • Karbohidrat: 15 gram (mayoritas berupa gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa)
  • Serat: 3 gram (membantu melancarkan pencernaan)
  • Protein: 1 gram
  • Lemak: Kurang dari 0,2 gram
  • Vitamin C: Menyediakan sekitar 70-90 persen kebutuhan harian orang dewasa
  • Folat (Vitamin B9): Penting untuk pembentukan sel dan metabolisme
  • Kalium: Membantu mengontrol tekanan darah

Namun perlu diingat, jumlah kalori jeruk bisa berubah drastis tergantung pada bagaimana cara kamu mengonsumsinya. Sebagai contoh, satu gelas jus jeruk murni tanpa serat bisa mengandung sekitar 110 kalori dan 20 gram gula. Angka ini bisa berlipat ganda jika kamu menambahkan sirup atau gula pasir ke dalam jus tersebut. Jika kebutuhan asupan nutrisi dan vitamin harianmu dirasa belum tercapai dari buah utuh, pertimbangkan untuk mencari suplemen vitamin C dan produk kesehatan lainnya yang aman serta sesuai dosis anjuran.

Tips Mengonsumsi Jeruk agar Kalori Tetap Terjaga
  1. Makan secara utuh: Mengonsumsi buah jeruk potong jauh lebih baik daripada meminum jusnya, karena serat buah yang utuh akan membuatmu merasa kenyang lebih lama.
  2. Hindari gula tambahan: Jika ingin membuat jus jeruk segar, hindari menambahkan gula pasir, sirup kental manis, atau pemanis buatan lainnya.
  3. Jangan buang serabut putih: Serabut putih (albedo) pada buah jeruk memang terasa sedikit pahit, namun bagian ini mengandung kadar antioksidan dan serat pektin yang paling tinggi.

Manfaat Jeruk bagi Kesehatan

Berkat rendahnya kalori jeruk dan melimpahnya kandungan vitamin serta antioksidan, mengonsumsi buah ini memberikan serangkaian manfaat luar biasa untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Ini adalah manfaat jeruk yang paling banyak diketahui orang. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi dalam jeruk bertindak sebagai antioksidan poten yang merangsang produksi sel darah putih (leukosit). Sel darah putih ini berfungsi krusial dalam melindungi tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri. Mengonsumsi jeruk secara rutin dapat membantu tubuh pulih lebih cepat saat mengalami flu atau radang ringan.

2. Menjaga Kesehatan Kulit

Vitamin C dalam jeruk memainkan peran utama dalam proses sintesis kolagen. Kolagen adalah protein struktural yang menjaga elastisitas, kekenyalan, serta kelembapan kulit. Dengan produksi kolagen yang optimal, proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat, dan kulit terlindungi dari tanda-tanda penuaan dini seperti keriput dan flek hitam akibat paparan sinar UV dan polusi udara.

3. Mendukung Kesehatan Jantung

Jeruk adalah sumber nutrisi ramah jantung yang luar biasa. Kandungan serat larut (pektin) di dalam buah ini bekerja efektif mengikat kolesterol jahat (LDL) di pencernaan dan membuangnya sebelum terserap oleh tubuh. Selain itu, jeruk kaya akan kalium yang dapat membantu merelaksasikan pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil. Antioksidan flavonoid seperti hesperidin pada jeruk juga terbukti melindungi pembuluh darah jantung dari peradangan.

Risiko Konsumsi Jeruk Berlebihan

Meskipun buah jeruk sangat menyehatkan, namun segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu dapat menimbulkan efek samping. Tingkat keasaman yang cukup tinggi pada jeruk dapat menjadi masalah bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

1. Memicu Gangguan Lambung

Bagi pemilik perut sensitif atau penderita masalah lambung, mengonsumsi terlalu banyak jeruk segar yang asam dapat memicu iritasi pada lapisan dinding lambung. Jika kamu sering mengalami sensasi dada terbakar (heartburn), mual, atau asam lambung naik yang mengindikasikan penyakit GERD sesaat setelah mengonsumsi makanan asam, ada baiknya kamu segera melakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis yang tepat.

2. Risiko Erosi Enamel Gigi

Asam sitrat (citric acid) yang memberikan rasa asam-segar pada buah jeruk dapat mengikis lapisan pelindung terluar gigi (enamel) jika dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak setiap hari. Jika enamel sudah menipis, gigi akan menjadi sangat sensitif terhadap minuman dingin atau panas. Untuk meminimalkan hal ini, disarankan menggunakan sedotan saat minum jus jeruk utuh atau segera berkumur dengan air putih biasa setelah makan jeruk segar.

Studi Mengenai Konsumsi Buah Jeruk

Nutrients Journal menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa asupan rutin antioksidan dan hesperidin dari ekstrak citrus (jeruk) memberikan dampak perlindungan yang signifikan terhadap fungsi pembuluh darah (endotel) dan memodulasi respons sistem imun tubuh secara lebih efisien.

Studi tersebut menegaskan bahwa flavonoid yang terkandung dalam jeruk tidak hanya sekadar antioksidan biasa, melainkan senyawa bioaktif yang berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular jika diimbangi dengan gaya hidup sehat dan konsumsi kalori yang terkontrol.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
USDA FoodData Central. Diakses pada 2024. Oranges, raw, all commercial varieties.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Vitamin C.
Nutrients Journal (NCBI). Diakses pada 2024. Flavonoids in Citrus Fruits: A Critical Review.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Oranges.

FAQ

1. Berapa kalori jeruk kupas satu buah?

Satu buah jeruk kupas dengan ukuran sedang (sekitar 130 gram) memiliki sekitar 62 hingga 65 kalori. Karena kalorinya yang rendah, jeruk sangat cocok dijadikan camilan harian atau makanan penutup yang sehat untuk diet.

2. Apakah jus jeruk kemasan kalorinya sama dengan jeruk asli?

Tidak. Jus jeruk kemasan yang dijual di pasaran umumnya telah mengalami penyaringan serat dan ditambahkan pemanis buatan, pengawet, serta gula tambahan yang cukup banyak. Hal ini membuat kalori jus kemasan bisa mencapai dua kali lipat lebih tinggi dari buah aslinya.

3. Kapan waktu terbaik untuk makan jeruk?

Buah jeruk aman dimakan kapan saja. Namun, jika kamu memiliki lambung yang sensitif, sebaiknya hindari mengonsumsi jeruk saat perut benar-benar kosong di pagi hari untuk mencegah iritasi asam lambung. Jadikan jeruk sebagai pencuci mulut setelah makan siang.

4. Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi jeruk?

Ya, boleh. Jeruk memiliki indeks glikemik yang relatif rendah sekitar 40-43, sehingga gula alami di dalamnya dilepaskan ke dalam aliran darah secara perlahan tanpa memicu lonjakan gula darah yang ekstrem. Syaratnya, makanlah jeruk dalam bentuk utuh agar seratnya ikut termakan, bukan dalam bentuk jus.