Ad Placeholder Image

Berapa Kalori Ikan Kembung Goreng? Awas Bikin Gagal Diet!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Takar Kalori Ikan Kembung Goreng, Biar Nggak Lebar

Berapa Kalori Ikan Kembung Goreng? Awas Bikin Gagal Diet!Berapa Kalori Ikan Kembung Goreng? Awas Bikin Gagal Diet!

DAFTAR ISI


Ikan adalah salah satu sumber protein hewani terbaik yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin. Di Indonesia, berbagai jenis ikan air laut maupun air tawar sangat mudah ditemukan dan memiliki harga yang relatif terjangkau. Selain kaya akan protein, ikan juga mengandung asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B2 (riboflavin), kalsium, fosfor, serta berbagai mineral penting seperti zat besi, seng, yodium, magnesium, dan kalium. Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung, mendukung perkembangan otak, serta menjaga kesehatan tulang dan otot.

Namun, cara pengolahan ikan sangat menentukan seberapa besar manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan, terutama jika kamu sedang menjalani program penurunan berat badan atau diet. Di Indonesia, menggoreng adalah salah satu metode memasak yang paling digemari. Tekstur renyah dan rasa gurih yang dihasilkan dari proses menggoreng memang sangat menggugah selera. Sayangnya, proses ini dapat mengubah profil nutrisi ikan secara drastis. Ikan yang awalnya rendah kalori dan kaya lemak sehat bisa berubah menjadi bom kalori yang dipenuhi lemak jenuh akibat penyerapan minyak goreng.

Salah satu jenis ikan yang paling sering tersaji di meja makan keluarga Indonesia adalah ikan kembung. Ikan ini sering dijuluki sebagai “salmon lokal” karena kandungan omega-3 yang tidak kalah tinggi dibandingkan ikan salmon impor. Namun, menyajikan ikan kembung dengan cara digoreng garing (deep-frying) bisa menjadi ancaman terselubung bagi program dietmu. Lemak yang terserap selama proses penggorengan tidak hanya meningkatkan total kalori harian, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi berlebihan.

Bagi kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau menjaga kadar kolesterol, penting untuk mengetahui secara pasti berapa kalori ikan, khususnya ikan kembung goreng, serta bagaimana cara menyiasatinya. Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai jumlah kalori pada ikan goreng dan dampaknya terhadap dietmu? Berikut ulasan selengkapnya!

Berapa Kalori Ikan Kembung Goreng?

Untuk memahami mengapa ikan kembung goreng bisa menggagalkan diet, kita perlu melihat perbandingan kalorinya sebelum dan sesudah digoreng. Dalam kondisi mentah atau direbus tanpa tambahan lemak, 100 gram ikan kembung segar umumnya hanya mengandung sekitar 160 hingga 180 kalori. Ikan ini memberikan asupan protein sekitar 19-20 gram dan lemak alami (termasuk lemak sehat omega-3) sekitar 9-10 gram. Angka ini menjadikannya makanan yang sangat ideal untuk diet karena mengenyangkan namun tidak padat kalori.

Namun, ketika ikan kembung dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas, terjadi proses yang disebut dengan absorpsi lemak. Air di dalam daging ikan akan menguap akibat panas yang tinggi, dan ruang kosong yang ditinggalkan oleh air tersebut akan langsung diisi oleh minyak goreng. Akibatnya, kandungan lemak pada ikan akan melonjak drastis.

Setelah digoreng, 100 gram ikan kembung goreng bisa memiliki kandungan kalori yang melonjak menjadi 250 hingga 300 kalori, atau bahkan lebih, tergantung pada seberapa banyak minyak yang terserap dan apakah ikan tersebut dibalut dengan tepung sebelumnya. Jika ditambahkan tepung bumbu (ikan goreng tepung), kalorinya bisa menembus 350 kalori per 100 gram. Bayangkan jika dalam satu kali makan kamu mengonsumsi dua ekor ikan kembung goreng; kamu sudah memasukkan sekitar 500-600 kalori hanya dari lauknya saja, belum termasuk nasi putih, sambal, dan sayuran.

Tips Mengurangi Kalori Saat Makan Ikan Goreng
  1. Gunakan tisu dapur (paper towel) untuk menyerap sisa minyak pada ikan segera setelah diangkat dari wajan.
  2. Jangan gunakan tepung bumbu jika ingin menggoreng ikan, karena tepung bersifat seperti spons yang menyerap lebih banyak minyak.
  3. Gunakan metode pan-fry (menggoreng dengan sedikit minyak) menggunakan wajan anti lengket daripada deep-fry (menggoreng terendam minyak).
  4. Pisahkan dan jangan konsumsi kulit ikan yang digoreng kering, karena di situlah minyak paling banyak menumpuk.

Mengapa Ikan Goreng Bisa Bikin Gagal Diet?

1. Surplus Kalori yang Tidak Disadari

Prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah defisit kalori, yaitu membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi. Lemak memiliki kepadatan energi yang sangat tinggi; setiap 1 gram lemak mengandung 9 kalori, lebih dari dua kali lipat kalori dalam 1 gram protein atau karbohidrat (4 kalori). Tambahan minyak pada ikan goreng dengan mudah membuatmu mengalami surplus kalori tanpa merasa makan terlalu banyak, sehingga berat badan tidak kunjung turun atau malah bertambah.

2. Penurunan Kualitas Asam Lemak Omega-3

Ikan kembung sangat dihargai karena kandungan EPA dan DHA (bentuk aktif dari omega-3). Namun, asam lemak tak jenuh ganda ini sangat rentan terhadap suhu tinggi. Menggoreng ikan dalam minyak panas dapat merusak sebagian besar rantai omega-3, sehingga manfaatnya bagi kesehatan jantung dan metabolisme menjadi berkurang drastis.

3. Peningkatan Lemak Trans dan Lemak Jenuh

Penggunaan minyak goreng, terutama minyak kelapa sawit yang sering dipanaskan berulang kali (minyak jelantah), akan menghasilkan lemak trans. Lemak trans tidak hanya memicu penumpukan lemak visceral (lemak perut) yang membuat perut buncit, tetapi juga meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Apabila kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi, obesitas, atau sedang merencanakan program penurunan berat badan yang spesifik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter guna mendapatkan diagnosis, pemeriksaan darah, dan panduan nutrisi medis yang tepat.

Perbandingan Kalori Berbagai Jenis Ikan

Selain ikan kembung, masyarakat Indonesia juga sering mengonsumsi jenis ikan lainnya. Mengetahui estimasi kalori dari berbagai jenis ikan sangat penting untuk menyusun menu diet yang bervariasi. Berikut adalah perbandingan estimasi kalori per 100 gram dari beberapa jenis ikan mentah/rebus versus ikan goreng:

1. Ikan Lele

Ikan lele adalah primadona di warung pecel lele. Saat mentah, 100 gram lele hanya mengandung sekitar 105 kalori. Namun, saat digoreng kering, kalorinya bisa melonjak hingga 240-250 kalori. Daging lele memiliki sifat menyerap minyak yang cukup tinggi.

2. Ikan Nila

Ikan nila mentah sangat rendah kalori, hanya sekitar 96 kalori per 100 gram. Jika digoreng, kalorinya meningkat menjadi sekitar 200-210 kalori. Nila sering kali digoreng garing hingga ke tulangnya, yang berarti lebih banyak area permukaan untuk menyerap minyak.

3. Ikan Tuna

Tuna sering digunakan untuk diet karena tinggi protein dan rendah lemak (jika memilih bagian tertentu). Mentahnya (misal tuna sirip kuning) sekitar 108 kalori per 100 gram. Namun, jika tuna diolah menjadi tuna goreng tepung, kalorinya bisa melesat menjadi 280 kalori.

4. Ikan Bandeng

Bandeng memiliki kandungan lemak alami yang sedikit lebih tinggi. Mentahnya mengandung sekitar 148 kalori per 100 gram. Bandeng goreng presto (yang digoreng kembali setelah dipresto) bisa mencapai 280-300 kalori per 100 gram.

Melihat tingginya kalori dari proses menggoreng, banyak ahli gizi menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan yang digoreng. Jika kamu sedang menghindari ikan karena khawatir salah dalam pengolahannya atau kurang menyukai aromanya, tetapi tetap ingin mendapatkan manfaat kardiovaskular dari asam lemak esensial, maka mengonsumsi suplemen minyak ikan atau suplemen omega-3 berkualitas tinggi bisa menjadi alternatif yang praktis untuk menunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dampak Kesehatan Akibat Terlalu Sering Makan Ikan Goreng

1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Konsumsi kalori yang berlebihan dari lemak tambahan yang berasal dari minyak goreng merupakan kontributor utama terhadap epidemi obesitas. Makanan yang digoreng cenderung kurang mengenyangkan dibandingkan makanan yang direbus atau dipanggang, sehingga memicu kamu untuk makan lebih banyak (overeating).

2. Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Walaupun ikan pada dasarnya baik untuk jantung, menggorengnya menghilangkan manfaat tersebut. Minyak nabati yang dipanaskan pada suhu tinggi memicu oksidasi lemak. Mengonsumsi produk oksidasi ini secara rutin dapat memicu peradangan (inflamasi) pada dinding pembuluh darah, yang merupakan cikal bakal aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah).

3. Gangguan Saluran Pencernaan

Makanan tinggi lemak dari hasil penggorengan lebih lama dicerna oleh lambung. Hal ini dapat memicu masalah pencernaan seperti refluks asam lambung (GERD), perut kembung, dan rasa begah, terutama jika ikan goreng dikonsumsi pada malam hari menjelang waktu tidur.

Cara Sehat Menikmati Ikan Saat Diet

Kamu tidak perlu berhenti makan ikan saat diet. Sebaliknya, kamu hanya perlu mengubah cara mengolahnya. Berikut adalah beberapa metode memasak yang ramah diet dan tetap lezat:

1. Mengukus (Steaming)

Mengukus adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga nutrisi dan tekstur ikan. Cobalah membuat ikan kukus ala oriental dengan tambahan jahe, daun bawang, kecap asin rendah natrium, dan sedikit minyak wijen. Metode ini menjaga kalori ikan tetap rendah dan mempertahankan kandungan omega-3.

2. Memanggang (Grilling / Baking)

Memanggang ikan kembung di atas bara api atau di dalam oven memberikan aroma *smokey* yang lezat tanpa perlu merendamnya dalam minyak. Gunakan perasan jeruk nipis, bawang putih, ketumbar, dan sedikit olesan minyak zaitun untuk bumbunya.

3. Menggunakan Air Fryer

Jika kamu sangat menyukai tekstur renyah dari ikan goreng, *air fryer* adalah investasi yang sangat baik untuk program dietmu. Alat ini menggunakan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi untuk memasak makanan. Kamu bisa menyemprotkan sedikit minyak (sekitar 1 sendok teh) pada permukaan ikan, sehingga kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada teknik *deep-frying*.

4. Diolah Menjadi Sup atau Pindang

Sup ikan kemangi, pindang ikan, atau pepes adalah cara-cara tradisional Indonesia yang sangat menyehatkan. Penggunaan rempah-rempah seperti kunyit, serai, daun salam, dan lengkuas tidak hanya memberikan rasa yang kaya, tetapi juga memberikan asupan antioksidan yang baik untuk tubuh.

Studi Terkait

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan yang digoreng dengan peningkatan risiko kejadian penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Studi observasional berskala besar ini menemukan bahwa partisipan yang rutin mengonsumsi ikan goreng (lebih dari satu porsi per minggu) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian gagal jantung, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ikan yang dipanggang atau direbus. Temuan ini menegaskan bahwa metode persiapan makanan secara fundamental mengubah sifat fungsional dan efek metabolik dari makanan laut yang dikonsumsi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Healthy Diet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dietary fats: Know which types to choose.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Fish: Friend or Foe?
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. Fried-food consumption and risk of cardiovascular disease and all-cause mortality: a meta-analysis of observational studies.

FAQ

1. Apakah boleh makan ikan kembung goreng seminggu sekali saat diet?

Tentu saja boleh. Kunci dari keberhasilan diet adalah keseimbangan, bukan pembatasan ekstrem. Makan ikan kembung goreng seminggu sekali (cheat meal) tidak akan langsung merusak dietmu asalkan kamu tetap mempertahankan defisit kalori secara keseluruhan dalam minggu tersebut dan mengimbanginya dengan sayuran tinggi serat.

2. Apakah menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng ikan lebih sehat?

Menggoreng ikan dengan teknik pan-fry menggunakan sedikit minyak zaitun memang lebih sehat karena kandungan lemak tak jenuh tunggalnya. Namun, hindari menggunakan minyak zaitun extra virgin untuk deep-frying karena minyak jenis ini memiliki titik asap (smoke point) yang rendah dan mudah rusak pada suhu tinggi.

3. Mengapa ikan yang digoreng terasa lebih enak?

Saat ikan digoreng pada suhu tinggi, terjadi reaksi kimia yang disebut Reaksi Maillard antara asam amino (protein) dan gula yang menghasilkan warna kecokelatan serta senyawa rasa yang kompleks. Selain itu, tekstur renyah dan kandungan lemak yang tinggi secara biologis memang sangat merangsang reseptor rasa di lidah manusia.

4. Apakah kulit ikan goreng sebaiknya dibuang?

Jika kamu sangat ketat dalam memantau asupan kalori, membuang kulit ikan yang digoreng kering sangat disarankan. Kulit ikan memiliki kemampuan menyerap minyak goreng paling banyak dibandingkan bagian dagingnya. Selain itu, bagian yang terlalu gosong juga mengandung senyawa karsinogenik (akrilamida) yang tidak baik untuk kesehatan.