Ad Placeholder Image

Berapa Lama ASI Bertahan di Chiller? Ibu Wajib Tahu Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Berapa Lama ASI Bertahan di Chiller? Jangan Salah Simpan!

Berapa Lama ASI Bertahan di Chiller? Ibu Wajib Tahu IniBerapa Lama ASI Bertahan di Chiller? Ibu Wajib Tahu Ini

ASI Bertahan di Chiller: Panduan Penyimpanan yang Tepat

Mengetahui berapa lama ASI bertahan di chiller (kulkas biasa) merupakan informasi krusial bagi ibu menyusui atau mereka yang menangani ASI perah. Penyimpanan yang tepat memastikan nutrisi ASI tetap terjaga dan aman untuk bayi. Secara umum, ASI segar yang baru diperah dapat bertahan 4 hingga 8 hari di dalam chiller dengan suhu stabil sekitar 4°C atau lebih rendah. Namun, durasi ini dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor penting yang perlu dipahami.

Memahami ASI Perah dan Kebutuhan Penyimpanan

Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bagi ibu yang bekerja atau memiliki jadwal padat, memerah dan menyimpan ASI adalah solusi praktis. Proses penyimpanan ASI yang benar tidak hanya menjaga kualitas nutrisinya, tetapi juga mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya yang dapat mengancap kesehatan bayi. Oleh karena itu, memahami pedoman penyimpanan yang akurat sangatlah penting.

Berapa Lama ASI Bertahan di Chiller? Detail Penyimpanan

Ketahanan ASI di dalam chiller sangat bergantung pada jenis ASI dan kondisinya. Penting untuk membedakan antara ASI segar, ASI beku yang dicairkan, dan ASI yang sudah dihangatkan.

ASI Segar (Baru Diperah)

ASI segar yang baru saja diperah dan langsung disimpan di chiller (kulkas biasa) pada suhu 4°C atau lebih rendah umumnya dapat bertahan selama 4 hingga 8 hari. Untuk hasil optimal, selalu simpan ASI di bagian paling belakang kulkas, tempat suhunya paling stabil dan dingin. Hindari menyimpan di bagian pintu kulkas karena suhu di area tersebut cenderung fluktuatif.

ASI Beku yang Sudah Dicairkan (Belum Dihangatkan)

Jika memiliki stok ASI beku dan telah dicairkan di dalam chiller, ASI tersebut dapat bertahan hingga 24 jam. Proses pencairan sebaiknya dilakukan di kulkas, bukan di suhu ruangan. Penting untuk diingat, ASI beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena dapat mengurangi kualitas nutrisi dan meningkatkan risiko kontaminasi.

ASI Beku yang Sudah Dicairkan dan Dihangatkan

ASI beku yang telah dicairkan dan kemudian dihangatkan hanya dapat bertahan maksimal 4 jam di chiller. Sisa ASI yang tidak habis sebaiknya segera dibuang. Maksudnya adalah, setelah ASI dihangatkan dan bayi tidak menghabiskan seluruhnya, sisa tersebut tidak disarankan untuk disimpan kembali.

Tips Penyimpanan ASI di Chiller untuk Keamanan Maksimal

Agar ASI tetap aman dan berkualitas saat disimpan di chiller, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Lokasi Penyimpanan: Selalu letakkan wadah ASI di bagian paling dalam dan paling dingin dari kulkas. Area ini biasanya berada di bagian belakang rak. Jauhi pintu kulkas karena sering dibuka-tutup sehingga suhunya tidak stabil.
  • Wadah Penyimpanan: Gunakan botol atau kantong penyimpanan ASI khusus yang bebas BPA (Bisphenol A). Pastikan wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi.
  • Label dan Tanggal: Selalu beri label pada setiap wadah ASI dengan tanggal pemerahan. Hal ini membantu untuk menggunakan ASI dengan sistem “first in, first out” (yang pertama masuk, pertama keluar) guna memastikan ASI digunakan sebelum melewati batas waktu ketahanannya.
  • Kondisi Kulkas: Pastikan suhu kulkas selalu terjaga pada 4°C atau lebih rendah. Penggunaan termometer kulkas dapat membantu memonitor suhu secara akurat.

Kapan ASI Perah Harus Dibuang?

Membuang ASI mungkin terasa sayang, tetapi ini penting untuk kesehatan bayi. ASI harus dibuang jika:

  • Sudah melewati batas waktu penyimpanan yang direkomendasikan.
  • ASI beku sudah dicairkan dan dihangatkan, tetapi tidak habis dalam waktu 4 jam.
  • Memiliki bau asam, tampilan menggumpal, atau perubahan warna yang tidak biasa.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Penyimpanan ASI di chiller memerlukan perhatian khusus terhadap durasi dan metode yang tepat. ASI segar dapat bertahan 4 hingga 8 hari, ASI beku yang dicairkan bertahan 24 jam, dan ASI beku yang dicairkan serta dihangatkan hanya bertahan 4 jam. Mematuhi pedoman ini merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan ASI untuk buah hati. Jika memiliki keraguan atau pertanyaan lebih lanjut tentang penyimpanan ASI, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan personal.