Ad Placeholder Image

Berapa Lama Gigi Tumbuh? Dari Bayi Sampai Dewasa

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Berapa Lama Gigi Tumbuh? Ini Waktu Normalnya

Berapa Lama Gigi Tumbuh? Dari Bayi Sampai DewasaBerapa Lama Gigi Tumbuh? Dari Bayi Sampai Dewasa

DAFTAR ISI


Melihat buah hati tumbuh dan berkembang adalah momen yang sangat dinantikan oleh setiap orang tua. Salah satu tonggak sejarah atau milestone yang sering kali membuat orang tua merasa antusias sekaligus cemas adalah saat bayi mulai tumbuh gigi. Proses ini, yang secara medis dikenal sebagai erupsi gigi, merupakan tahap alami di mana gigi-gigi kecil mulai menembus lapisan gusi si Kecil untuk muncul ke permukaan.

Proses tumbuh gigi bukanlah peristiwa satu malam. Banyak orang tua bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama proses tumbuh gigi pada bayi berlangsung? Pemahaman yang baik mengenai durasi dan urutan pertumbuhan gigi sangat penting agar kamu dapat memberikan kenyamanan yang tepat bagi si Kecil saat ia merasa tidak nyaman. Masa ini sering kali disertai dengan perubahan perilaku bayi, seperti menjadi lebih rewel, sering memasukkan benda ke mulut, hingga perubahan pola tidur.

Menangani bayi yang sedang tumbuh gigi membutuhkan kesabaran ekstra. Selain memberikan kasih sayang, kamu juga perlu mengetahui cara-cara praktis untuk meredakan nyeri gusi yang dialami si Kecil. Jika rasa nyeri tampak sangat mengganggu hingga bayi sulit menyusu atau mengalami demam, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan saran medis yang tepat.

Nah, mau tahu ulasan lengkap mengenai berapa lama proses tumbuh gigi pada bayi dan bagaimana cara menghadapinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Memahami Proses Tumbuh Gigi pada Bayi

Secara umum, gigi pertama bayi biasanya mulai muncul saat ia berusia antara 6 hingga 10 bulan. Namun, perlu kamu ingat bahwa setiap bayi unik. Ada bayi yang sudah memiliki gigi saat lahir (gigi natal), dan ada pula bayi yang baru tumbuh gigi pertamanya saat berusia 12 bulan atau lebih. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor genetika dari orang tua.

Berapa lama proses satu gigi muncul sepenuhnya? Biasanya, proses satu gigi menembus gusi hingga terlihat utuh bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, perjalanan keseluruhan gigi susu muncul lengkap (total 20 gigi) akan berlangsung hingga si Kecil berusia sekitar 2,5 sampai 3 tahun. Selama rentang waktu ini, akan ada periode di mana si Kecil tampak tenang, dan periode lain di mana ia kembali rewel karena gigi baru akan muncul.

Tahapan dan Urutan Pertumbuhan Gigi Susu

Urutan tumbuh gigi biasanya mengikuti pola tertentu, meskipun variasinya bisa berbeda pada tiap anak. Mengetahui urutan ini membantu kamu memprediksi bagian gusi mana yang akan terasa nyeri berikutnya.

1. Gigi Seri Depan Bawah (6-10 Bulan)

Gigi yang biasanya pertama kali muncul adalah dua gigi seri tengah di bagian bawah (central incisors). Ini adalah awal dari senyuman “ompong” yang mulai terisi. Proses kemunculannya sering kali tidak terlalu menyakitkan dibandingkan gigi geraham nantinya.

2. Gigi Seri Depan Atas (8-12 Bulan)

Setelah gigi bawah muncul, biasanya diikuti oleh dua gigi seri tengah di bagian atas. Pada tahap ini, bayi mulai bisa menggunakan giginya untuk mengikis makanan lunak.

3. Gigi Seri Samping (9-16 Bulan)

Gigi seri samping (lateral incisors) baik atas maupun bawah akan menyusul muncul. Dengan adanya empat gigi di atas dan empat gigi di bawah, kemampuan mengunyah bayi meningkat secara signifikan.

4. Gigi Geraham Pertama (13-19 Bulan)

Gigi geraham (molars) memiliki permukaan yang lebih lebar. Karena ukurannya yang besar, proses menembus gusi pada tahap ini sering kali dianggap yang paling menyakitkan bagi bayi. Bayi mungkin akan lebih sering rewel dan mengalami pembengkakan gusi di area belakang.

5. Gigi Taring (16-23 Bulan)

Gigi taring yang tajam (canines) akan mengisi celah antara gigi seri dan gigi geraham pertama. Gigi ini berfungsi untuk merobek makanan saat si Kecil mulai mengonsumsi tekstur makanan yang lebih padat.

6. Gigi Geraham Kedua (23-33 Bulan)

Ini adalah tahap terakhir dari pertumbuhan gigi susu. Gigi geraham kedua muncul di bagian paling belakang. Setelah gigi-gigi ini tumbuh, si Kecil akan memiliki 20 gigi susu yang lengkap.

Mengenali Gejala Tumbuh Gigi yang Sering Muncul

Sebelum gigi benar-benar terlihat, si Kecil biasanya akan menunjukkan beberapa tanda fisik dan perubahan perilaku. Gejala ini biasanya muncul 3-5 hari sebelum gigi menembus gusi dan akan hilang dengan sendirinya setelah gigi muncul.

  • Air Liur Berlebih (Drooling): Tumbuh gigi merangsang produksi air liur. Hal ini sering menyebabkan ruam di sekitar mulut atau dagu karena kondisi kulit yang terus-menerus basah.
  • Suka Menggigit: Tekanan dari gigi yang akan muncul di bawah gusi menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman. Bayi akan berusaha meredakan tekanan tersebut dengan menggigit jari, mainan, atau apa pun yang bisa dijangkau.
  • Gusi Bengkak dan Merah: Jika kamu melihat ke dalam mulut bayi, area gusi di mana gigi akan tumbuh mungkin tampak memerah, bengkak, atau bahkan sedikit memar.
  • Rewel di Malam Hari: Rasa nyeri sering kali terasa lebih intens di malam hari saat tidak ada distraksi bagi si Kecil, yang menyebabkan pola tidurnya terganggu.
  • Menarik Telinga atau Menggosok Pipi: Saraf di gusi berbagi jalur yang sama dengan telinga dan pipi. Terkadang rasa nyeri di gusi terasa hingga ke area tersebut, sehingga bayi refleks menarik telinganya.
Mitos Tumbuh Gigi: Benarkah Menyebabkan Demam Tinggi?
  1. Tumbuh gigi hanya menyebabkan kenaikan suhu tubuh ringan (sumeng), bukan demam tinggi di atas 38 derajat Celcius.
  2. Diare saat tumbuh gigi biasanya disebabkan karena bayi memasukkan benda kotor ke mulutnya, bukan karena proses tumbuh giginya itu sendiri.
  3. Jika bayi mengalami demam tinggi atau diare parah, segera hubungi dokter karena itu kemungkinan tanda infeksi, bukan sekadar tumbuh gigi.

Cara Aman Mengatasi Nyeri Tumbuh Gigi di Rumah

Sebagai orang tua, kamu tentu ingin melakukan apa pun untuk meredakan rasa sakit si Kecil. Berikut adalah beberapa langkah aman yang bisa kamu lakukan:

1. Pijatan Gusi yang Lembut

Gunakan jari yang sudah dicuci bersih atau kain kasa basah yang dingin untuk memijat gusi bayi dengan lembut. Tekanan ringan ini dapat mengalihkan rasa nyeri yang dirasakan si Kecil.

2. Memberikan Teether Dingin

Mainan gigit (teether) yang didinginkan di kulkas (bukan di freezer karena bisa terlalu keras dan melukai gusi) sangat membantu mengecilkan pembuluh darah yang meradang di gusi. Pastikan teether tersebut terbuat dari bahan yang aman dan bebas BPA.

3. Makanan Dingin

Jika bayi sudah mulai MPASI, kamu bisa memberikan potongan buah dingin seperti pisang atau pepaya dalam fruit feeder. Sensasi dinginnya akan membantu menenangkan gusi yang meradang.

4. Menjaga Kebersihan Wajah

Seka air liur yang berlebihan secara rutin dengan kain lembut untuk mencegah iritasi dan ruam pada dagu serta leher bayi.

Jika langkah-langkah alami di atas belum cukup membantu, kamu bisa memberikan obat pereda nyeri khusus bayi sesuai dosis anjuran dokter. Untuk mendapatkan persediaan perawatan kesehatan bayi, kamu dapat beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat mudah dan praktis.

Pentingnya Perawatan Gigi Sejak Dini

Banyak orang tua beranggapan bahwa gigi susu tidak perlu dirawat secara serius karena nantinya akan tanggal dan diganti gigi permanen. Ini adalah anggapan yang keliru. Gigi susu memiliki peran vital dalam membantu bayi belajar bicara, mengunyah makanan, dan menjaga ruang untuk gigi permanen nantinya.

Mulailah membersihkan mulut bayi bahkan sebelum gigi pertama muncul dengan menggunakan kain kasa basah. Setelah gigi muncul, gunakan sikat gigi khusus bayi dengan bulu yang sangat lembut. Hindari membiarkan bayi tidur sambil menghisap botol susu yang berisi cairan manis atau susu formula, karena hal ini dapat menyebabkan karies gigi dini atau yang dikenal sebagai “karies botol”.

Studi Mengenai Tumbuh Gigi pada Bayi

Pediatrics Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa gejala tumbuh gigi seperti iritabilitas, pengeluaran air liur yang meningkat, dan kehilangan nafsu makan memang nyata terjadi, namun biasanya hanya berlangsung selama 4-8 hari di sekitar periode erupsi gigi tersebut.

Penelitian ini juga menekankan bahwa orang tua tidak boleh mengabaikan gejala sistemik yang serius seperti muntah atau demam tinggi dengan menganggapnya sebagai gejala tumbuh gigi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa masalah medis lain yang memerlukan perhatian segera tidak terabaikan selama masa pertumbuhan gigi si Kecil.

Si Kecil Sedang Rewel karena Tumbuh Gigi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa khawatir melihat si Kecil terus rewel dan tidak nafsu makan karena giginya mulai tumbuh? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika keluhan tumbuh gigi pada bayi disertai dengan demam yang tidak kunjung turun atau tanda-tanda dehidrasi karena bayi mogok menyusu, segera konsultasikan dengan dokter anak. Penanganan dini sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang si Kecil tetap optimal.

Kamu bisa mendapatkan berbagai produk perawatan bayi dan obat-obatan yang dibutuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, konsultasi kesehatan kini bisa dilakukan di mana saja melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Teething: 4 to 7 Months.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Baby teething: Symptoms, signs and tips.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Teething: Signs and Symptoms.
NHS UK. Diakses pada 2026. Tips for helping your teething baby.

FAQ

1. Berapa lama proses tumbuh gigi pada bayi dari awal gusi bengkak sampai gigi muncul?

Biasanya gejala gusi bengkak muncul sekitar 3 hingga 5 hari sebelum gigi benar-benar menembus permukaan. Gigi akan muncul sepenuhnya dalam waktu beberapa minggu setelah ujungnya mulai terlihat.

2. Apakah wajar jika bayi belum tumbuh gigi di usia 1 tahun?

Masih dianggap wajar karena rentang waktu tumbuh gigi sangat bervariasi. Namun, jika pada usia 18 bulan belum ada tanda-tanda gigi tumbuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Bolehkah memberikan obat pereda nyeri setiap kali bayi rewel tumbuh gigi?

Obat pereda nyeri sebaiknya hanya diberikan jika cara alami tidak berhasil dan bayi tampak sangat kesakitan. Selalu ikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada kemasan produk.

4. Bagaimana cara membedakan demam tumbuh gigi dengan demam karena sakit?

Demam karena tumbuh gigi biasanya ringan (di bawah 38°C) dan muncul bersamaan dengan gusi bengkak. Jika suhu tubuh tinggi, bayi lemas, atau disertai batuk pilek, kemungkinan besar itu adalah gejala infeksi virus atau bakteri.