Ad Placeholder Image

Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Mengetahui durasi merebus telur yang ideal, adalah kunci untuk mendapatkan telur dengan tingkat kematangan yang sesuai selera.

Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!

DAFTAR ISI


Telur adalah salah satu bahan makanan paling serbaguna, terjangkau, dan padat nutrisi yang mudah ditemukan di seluruh dunia. Sejak ribuan tahun lalu, telur telah menjadi sumber protein hewani yang diandalkan oleh banyak orang. Dari berbagai metode pengolahan yang ada, merebus telur merupakan salah satu cara paling sehat dan praktis. Mengetahui cara memasak telur rebus yang benar sangat penting, bukan hanya untuk mendapatkan tekstur yang sempurna, tetapi juga untuk menjaga agar nutrisi di dalamnya tidak rusak akibat proses pemanasan yang berlebihan.

Banyak orang menganggap bahwa merebus telur adalah hal yang sangat sepele. Tinggal masukkan ke dalam air panas dan tunggu beberapa saat. Namun, pada kenyataannya, mendapatkan telur rebus dengan tingkat kematangan yang pas sering kali menjadi tantangan tersendiri. Terkadang bagian kuningnya masih terlalu cair padahal kamu menginginkan telur rebus matang sempurna, atau sebaliknya, kuning telurnya sudah berubah menjadi warna abu-abu kehijauan karena terlalu lama direbus. Warna kehijauan ini menandakan bahwa sulfur dalam putih telur telah bereaksi dengan zat besi pada kuning telur akibat proses *overcooking* (terlalu matang).

Selain faktor tekstur dan rasa, metode pengolahan makanan sangat memengaruhi kualitas gizi yang akan masuk ke dalam tubuh kita. Dengan merebus, kamu tidak perlu menambahkan minyak goreng, mentega, atau lemak tambahan lainnya, sehingga kalori yang dihasilkan murni berasal dari telur itu sendiri. Ini menjadikan telur rebus sebagai menu sarapan, camilan, atau tambahan diet yang sangat ideal bagi kamu yang sedang menjaga berat badan maupun membangun massa otot.

Bagi kamu yang penasaran bagaimana cara mendapatkan hasil rebusan yang sempurna dan apa saja manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari sebutir telur rebus, simak ulasan lengkap mengenai cara memasak telur rebus di bawah ini!

Kandungan Nutrisi Telur Rebus

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai cara memasak telur rebus, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa saja nutrisi hebat yang terkandung di dalam sebutir telur berukuran besar (sekitar 50 gram). Telur sering kali dijuluki sebagai “superfood” atau makanan super karena kandungan gizinya yang sangat lengkap.

1. Makronutrien Berkualitas Tinggi

Satu butir telur ayam rebus ukuran besar rata-rata mengandung sekitar 77-78 kalori. Di dalamnya terdapat 6 gram protein berkualitas tinggi. Mengapa disebut berkualitas tinggi? Karena protein telur mengandung seluruh sembilan asam amino esensial dalam rasio yang sangat tepat dan mudah diserap oleh tubuh manusia. Selain itu, telur mengandung sekitar 5 gram lemak sehat, yang sebagian besarnya merupakan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

2. Vitamin dan Mineral Lengkap

Kuning telur adalah “pembangkit tenaga” vitamin. Kuning telur mengandung Vitamin A, Vitamin D (salah satu dari sedikit sumber makanan alami yang mengandung vitamin ini), Vitamin E, dan berbagai jenis Vitamin B, termasuk B2 (Riboflavin), B5 (Asam Pantotenat), dan B12 (Kobalamin) yang sangat penting untuk fungsi saraf. Dari segi mineral, telur mengandung fosfor, selenium, zinc, dan kalsium. Selenium merupakan antioksidan kuat yang berperan melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

Cara Menguji Kesegaran Telur Sebelum Direbus

Langkah pertama dalam cara memasak telur rebus yang benar adalah memastikan bahan utama yang kamu gunakan masih dalam kondisi segar dan layak konsumsi. Telur yang sudah tidak segar tidak hanya mengubah rasa, tetapi juga berisiko mengandung bakteri yang membahayakan pencernaan.

1. Tes Apung Menggunakan Air

Ini adalah cara termudah dan paling umum dilakukan. Siapkan gelas atau mangkuk bening yang berisi air dingin. Masukkan telur secara perlahan ke dalam air. Jika telur tenggelam dan berbaring rata di dasar mangkuk, itu tandanya telur tersebut sangat segar. Jika telur berdiri tegak namun masih berada di dasar, telur tersebut usianya sudah beberapa minggu tapi masih sangat aman untuk dikonsumsi. Namun, jika telur mengapung hingga ke permukaan air, segera buang telur tersebut karena sudah busuk dan tidak layak konsumsi. Hal ini terjadi karena seiring berjalannya waktu, cairan di dalam telur menguap melalui pori-pori cangkang dan digantikan oleh gas.

2. Memeriksa Kondisi Fisik Cangkang

Pastikan cangkang telur tidak retak atau berlendir. Cangkang yang retak memungkinkan bakteri seperti Salmonella masuk ke bagian dalam telur dan mencemari isinya. Jika cangkang terasa seperti memiliki bubuk putih (powdery), itu adalah tanda telur yang baik, namun pastikan tidak ada aroma busuk yang menyengat dari cangkangnya.

Panduan Waktu Kematangan Telur Rebus

Waktu adalah kunci utama dalam cara memasak telur rebus. Perbedaan satu atau dua menit saja bisa mengubah tekstur kuning telur secara signifikan. Berikut adalah panduan waktu merebus telur ayam berukuran sedang hingga besar, dihitung mulai dari air kembali mendidih setelah telur dimasukkan.

1. Telur Rebus Setengah Matang (Soft Boiled)

Untuk mendapatkan putih telur yang sudah memadat lembut namun bagian kuningnya masih benar-benar cair dan lumer (meleleh saat dibelah), waktu ideal yang dibutuhkan adalah 4 hingga 6 menit. Telur setengah matang seperti ini sangat cocok disajikan di atas roti panggang, salad, atau sebagai *topping* pada semangkuk mi ramen yang hangat.

2. Telur Rebus Kematangan Sedang (Medium Boiled)

Jika kamu menyukai putih telur yang sudah kokoh namun kuning telurnya masih bertekstur *creamy* dan *jammy* (sedikit lengket dan kental di bagian tengah), kamu perlu merebusnya selama 7 hingga 8 menit. Ini merupakan tingkat kematangan favorit bagi banyak orang karena teksturnya tidak terlalu cair tetapi juga tidak membuat seret di tenggorokan saat ditelan.

3. Telur Rebus Matang Sempurna (Hard Boiled)

Bagi kamu yang lebih memilih telur matang sepenuhnya, di mana kuning telurnya bertekstur padat, cerah, dan putih telurnya sangat kokoh, rebuslah telur selama 10 hingga 12 menit. Telur dengan tingkat kematangan ini sangat ideal untuk dijadikan bahan isian sandwich, campuran gado-gado, atau menu hidangan pendamping masakan berkuah. Pastikan untuk tidak merebusnya lebih dari 15 menit agar terhindar dari lingkaran hijau pada pinggiran kuning telur yang membuat aromanya berubah menjadi bau belerang yang kurang sedap.

Tips Mengupas Telur Rebus agar Tidak Hancur
  1. Gunakan telur yang usianya sudah 1-2 minggu di kulkas. Telur yang sangat segar justru akan sulit dikupas karena putih telurnya masih menempel kuat pada membran cangkang.
  2. Tambahkan 1 sendok teh cuka atau soda kue ke dalam air rebusan. Soda kue membantu mengubah tingkat pH yang membuat membran cangkang mudah lepas.
  3. Kupas telur di bawah aliran air kran atau sambil direndam dalam mangkuk air. Air akan masuk ke celah cangkang dan memudahkan proses pengelupasan.

Cara Memasak Telur Rebus yang Benar Langkah demi Langkah

Kini tiba saatnya mempraktikkan cara memasak telur rebus. Banyak metode yang diperdebatkan oleh para koki profesional, antara mulai dari air dingin atau memasukkan telur ke air mendidih. Berdasarkan berbagai uji coba kuliner, memasukkan telur langsung ke dalam air yang sudah mendidih terbukti membuat telur lebih mudah dikupas. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kamu ikuti.

1. Keluarkan Telur dari Kulkas

Sebaiknya jangan langsung merebus telur yang baru saja dikeluarkan dari lemari pendingin. Perubahan suhu yang terlalu ekstrem dari dingin ke sangat panas akan memicu cangkang telur mudah retak saat direbus. Biarkan telur berada di suhu ruang selama 15-30 menit sebelum mulai dimasak.

2. Siapkan Air Mendidih

Isi panci dengan air secukupnya. Pastikan volume air cukup banyak untuk merendam seluruh permukaan telur (setidaknya ada jarak 2-3 cm air di atas telur nantinya). Panaskan air dengan api sedang cenderung besar hingga air benar-benar mendidih penuh (banyak gelembung besar yang bergolak).

3. Masukkan Telur Perlahan

Gunakan sendok sayur, saringan kecil, atau penjepit untuk menurunkan telur ke dalam dasar panci secara hati-hati agar tidak membentur dasar panci dan pecah. Setelah semua telur masuk, kecilkan api sedikit agar air tidak mendidih terlalu bergejolak yang bisa membuat telur saling berbenturan. Pasang *timer* sesuai tingkat kematangan yang kamu inginkan.

4. Siapkan Rendaman Air Es (Ice Bath)

Sambil menunggu telur matang, siapkan sebuah mangkuk besar berisi air matang dingin dan beberapa bongkahan es batu. Proses ini sangat krusial dalam cara memasak telur rebus. Air es berfungsi untuk memberikan “kejutan suhu” (thermal shock).

5. Pindahkan dan Rendam Telur

Begitu alarm waktu berbunyi, segera angkat telur dan pindahkan langsung ke dalam mangkuk air es yang sudah disiapkan. Biarkan telur terendam selama kurang lebih 10-15 menit. Suhu dingin yang ekstrem akan menghentikan proses memasak seketika, mencegah *overcooking*, dan membuat isi telur menyusut sedikit menjauhi selaput cangkang sehingga mengupasnya nanti menjadi sangat mudah.

Waktu Merebus untuk Jenis Telur Lainnya

Selain telur ayam, ada juga jenis telur lain yang sering dikonsumsi dan memerlukan penyesuaian waktu rebus karena perbedaan ukurannya.

1. Telur Puyuh

Telur puyuh memiliki ukuran yang sangat kecil. Jika kamu ingin telur puyuh setengah matang, rebus selama 2 menit saja. Untuk kematangan yang *creamy* dan sedang, rebus selama 3 menit. Sedangkan untuk telur puyuh matang sempurna, cukup direbus selama 4 menit.

2. Telur Bebek

Telur bebek ukurannya lebih besar dari telur ayam dan memiliki cangkang serta putih telur yang lebih tebal. Kandungan lemak di bagian kuningnya juga lebih tinggi. Untuk telur bebek setengah matang, rebus sekitar 6-7 menit. Kematangan sedang membutuhkan waktu 9-10 menit, dan untuk telur bebek matang sempurna (*hard boiled*), rebuslah selama 13-14 menit.

Manfaat Telur Rebus untuk Kesehatan Tubuh

Mempraktikkan cara memasak telur rebus secara rutin bukan sekadar memanjakan lidah, tetapi juga memberikan investasi kesehatan jangka panjang. Ada berbagai khasiat medis yang ditawarkan oleh sebutir telur rebus.

1. Meningkatkan Kesehatan Otak

Telur rebus adalah salah satu sumber makanan terbaik untuk mendapatkan kolin. Kolin adalah nutrisi krusial yang berfungsi untuk membangun membran sel dan memproduksi molekul sinyal di dalam otak (asetilkolin). Konsumsi kolin yang cukup sangat penting bagi memori, suasana hati, dan fungsi kognitif otak. Bagi wanita hamil, asupan kolin sangat vital untuk perkembangan otak janin yang sehat dan mencegah cacat tabung saraf.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Seiring bertambahnya usia, penglihatan manusia cenderung mengalami penurunan. Kuning telur rebus mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin dalam jumlah yang signifikan. Kedua senyawa ini cenderung berkumpul di retina mata dan berperan aktif melindungi mata dari bahaya degenerasi makula dan katarak, yang merupakan dua penyebab utama kebutaan pada lanjut usia.

3. Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Telur memiliki skor tinggi pada Indeks Rasa Kenyang (Satiety Index). Protein dan lemak sehat yang ada dalam telur membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung, sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah lonjakan insulin. Mengonsumsi telur rebus saat sarapan terbukti mampu menekan rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk ngemil secara berlebihan di siang harinya.

4. Meningkatkan Profil Kolesterol Baik (HDL)

Orang dengan tingkat kolesterol High-Density Lipoprotein (HDL) yang tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke. Berbagai penelitian medis telah mengonfirmasi bahwa konsumsi telur rebus secara teratur (1-2 butir per hari) terbukti dapat meningkatkan kadar HDL di dalam darah secara konsisten. Namun, bagi pasien dengan riwayat dislipidemia kronis, penyesuaian porsi harus tetap dilakukan. Jika kamu memiliki kondisi kolesterol tinggi yang memerlukan pemantauan ketat dan ingin memperbaiki pola makan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan rekomendasi diet gizi yang paling tepat dan terukur.

Risiko dan Mitos Seputar Konsumsi Telur

Meskipun menyehatkan, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan dalam mengonsumsi telur rebus, terutama berkaitan dengan penyimpanannya.

1. Mitos Kolesterol Jahat (LDL)

Selama puluhan tahun, telur dihindari karena dianggap sebagai biang keladi penyakit jantung akibat kandungan kolesterolnya yang tinggi (sekitar 212 mg per butir). Namun, ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa kolesterol dari makanan (dietary cholesterol) memiliki efek yang sangat kecil terhadap kadar kolesterol darah bagi mayoritas orang sehat. Tubuh manusia justru akan mengatur sendiri produksi kolesterol di organ hati ketika asupan dari luar meningkat.

2. Bahaya Infeksi Bakteri Salmonella

Bakteri ini bisa menempel pada cangkang maupun berada di dalam putih telur. Oleh karena itu, merebus telur hingga matang (terutama bagi lansia, ibu hamil, dan balita) adalah cara paling aman untuk memastikan semua bakteri patogen mati. Pastikan juga kamu tidak menyimpan telur matang di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika kamu membutuhkan perlindungan imun tambahan agar tubuh tidak mudah terserang infeksi bakteri pencernaan, kamu juga bisa beli vitamin atau suplemen di Halodoc, produk 100% asli dan diantar dengan aman ke rumah.

Studi Mengenai Konsumsi Telur Rebus

American Heart Association (AHA) menerbitkan studi komprehensif terkait kolesterol dan asupan kardiovaskular. Dalam jurnal dan riset tersebut dijelaskan bahwa konsumsi maksimal satu butir telur ayam utuh (kuning dan putih) per hari, atau setara dengan tujuh butir telur seminggu, terbukti aman bagi orang dewasa yang sehat dan tidak meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Selain itu, studi lanjutan juga menemukan bahwa telur dapat dimasukkan ke dalam berbagai pedoman pola makan sehat, asalkan tetap memperhatikan sumber lemak jenuh dari makanan pendamping lainnya (seperti sosis atau *bacon* yang sering dimakan bersama telur).

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. How Long to Boil Eggs: The Perfect Soft- and Hard-Boiled Egg.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?
American Heart Association. Diakses pada 2024. Dietary Cholesterol and Cardiovascular Risk: A Science Advisory From the American Heart Association.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Boiled Eggs.
NCBI – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2024. The Golden Egg: Nutritional Value, Bioactivities, and Emerging Benefits for Human Health.

FAQ

1. Berapa lama telur rebus bisa disimpan di dalam kulkas?

Telur rebus yang cangkangnya masih utuh dan tidak retak dapat disimpan dengan aman di dalam lemari pendingin (kulkas) hingga 7 hari. Sebaiknya jangan menyimpan telur rebus yang sudah dikupas, tetapi jika terpaksa, simpan di dalam wadah kedap udara yang diberi sedikit lap basah dan habiskan maksimal dalam 1-2 hari.

2. Kenapa ada lingkaran berwarna hijau keabu-abuan di sekeliling kuning telur rebus?

Lingkaran hijau keabu-abuan tersebut adalah reaksi kimia alami yang terjadi ketika hidrogen sulfida di dalam putih telur bertemu dengan zat besi di dalam kuning telur akibat pemanasan yang terlalu lama (overcooked) pada suhu tinggi. Meskipun warnanya kurang menarik dan memunculkan bau belerang, telur tersebut tetap aman untuk dimakan dan nutrisinya tidak banyak berkurang.

3. Apakah wanita hamil boleh mengonsumsi telur setengah matang?

Wanita hamil, anak-anak balita, lansia, dan individu dengan sistem imun yang lemah sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi telur setengah matang atau telur mentah. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko keracunan bakteri Salmonella yang dapat berakibat fatal. Selalu pastikan telur dimasak hingga putih dan kuningnya benar-benar memadat (hard boiled).

4. Bisakah merebus telur menggunakan microwave?

Sangat tidak disarankan untuk merebus telur utuh beserta cangkangnya di dalam microwave. Tekanan uap panas akan terperangkap di dalam cangkang telur dan berpotensi memicu ledakan yang keras, baik saat masih di dalam microwave maupun sesaat setelah kamu mengeluarkannya. Jika ingin menggunakan microwave, telur harus dipecahkan terlebih dahulu ke mangkuk khusus microwave.