Ad Placeholder Image

Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Mengetahui durasi merebus telur yang ideal, adalah kunci untuk mendapatkan telur dengan tingkat kematangan yang sesuai selera.

Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!Berapa Menit Merebus Telur? Ini Waktu Idealnya!

DAFTAR ISI


Telur adalah salah satu bahan makanan paling serbaguna, terjangkau, dan padat nutrisi yang mudah ditemukan di Indonesia. Mulai dari menu sarapan yang praktis hingga pelengkap hidangan seperti soto dan gado-gado, telur rebus selalu menjadi favorit. Namun, meskipun proses merebusnya terlihat sangat sederhana, banyak orang masih bingung ketika ditanya memasak telur rebus berapa menit untuk mendapatkan tingkat kematangan yang sempurna.

Tingkat kematangan telur sangat memengaruhi tekstur dan rasa. Sebagian orang menyukai kuning telur yang masih cair dan meleleh (soft-boiled), sementara yang lain lebih memilih kuning telur yang padat sempurna (hard-boiled). Selain soal selera, tingkat kematangan telur juga berkaitan erat dengan masalah keamanan pangan. Proses pemanasan yang tepat sangat penting untuk membunuh bakteri berbahaya yang mungkin bersarang di dalam telur.

Mengetahui durasi waktu yang tepat tidak hanya membuat hidanganmu lebih nikmat, tetapi juga memastikan nutrisi di dalamnya tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga. Secara ilmiah, putih telur dan kuning telur mengalami denaturasi (perubahan struktur protein karena panas) pada suhu yang berbeda. Putih telur mulai memadat pada suhu sekitar 60-65 derajat Celcius, sedangkan kuning telur membutuhkan suhu sekitar 65-70 derajat Celcius untuk menjadi padat.

Nah, mau tahu panduan lengkap memasak telur rebus berapa menit sesuai dengan tekstur yang kamu inginkan? Serta apa saja manfaat kesehatan di baliknya? Berikut ulasan lengkapnya!

Panduan Memasak Telur Rebus Berapa Menit Sesuai Tingkat Kematangan

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, panduan waktu di bawah ini dihitung sejak telur dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih (bukan dari air dingin), dengan menggunakan telur ukuran sedang yang baru dikeluarkan dari kulkas.

1. Waktu 4 – 5 Menit (Soft-Boiled / Sangat Cair)

Jika kamu merebus telur selama 4 hingga 5 menit, kamu akan mendapatkan putih telur yang sudah set (padat) namun masih sangat lembut, sedangkan kuning telurnya masih sepenuhnya cair dan hangat. Telur dengan tingkat kematangan ini sangat cocok untuk dijadikan menu sarapan ala kopitiam, disajikan di atas roti panggang, atau dicampur dengan sedikit lada dan kecap asin.

2. Waktu 6 – 7 Menit (Jammy Eggs / Setengah Matang)

Waktu 6 sampai 7 menit adalah durasi paling populer bagi para pencinta ramen atau salad. Pada tahap ini, putih telur sudah memadat secara sempurna, sementara kuning telurnya memiliki tekstur lengket, kental, dan sedikit meleleh di bagian tengahnya (sering disebut sebagai jammy eggs). Tekstur ini memberikan sensasi creamy tanpa terasa terlalu mentah.

3. Waktu 8 – 9 Menit (Medium Hard-Boiled / Hampir Padat)

Jika kamu memasak telur rebus selama 8 hingga 9 menit, kuning telur akan memadat secara keseluruhan tetapi tetap memiliki tekstur yang lembut, empuk, dan berwarna kuning cerah. Telur tidak akan terasa seret saat ditelan. Tingkat kematangan ini ideal untuk isian sandwich atau dimakan langsung sebagai camilan tinggi protein setelah berolahraga.

4. Waktu 10 – 12 Menit (Hard-Boiled / Matang Sempurna)

Memasak telur rebus selama 10 hingga 12 menit akan menghasilkan telur matang sempurna (hard-boiled). Putih dan kuning telurnya sudah sangat padat. Ini adalah waktu standar jika kamu ingin membuat telur balado, semur telur, atau telur isi (deviled eggs). Pastikan untuk tidak merebusnya lebih dari 12 menit. Merebus terlalu lama (overcooked) akan membuat kuning telur menjadi kering, bertekstur seperti kapur, berbau belerang (sulfur), dan muncul lingkaran abu-abu atau kehijauan di sekitar kuning telur.

Tips Merebus Telur Agar Sempurna dan Mudah Dikupas
  1. Gunakan telur yang sudah disimpan beberapa hari di kulkas. Telur yang terlalu segar cenderung lebih sulit dikupas karena membran putih telur masih menempel kuat pada cangkang.
  2. Tambahkan sedikit garam atau cuka ke dalam air rebusan. Ini membantu memecah cangkang jika telur retak sehingga putih telur tidak berhamburan keluar.
  3. Segera pindahkan telur ke dalam rendaman air es (ice bath) selama minimal 5 menit setelah selesai direbus. Proses ini menghentikan proses pematangan residual dan membuat cangkang menyusut, sehingga sangat mudah dikupas.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Telur Rebus

Selain praktis, telur rebus adalah salah satu makanan paling padat nutrisi di planet ini. Satu butir telur rebus ukuran besar (sekitar 50 gram) mengandung sekitar 77 kalori, 6 gram protein berkualitas tinggi, 5 gram lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral esensial.

1. Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Telur mengandung asam amino esensial dalam profil yang sangat lengkap dan rasio yang tepat. Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak, memelihara massa otot, serta memproduksi enzim dan hormon. Telur rebus sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau pembentukan otot karena memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Kuning telur mengandung antioksidan kuat berupa lutein dan zeaxanthin dalam jumlah yang signifikan. Kedua antioksidan ini cenderung terakumulasi di retina mata dan berfungsi membantu melawan proses penuaan pada mata, menurunkan risiko katarak, serta mencegah degenerasi makula. Selain itu, telur juga kaya akan Vitamin A yang sangat esensial untuk fungsi penglihatan.

3. Mendukung Kesehatan dan Fungsi Otak

Telur rebus adalah salah satu sumber makanan terbaik untuk mendapatkan kolin (choline). Kolin adalah nutrisi yang sering dikelompokkan dalam keluarga vitamin B. Tubuh menggunakan kolin untuk membangun membran sel dan memproduksi molekul sinyal (neurotransmitter) di otak. Hal ini sangat penting bagi memori, suasana hati (mood), dan fungsi kognitif secara umum. Jika asupan nutrisi dari makanan harian dirasa kurang seimbang, kamu bisa mempertimbangkan untuk membeli suplemen atau vitamin tambahan guna memastikan kebutuhan nutrisi harian tubuh tetap terpenuhi.

Risiko Mengonsumsi Telur Kurang Matang

Meskipun telur setengah matang memiliki rasa dan tekstur yang lezat, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, yaitu infeksi bakteri Salmonella enteritidis. Bakteri ini bisa berada di bagian luar cangkang maupun di dalam telur itu sendiri, bahkan pada telur yang terlihat bersih dan utuh.

Orang yang terinfeksi bakteri Salmonella dapat mengalami keracunan makanan dengan gejala seperti kram perut, diare, mual, muntah, dan demam yang biasanya muncul 6 hingga 48 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, mengonsumsi telur mentah atau setengah matang sangat tidak disarankan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, anak balita, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (immunocompromised).

Jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala keracunan makanan yang parah, seperti diare yang tidak kunjung berhenti, dehidrasi, atau demam yang tidak turun setelah mengonsumsi telur atau makanan lainnya, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Studi Terkait Konsumsi Telur dan Kolesterol

Selama beberapa dekade, telur sering kali dihindari karena kuning telurnya tinggi akan kolesterol. Banyak orang takut bahwa konsumsi telur rebus akan memicu penyakit jantung. Namun, berbagai studi modern telah mematahkan mitos tersebut.

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi komprehensif pada tahun 2020 yang melibatkan kohort besar dari berbagai negara. Studi tersebut menjelaskan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang (sekitar satu butir per hari) tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian pada individu tanpa riwayat penyakit tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa kolesterol dari makanan, bagi mayoritas orang, memiliki dampak yang sangat kecil terhadap peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam darah dibandingkan dengan konsumsi lemak trans dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Justru, telur dapat meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) yang membantu melindungi kesehatan jantung.


Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. How Long Does It Take to Boil an Egg?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eggs: Are they good or bad for my cholesterol?.
The American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. Association of egg intake with blood lipids, cardiovascular disease, and mortality in 177,000 people in 50 countries.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Salmonella and Eggs.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Boiled Eggs.

FAQ

1. Memasak telur rebus berapa menit agar mendapatkan kematangan yang sempurna untuk hidangan semur?

Untuk hidangan masakan yang membutuhkan telur padat seperti semur atau telur balado, waktu ideal memasak telur rebus adalah 10 hingga 12 menit setelah air mendidih. Waktu ini memastikan kuning dan putih telur matang sempurna, padat, dan tidak mudah hancur saat dimasak kembali bersama bumbu.

2. Apakah merebus telur terlalu lama berbahaya bagi kesehatan?

Merebus telur lebih dari 15 menit tidak lantas membuatnya beracun, tetapi akan menyebabkan reaksi kimia antara sulfur pada putih telur dan zat besi pada kuning telur. Hal ini menghasilkan lingkaran berwarna hijau atau keabu-abuan pada kuning telur, serta aroma belerang yang kurang sedap. Nutrisi dan rasanya juga akan sedikit berkurang karena teksturnya menjadi sangat kering.

3. Bagaimana cara mencegah telur retak atau pecah saat proses perebusan?

Untuk mencegah cangkang telur retak, pastikan telur tidak dalam kondisi sangat dingin (beku) saat dimasukkan ke air panas. Kamu bisa mendiamkannya di suhu ruang sebentar. Selain itu, gunakan api sedang agar air mendidih dengan tenang (tidak bergejolak hebat yang membuat telur saling berbenturan), dan tambahkan satu sendok teh cuka atau garam ke dalam air rebusan.

4. Berapa batas aman konsumsi telur rebus dalam satu hari?

Bagi orang dewasa yang sehat dengan kadar kolesterol normal, mengonsumsi 1 hingga 2 butir telur rebus setiap hari dianggap aman dan menyehatkan. Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau diabetes, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menentukan batas konsumsi harian yang paling sesuai dengan kondisi tubuhmu.