Ad Placeholder Image

Berapa Takaran Susu Formula Bayi 0-3 Bulan? Simak Selengkapnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Takaran susu formula untuk usia 0-3 bulan sekitar 150-200 ml per kilogram berat badan per hari.

Berapa Takaran Susu Formula Bayi 0-3 Bulan? Simak SelengkapnyaBerapa Takaran Susu Formula Bayi 0-3 Bulan? Simak Selengkapnya

DAFTAR ISI


Menyambut kehadiran buah hati ke dunia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup. Namun, bagi orang tua baru, masa-masa awal ini juga sering kali diwarnai dengan berbagai pertanyaan dan kebingungan, terutama yang berkaitan dengan nutrisi. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah mengenai takaran susu bayi baru lahir yang tepat. Berapa banyak sebenarnya susu yang dibutuhkan oleh si Kecil agar ia tumbuh sehat tanpa membuatnya kekenyangan atau kekurangan nutrisi?

Sangat penting untuk memahami bahwa anatomi pencernaan bayi yang baru lahir sangatlah berbeda dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa. Kapasitas lambung mereka sangat kecil pada hari-hari pertama kehidupannya. Memberikan susu dalam jumlah yang tepat tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya, tetapi juga mencegah masalah pencernaan seperti gumoh, kolik, atau bahkan refluks asam lambung. Oleh karena itu, mengenali takaran susu bayi baru lahir menjadi kunci utama dalam perawatan neonatal di rumah.

Secara umum, bayi baru lahir akan menyusu dengan frekuensi yang sangat sering, baik itu ASI eksklusif maupun susu formula. Pola makan ini dikenal dengan istilah on-demand feeding atau menyusui sesuai dengan permintaan bayi. Meskipun terkesan tidak terjadwal, lambat laun bayi akan membentuk pola makannya sendiri seiring dengan bertambahnya kapasitas lambung mereka. Jika kamu merasa cemas apakah si Kecil mendapatkan cukup ASI atau formula, penting untuk memantau tanda-tanda kecukupan nutrisi dari frekuensi buang air kecil dan buang air besar mereka.

Nah, mau tahu panduan lengkap seputar takaran susu bayi baru lahir berdasarkan usianya dan apa saja pilihan produk kesehatan pendukung untuk si Kecil? Berikut ulasan selengkapnya!

Panduan Takaran Susu Bayi Baru Lahir Sesuai Usia

Kapasitas lambung bayi akan berkembang secara bertahap setiap harinya. Berikut adalah panduan umum mengenai takaran susu bayi baru lahir yang perlu kamu perhatikan dari hari ke hari:

1. Hari 1 hingga Hari 3 (Fase Kolostrum)

Pada hari pertama kelahirannya, lambung bayi hanya sebesar buah ceri. Kapasitasnya hanya berkisar antara 5 hingga 7 mililiter (ml) atau sekitar 1 hingga 1,5 sendok teh untuk setiap kali menyusu. Pada fase ini, ibu menghasilkan kolostrum, yaitu ASI pertama yang berwarna kekuningan, sangat kental, dan kaya akan antibodi. Karena ukurannya yang sangat kecil, bayi mungkin akan menyusu sangat sering, setiap 1 hingga 3 jam sekali. Memasuki hari ketiga, lambung bayi berkembang menjadi sebesar buah kenari, mampu menampung sekitar 22 hingga 27 ml susu per sesi menyusui.

2. Usia 1 Minggu

Memasuki usia satu minggu, ukuran lambung bayi kurang lebih sudah sebesar buah aprikot atau bola pingpong. Pada tahap ini, takaran susu bayi baru lahir meningkat menjadi sekitar 45 hingga 60 ml per sesi menyusui. Frekuensi menyusui biasanya masih cukup sering, yakni berkisar antara 8 hingga 12 kali dalam waktu 24 jam. Pada masa ini, ASI transisi mulai berubah menjadi ASI matur yang volumenya jauh lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energi bayi yang semakin meningkat.

3. Usia 2 hingga 4 Minggu (1 Bulan)

Saat bayi mencapai usia dua minggu hingga satu bulan, lambungnya sudah seukuran telur ayam berukuran besar. Takaran susu bayi baru lahir pada usia ini umumnya berkisar antara 80 hingga 150 ml per sesi, dan bayi biasanya menyusu setiap 3 hingga 4 jam sekali. Total konsumsi susu dalam sehari bisa mencapai 400 hingga 700 ml, tergantung pada berat badan dan kecepatan pertumbuhan masing-masing bayi. Penting untuk diingat bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula mungkin memiliki jeda menyusu yang sedikit lebih lama dibandingkan bayi yang mendapat ASI, karena susu formula membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan.

Apabila kamu mendapati bayi sering muntah menyemprot (bukan sekadar gumoh biasa), rewel berkepanjangan setelah menyusu, atau berat badannya tidak kunjung naik, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter anak. Penanganan dini sangat penting untuk memastikan tidak ada masalah anatomi atau alergi tertentu.

Rekomendasi Produk Perawatan dan Kesehatan Bayi

Selain memperhatikan nutrisi dan takaran susu, merawat kesehatan pencernaan dan kebersihan kulit bayi juga sangat krusial di bulan-bulan pertamanya. Untuk mendukung kesehatan si Kecil, ada kalanya kamu membutuhkan produk yang aman digunakan sehari-hari. Jika kamu kehabisan stok, kamu bisa membeli vitamin atau kebutuhan kesehatan ibu dan bayi secara praktis. Berikut beberapa rekomendasi produk yang bisa menjadi andalan:

1. Interlac Probiotics Drops 5 ml

Sistem pencernaan bayi baru lahir masih sangat sensitif dan rentan mengalami gangguan seperti kolik (menangis berjam-jam tanpa sebab yang jelas), perut kembung, hingga diare ringan. Interlac Probiotics Drops adalah suplemen makanan yang mengandung bakteri baik Lactobacillus reuteri Protectis. Bakteri baik ini secara alami ditemukan dalam ASI dan berfungsi menjaga keseimbangan flora normal di dalam usus bayi.

Manfaat utama dari suplemen ini adalah membantu mengurangi frekuensi menangis akibat kolik infantil, mencegah konstipasi, dan menjaga daya tahan tubuh bayi secara keseluruhan agar pencernaannya lebih nyaman setelah menerima takaran susu bayi baru lahir. Obat ini termasuk golongan suplemen kesehatan dan diklasifikasikan sebagai produk yang aman atau obat bebas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Berikan 5 tetes, 1 kali sehari atau sesuai dengan petunjuk dokter anak.
  • Kocok botol dengan baik sebelum digunakan. Tetesan dapat diberikan langsung ke mulut bayi menggunakan sendok atau dicampurkan dengan susu atau air.

Obat ini termasuk golongan obat bebas atau suplemen kesehatan. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Interlac Probiotics Drops 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Lactacyd Baby Bath 150 ml

Setelah memastikan nutrisi dari dalam melalui takaran susu bayi baru lahir yang pas, menjaga kesehatan kulit bayi dari luar juga tidak boleh diabaikan. Kulit bayi baru lahir sangat tipis dan mudah kehilangan kelembapan, membuatnya rentan terhadap iritasi dan ruam popok. Lactacyd Baby Bath mengandung ekstrak susu alami (Lactoserum) dan Lactic Acid yang diformulasikan khusus dengan pH yang seimbang dengan kulit bayi.

Produk ini bekerja dengan cara menjaga lapisan pelindung alami kulit, membersihkan kotoran secara lembut tanpa menghilangkan kelembapan alami, dan mencegah terjadinya iritasi serta ruam merah pada lipatan kulit si Kecil. Sangat direkomendasikan sebagai sabun mandi harian untuk bayi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan setiap kali memandikan bayi (1-2 kali sehari).
  • Kocok sebelum digunakan. Tuangkan secukupnya ke telapak tangan atau spons mandi, usapkan secara lembut ke seluruh tubuh bayi yang sudah dibasahi air, lalu bilas hingga bersih.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lactacyd Baby Bath 150 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Bayi Cukup Susu dan Kenyang
  1. Popok basah: Mulai hari ke-5 dan seterusnya, bayi yang cukup minum susu akan menghasilkan 6 hingga 8 popok basah dalam waktu 24 jam.
  2. Perubahan feses: Feses beralih dari mekonium (hitam lengket) menjadi berwarna kekuningan dengan tekstur berbulir.
  3. Sikap tubuh: Setelah menyusu, tangan bayi yang tadinya mengepal erat akan menjadi lebih rileks dan terbuka. Bayi juga tampak tenang dan mudah tertidur lelap.
  4. Penaikan berat badan: Meskipun normal bayi kehilangan sedikit berat badan di minggu pertama, berat badannya harus terus bertambah secara konstan di minggu-minggu berikutnya.

Studi Mengenai Pemberian Nutrisi pada Bayi Baru Lahir

World Health Organization (WHO) menerbitkan studi dan panduan berkesinambungan yang menjelaskan bahwa pemberian ASI eksklusif sejak jam pertama kehidupan sangat krusial dalam menekan angka kematian bayi. Studi tersebut menekankan pentingnya responsif terhadap isyarat lapar bayi (responsive feeding) dibandingkan memberikan susu berdasarkan jadwal jam yang kaku.

Lebih lanjut, temuan medis dari jurnal nutrisi pediatrik menunjukkan bahwa memaksakan takaran susu bayi baru lahir dalam jumlah besar pada minggu-minggu pertama, terutama melalui susu formula tanpa indikasi medis yang jelas, dapat meningkatkan risiko refluks gastroesofageal (GERD pada bayi) dan obesitas di masa kanak-kanak. Oleh sebab itu, orang tua disarankan untuk lebih mengenali isyarat bayi seperti mengecap bibir, mencari puting (rooting), dan gerakan tangan ke mulut sebagai tanda awal lapar sebelum bayi menangis keras.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Infant formula: 7 steps to prepare it safely.
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. How Often and How Much Should Your Baby Eat?
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Breastfeeding.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pentingnya ASI Eksklusif dan Kapasitas Lambung Bayi Baru Lahir.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Breastfeeding vs. Formula Feeding.

FAQ

1. Berapa takaran susu bayi baru lahir di hari pertama?

Pada hari pertama kehidupannya, lambung bayi hanya sebesar buah ceri. Oleh karena itu, takaran susu bayi baru lahir yang tepat hanyalah sekitar 5 hingga 7 mililiter per satu kali jadwal menyusu.

2. Apakah takaran susu bayi baru lahir untuk ASI dan formula sama?

Secara kapasitas lambung, kebutuhannya sama. Namun, bayi yang mengonsumsi susu formula mungkin akan terlihat lebih jarang menyusu karena formula dicerna lebih lambat oleh lambung dibandingkan ASI. Selalu patuhi petunjuk takaran di kemasan jika menggunakan formula.

3. Bagaimana cara mengetahui jika takaran susu bayi baru lahir sudah pas?

Kamu bisa memantaunya dari jumlah popok yang basah (minimal 6 kali buang air kecil dalam 24 jam untuk bayi usia di atas 5 hari), bayi tampak rileks dan tenang setelah menyusu, dan kurva pertumbuhan berat badannya terus meningkat setiap bulan.

4. Apa yang terjadi jika takaran susu bayi baru lahir diberikan terlalu banyak?

Memberikan susu melebihi kapasitas lambung bayi atau memaksakan bayi untuk menghabiskan botol (overfeeding) dapat menyebabkan bayi tersedak, gumoh dalam jumlah banyak, sakit perut (kolik), perut kembung, dan meningkatkan risiko obesitas bayi.