• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Berbagai Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Anak susah makan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua, terutama ibu. Bukan tanpa alasan, asupan nutrisi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, dan itu hanya bisa diperoleh dari makanan. Tidak heran jika banyak ibu yang jadi stres ketika menghadapi anak yang susah makan.

Menolak makan sebenarnya adalah kondisi yang normal terjadi, terlebih pada anak berusia 6 hingga 9 tahun. Penyebabnya bisa beragam, seperti bosan dengan menu masakan ibu yang begitu saja, tidak menyukai bahan makanan atau rasa dari masakan ibu, atau bisa jadi anak sedang merasa tidak enak badan, sehingga nafsu makan pun menurun.

Tidak jarang, ibu menjadi lebih stres dan mudah emosi kala menghadapi anak yang sedang berada pada fase menolak makan. Sebenarnya, tidak perlu demikian, coba dulu cara mengatasi anak susah makan berikut ini. 

  • Tawarkan Makanan dalam Porsi Kecil, tetapi Lebih Sering

Menu baru butuh adaptasi baru bagi anak. Tidak serta merta mereka langsung menyukainya. Apalagi jika makanan tersebut baru pertama kali ia cicipi. Jadi, alih-alih langsung mengenalkan anak menu baru dalam porsi besar, berikanlah dalam porsi yang lebih kecil.

Baca juga: 3 Kebiasaan yang Bisa Membuat Bayi Susah Makan

  • Buat Jadwal Makan Lebih Teratur

Sedari usia 6 bulan ketika pertama kali mengenalkan MPASI, ibu dianjurkan untuk memberikan anak makan sebanyak 3 kali dengan selingan berupa camilan sebanyak 2 kali dalam satu hari. Ini secara tidak langsung akan melatih anak untuk memiliki jadwal makan yang teratur.

Penting juga untuk ibu ketahui, perhatikan sinyal lapar dan kenyang pada anak. Pun, hindari memberikan camilan jika sudah dekat waktu makan besar, karena ia bisa jadi akan menolak makan karena sudah merasa kenyang dengan camilan. Hindari pula memberi makan mendekati waktu tidur, karena sudah pasti anak lebih memilih tidur daripada makan. 

  • Pancing Minat Anak dengan Tampilan Makanan yang Menarik

Selain memperhatikan porsi dan jadwal makan, ibu pun bisa mengatasi anak susah makan dengan menyajikan makanannya dengan tampilan yang lebih menarik. Misalnya, membuat nasi berbentuk, seperti wajah dan sayuran potong sebagai hiasannya. Tidak hanya menggugah selera anak yang sehat, cara ini juga bisa ibu terapkan ketika anak sedang sakit. 

Baca juga: 6 Penyebab Bayi Susah Makan

  • Pastikan Anak Makan dengan Suasana yang Nyaman

Bu, suasana ketika makan juga ternyata memengaruhi nafsu makan anak, lho. Jika anak menolak makan, coba ibu perhatikan, apakah suasana makan terasa membosankan. Carilah suasana lain yang lebih menyenangkan, seperti mengajak anak makan di teras bersama.

  • Hindari Memaksa Anak Menghabiskan Makanannya

Jika anak tidak menghabiskan makanannya, jangan pernah memaksanya untuk melakukannya. Bisa jadi memang dia sudah kenyang atau porsi makan yang ibu berikan terlalu banyak. Memaksa anak menghabiskan makanannya hanya akan membuatnya kehilangan nafsu makan. Bukan tidak mungkin aktivitas makan akan menjadi hal yang menakutkan bagi anak.

  • Libatkan Anak dalam Proses Memasak

Pernahkah ibu mengajak sang buah hati ketika memasak? Jika belum, coba libatkan ia dalam proses memasak makanannya. Biarkan ia memilih bahan yang disukainya dengan begitu ia akan lebih menikmati makanannya. 

Baca juga: Kenali Gangguan Makan Anak Sejak Dini

Tidak boleh lupa, selalu jadilah panutan yang baik untuk anak. Ajak ia makan bersama di meja makan, dan berikan pengertian bahwa apa yang ia makan memang dibutuhkan untuk tubuhnya. 

Namun, jika anak susah makan dan menunjukkan gejala yang tidak biasa, ibu bisa langsung mengakses aplikasi Halodoc dan bertanya pada dokter spesialis anak. Kapan dan di mana saja, dokter akan membantu memberikan solusi semua masalah kesehatan yang ibu dan sang buah hati alami. 



Referensi:
Familydoctor. Diakses pada 2020. When Your Toddler Doesn’t Want to Eat.
Child Feeding Guide. Diakses pada 2020. Food Refusal.
IDAI. Diakses pada 2020. Sulit Makan pada Bayi dan Anak.