• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Manfaat Melakukan VCT untuk Mencegah HIV dan AIDS

Berbagai Manfaat Melakukan VCT untuk Mencegah HIV dan AIDS

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - VCT (voluntary counseling and testing) merupakan rangkaian pemeriksaan untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV. Pemeriksaan ini bersifat rahasia dan sukarela. Artinya, keputusan untuk menjalankan pemeriksaan adalah pilihan seseorang dan ia memiliki hak privasi mutlak. 

Di awal perkembangan HIV biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga seseorang tidak menyadari jika sudah terinfeksi HIV. Maka itulah, VCT bertujuan untuk mendeteksi HIV sedini mungkin dan membantu pencegahan, perawatan, dan pengobatan HIV sebelum terlambat. 

Baca juga: 2 Tes untuk Mendeteksi HIV AIDS dalam Tubuh

Manfaat VCT untuk Cegah HIV dan AIDS

Pemeriksaan VCT ini terhitung hemat biaya, karena HIV lebih cepat terdeteksi. Berbeda saat seseorang terlambat mendiagnosis HIV dan dinyatakan positif, secara otomatis pengobatan dan rawat inap akan jauh lebih mahal. 

HIV/AIDS adalah infeksi yang perlu diwaspadai, sebab penyakit ini tidak memiliki gejala awal yang jelas. Kurangnya pengetahuan menyebabkan penyebaran HIV semakin sulit dihindari dan dikendalikan. 

Itulah perlunya pemeriksaan VCT sebagai langkah awal untuk mendapatkan informasi mengenai HIV. Sehingga siapapun pengidap HIV bisa segera melakukan deteksi dini dan mendapat pengobatan yang dibutuhkan. 

Pemeriksaan VCT adalah cara yang sangat membantu dalam langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Meskipun belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS secara tuntas, namun pengobatan antiretroviral (ARV) bisa digunakan untuk mengobati HIV saat ini untuk menekan berkembangnya virus HIV dalam tubuh pengidap. 

Dengan begitu, pengidap HIV/AIDS dapat meningkatkan kualitas hidup dan daya tahan tubuh. Dengan menjalankan pengobatan ARV secara teratur seumur hidup, para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) tetap bisa bekerja, sekolah, dan berkarya. 

Perlu diketahui, mayoritas ODHA adalah anak muda, dengan berbagai penyebab utama. Seperti perilaku seksual berisiko, misalnya sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom sebagai pengaman, membuat tindikan atau tato, dan menggunakan narkoba dengan jarum suntik. 

Namun, tidak hanya anak muda, siapa pun bisa menjalani konseling HIV. Jangan pula takut untuk menjalani pemeriksaan VCT, karena langkah ini justru akan membantu meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Penting juga untuk dipahami, bahwa VCT tidak hanya bisa mencegah penularan HIV, tapi juga mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. 

Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Terinfeksi HIV dan AIDS?

Prosedur Pemeriksaan VCT

Sebelum melakukan pemeriksaan, kamu akan melalui tahapan konseling. Konseling dilakukan untuk membantu persiapan pemeriksaan dan antisipasi terhadap hasil tes. Kamu juga bisa merencanakan perawatan dan pengobatan HIV lebih cepat melalui konseling, jika hasil pemeriksaan adalah positif. 

Namun, jika kamu tidak ingin melewati tahapan konseling pun tidak masalah. Karena konseling pun bersifat sukarela. Setelah atau tanpa konseling, kamu akan melanjutkan pada tahapan pemeriksaan berikutnya, yaitu pemeriksaan antibodi HIV. Prosedur VCT ini memiliki tiga jenis tes, yaitu: 

  • Tes Elisa dan Western Blot. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah. Sampel lalu akan dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan ini bisa kamu ketahui dalam waktu sekitar satu minggu.
  • Rapid test. Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah melalui ujung jari. Darah tersebut kemudian akan diletakkan pada kaca objek dan diberikan larutan kimia khusus. Hasil pemeriksaan bisa kamu ketahui hanya dalam waktu 15 menit. Apabila hasilnya positif, pemeriksaan ini akan diulangi guna memastikan diagnosis yang akurat. 


Baca juga: Waspada, Inilah 5 Komplikasi yang Disebabkan HIV dan AIDS

Pemeriksaan antibodi HIV pada prosedur VCT dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi pada tubuh apabila jumlahnya telah mencukupi. Adanya teknologi terbaru membuat kamu lebih mudah untuk menjalani tes sebelum 3 bulan. Namun, tetap saja ada waktu ketika antibodi tidak bisa terdeteksi oleh darah, sehingga kamu akan mendapatkan hasil pemeriksaan negatif, meski virus sebenarnya masih ada pada tubuh. 

Tertarik untuk melakukan VCT? Atau masih ragu? Tidak masalah, kamu bisa berdiskusi lebih banyak dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai VCT. Yuk, segera download aplikasi Halodoc agar sehat lebih nyaman. 

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. VCT Guidelines
WHO. Diakses pada 2020. HIV/AIDS Voluntary Counselling and Testing