• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbahayakah Berada Satu Atap dengan Pengidap Skizofrenia

Berbahayakah Berada Satu Atap dengan Pengidap Skizofrenia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh laman Living with Schizophrenia, disebutkan kalau skizofrenia lebih berisiko melakukan perilaku berbahaya, seperti bunuh diri atau kekerasan. Ini dikarenakan delusi yang dialami pengidap skizofrenia dapat memicu perilaku berbahaya yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. 

Mengetahui informasi ini sangat penting untuk mendapatkan sistem koping yang tepat buat pengidap skizofrenia. Ini termasuk dukungan dari keluarga serta penanganan medis yang mumpuni. Informasi selengkapnya mengenai skizofrenia bisa dibaca di bawah ini!

Mengenal Skizofrenia dan Gejalanya

Skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir. Gejalanya dapat mencakup delusi, halusinasi, kesulitan berpikir dan konsentrasi, serta kurangnya motivasi. 

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Sejauh ini para ahli mempelajari genetika, melakukan penelitian perilaku, serta menggunakan pencitraan canggih untuk melihat struktur dan fungsi otak guna mempelajari skizofrenia Skizofrenia tidak sama dengan kondisi kepribadian ganda.

Ketika skizofrenia sedang aktif, dapat ditandai dengan episode di mana pengidap tidak dapat membedakan antara pengalaman nyata dan tidak nyata. Tingkat keparahan, durasi, dan frekuensi gejala dapat bervariasi.

Orang dengan skizofrenia memiliki gejala psikotik yang bervariasi mulai dari ringan sampai parah. Gejala-gejala tersebut dimasukkan dalam beberapa kategori seperti:

1. Gejala psikotik positif

Halusinasi, seperti mendengar suara, delusi paranoid dan persepsi, kepercayaan, serta perilaku yang berlebihan atau terdistorsi.

2. Gejala negatif

Kehilangan atau penurunan kemampuan untuk memulai rencana, berbicara, mengekspresikan emosi atau menemukan kesenangan.

3. Gejala disorganisasi

Pemikiran dan ucapan yang membingungkan dan tidak teratur, masalah dengan pemikiran logis, dan terkadang perilaku aneh atau gerakan abnormal.

4. Gangguan kognisi

Masalah dengan perhatian, konsentrasi, memori, dan menurunnya kinerja aktivitas.

Sangat penting untuk melakukan diagnosis dan pemeriksaan medis menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan penyalahgunaan zat atau penyakit neurologis atau medis lainnya yang gejalanya menyerupai skizofrenia.

Baca juga: Sering Berinteraksi dengan Orang Bisa Bikin Introvert Kena Hangover

Informasi lebih jelas mengenai skizofrenia, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Psikolog ataupun psikiater yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Risiko Satu Atap dengan Pengidap Skizofrenia

Sejumlah faktor genetik dan lingkungan berkontribusi terhadap penyebab yang berperan selama gangguan skizofrenia dimulai. Orang dengan orangtua, saudara laki-laki, atau perempuan yang memiliki skizofrenia memiliki peluang lebih tinggi untuk mengidap skizofrenia. 

Namun, sebagian orang lainnya yang memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia tidak akan mengalami kondisi ini. Secara spesifik faktor pemicunya bisa sangat personal. Adakah risiko satu atap dengan pengidap skizofrenia?

Berbahaya atau tidaknya tergantung dengan tingkat keparahan dari kondisi skizofrenia itu sendiri. Bagi banyak orang yang hidup dengan skizofrenia, dukungan keluarga sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka serta penting bagi keluarga untuk mendapatkan informasi dan dukungan bagi diri sendiri. 

Optimisme sangat penting buat pengidap skizofrenia dan anggota keluarga untuk penanganan kesehatan mental. Pengobatan dapat membantu banyak orang dengan skizofrenia menjalani kehidupan yang sangat produktif dan bermanfaat. 

Berbagai jenis terapi dapat terus membantu orang mengelola penyakit dan meningkatkan kehidupan mereka. Terapi dan dukungan dapat membantu orang mempelajari keterampilan sosial, mengatasi stres, mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dini kambuh, dan memperpanjang masa remisi. 

Karena skizofrenia biasanya menyerang pada usia dewasa awal, individu dengan gangguan ini sering mendapat manfaat dari rehabilitasi untuk membantu mengembangkan keterampilan manajemen kehidupan. 

Referensi:
Your Health in Mind. Diakses pada 2020. Schizophrenia.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What is Schizophrenia?
Living with Schizophrenia. Diakses pada 2020. Schizophrenia and Dangerous Behaviour?