Ad Placeholder Image

Bercak Merah pada Mata Bayi: Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Bercak Merah Mata Bayi: Normal? Kapan Harus Periksa?

Bercak Merah pada Mata Bayi: Normal atau Bahaya?Bercak Merah pada Mata Bayi: Normal atau Bahaya?

Penyebab Bercak Merah pada Mata Bayi dan Kapan Harus Khawatir

Bercak merah pada mata bayi dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Kondisi ini umumnya muncul karena beberapa faktor yang bervariasi dari yang tidak berbahaya hingga memerlukan penanganan medis. Memahami penyebab dan gejala yang menyertainya sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

Apa Itu Bercak Merah pada Mata Bayi?

Bercak merah pada mata bayi merujuk pada area kemerahan yang terlihat pada bagian putih mata (sklera). Kondisi ini bisa bervariasi dari titik kecil hingga area yang lebih luas.

Meskipun tampak mengkhawatirkan, banyak kasus bercak merah pada mata bayi disebabkan oleh kondisi yang tidak serius dan akan membaik dengan sendirinya.

Penyebab Umum Bercak Merah pada Mata Bayi

Ada beberapa alasan mengapa mata bayi dapat memiliki bercak merah. Sebagian besar penyebabnya berkaitan dengan pembuluh darah kecil di permukaan mata atau reaksi terhadap lingkungan.

  • Perdarahan Subkonjungtiva

    Ini adalah penyebab paling umum dari bercak merah pada mata bayi. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva (selaput bening yang melapisi bagian putih mata) pecah. Seringkali akibat tekanan saat persalinan, mengejan kuat, batuk, bersin, atau garukan tidak sengaja.

    Umumnya tidak berbahaya, bercak merah ini akan hilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 2 minggu.

  • Iritasi Ringan

    Mata bayi sangat sensitif dan mudah teriritasi oleh faktor lingkungan. Paparan debu, asap, bulu hewan peliharaan, atau sabun saat mandi dapat menyebabkan kemerahan pada mata.

    Iritasi ini seringkali bersifat sementara dan membaik setelah pemicunya dihilangkan.

  • Konjungtivitis (Mata Merah)

    Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva. Bercak merah pada mata bayi akibat konjungtivitis biasanya disertai dengan gejala lain, dan dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi.

Gejala Lain yang Perlu Diperhatikan

Jika bercak merah pada mata bayi disebabkan oleh iritasi atau konjungtivitis, ada beberapa gejala tambahan yang mungkin muncul:

  • Mata berair secara berlebihan.
  • Mata gatal, yang mungkin ditunjukkan dengan bayi menggosok-gosok matanya.
  • Kotoran mata yang banyak dan lengket, bisa berwarna kuning atau hijau.
  • Pembengkakan pada kelopak mata atau area sekitar mata.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Demam atau gejala flu jika disebabkan oleh infeksi virus.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak berbahaya, penting untuk segera mencari bantuan medis jika bercak merah pada mata bayi disertai dengan salah satu gejala berikut:

  • Kotoran mata yang banyak, lengket, dan terus-menerus.
  • Mata bayi tampak bengkak.
  • Bayi terus-menerus menggaruk atau menggosok matanya karena gatal.
  • Bercak merah tidak membaik atau justru memburuk setelah 1-2 minggu.
  • Bayi menunjukkan tanda-tanda nyeri atau ketidaknyamanan.
  • Adanya perubahan pada penglihatan bayi atau mata tampak juling.
  • Bayi mengalami demam atau gejala penyakit lain.

Penanganan Bercak Merah pada Mata Bayi

Penanganan bercak merah pada mata bayi bergantung pada penyebabnya. Untuk perdarahan subkonjungtiva, tidak diperlukan pengobatan khusus karena akan sembuh sendiri. Jika penyebabnya iritasi, dokter mungkin merekomendasikan pembersihan mata dengan larutan garam steril. Untuk konjungtivitis, penanganan akan bervariasi:

  • Konjungtivitis Bakteri: Dokter akan meresepkan tetes mata antibiotik.
  • Konjungtivitis Virus: Umumnya akan sembuh sendiri, namun dokter mungkin menyarankan kompres hangat.
  • Konjungtivitis Alergi: Menghindari alergen dan terkadang obat tetes mata antihistamin diresepkan.

Selalu ikuti instruksi dokter untuk penanganan yang tepat dan aman bagi bayi.

Pencegahan Bercak Merah pada Mata Bayi

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membantu mencegah munculnya bercak merah pada mata bayi:

  • Jaga kebersihan mata bayi dengan membersihkannya secara lembut menggunakan kapas steril yang dibasahi air matang atau larutan garam steril.
  • Pastikan kuku bayi selalu pendek dan bersih untuk menghindari garukan yang dapat melukai mata.
  • Jauhkan bayi dari paparan asap rokok, debu, dan alergen potensial lainnya.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh atau membersihkan mata bayi.
  • Hindari penggunaan produk perawatan kulit atau sabun di dekat mata bayi yang dapat menyebabkan iritasi.

Bercak merah pada mata bayi dapat menjadi tanda dari berbagai kondisi, mulai dari yang tidak berbahaya hingga memerlukan perhatian medis. Kunci utamanya adalah mengamati gejala penyerta dan durasi bercak merah.

Jika orang tua memiliki kekhawatiran atau bercak merah tidak membaik, konsultasi dengan dokter anak atau dokter mata adalah langkah terbaik. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman. Melalui Halodoc, orang tua bisa mendapatkan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang sesuai untuk menjaga kesehatan mata bayi.