Ad Placeholder Image

Bercak Putih di Tenggorokan Mirip Sariawan? Cari Tahu Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Tenggorokan Ada Bercak Putih Mirip Sariawan? Kenali!

Bercak Putih di Tenggorokan Mirip Sariawan? Cari Tahu Yuk!Bercak Putih di Tenggorokan Mirip Sariawan? Cari Tahu Yuk!

Tenggorokan Ada Bercak Putih seperti Sariawan: Penyebab dan Penanganan

Adanya bercak putih di tenggorokan yang menyerupai sariawan seringkali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini dapat menjadi indikasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi bakteri atau virus hingga kondisi lain yang memerlukan perhatian medis. Mengenali penyebab dan gejala yang menyertai sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Apa Itu Bercak Putih di Tenggorokan seperti Sariawan?

Bercak putih di tenggorokan yang mirip sariawan adalah area berwarna keputihan atau kekuningan yang muncul pada dinding tenggorokan, amandel, atau langit-langit mulut. Tampilan ini sering kali menunjukkan adanya peradangan, infeksi, atau penumpukan zat tertentu di area tersebut. Meskipun sering kali menyerupai sariawan, penyebabnya bisa sangat bervariasi dan memerlukan diagnosis medis.

Penyebab Umum Tenggorokan Ada Bercak Putih seperti Sariawan

Beberapa kondisi kesehatan yang mendasari bisa menjadi penyebab munculnya bercak putih di tenggorokan. Pemahaman akan penyebab ini krusial untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.

1. Tonsilitis (Radang Amandel)

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel, dua kelenjar kecil di bagian belakang tenggorokan. Infeksi bakteri, seperti Streptococcus pyogenes, atau infeksi virus dapat memicu kondisi ini. Bercak putih yang terlihat seringkali merupakan kumpulan nanah atau sel darah putih yang mati akibat respons tubuh terhadap infeksi.

2. Sariawan Mulut (Oral Thrush)

Disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans, sariawan mulut bisa muncul sebagai bercak putih di tenggorokan dan area mulut lainnya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi, lansia, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan antibiotik jangka panjang juga dapat memicu sariawan mulut.

3. Infeksi Virus

Beberapa infeksi virus tertentu, seperti mononukleosis yang disebabkan oleh Epstein-Barr Virus (EBV), dapat menyebabkan bercak putih di tenggorokan. Virus-virus ini menyerang sel-sel di tenggorokan dan amandel, memicu peradangan serta munculnya eksudat putih. Gejala lain seperti kelelahan ekstrem sering menyertai infeksi virus ini.

4. Batu Amandel (Tonsiloliths)

Batu amandel terbentuk ketika sisa makanan, bakteri, dan lendir terperangkap di celah-celah amandel, kemudian mengeras. Material ini dapat membentuk gumpalan kecil berwarna putih atau kekuningan. Meskipun seringkali tidak berbahaya, batu amandel dapat menyebabkan bau mulut dan sensasi mengganjal di tenggorokan.

5. Strep Throat

Strep throat merupakan infeksi bakteri Streptococcus pada tenggorokan dan amandel. Bercak putih atau garis-garis nanah pada amandel adalah salah satu ciri khasnya. Kondisi ini memerlukan antibiotik untuk mencegah komplikasi serius, seperti demam reumatik.

Gejala Lain yang Menyertai Tenggorokan Ada Bercak Putih

Selain bercak putih, beberapa gejala lain dapat muncul bersamaan, memberikan petunjuk tentang penyebab yang mendasari:

  • Sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.
  • Demam atau peningkatan suhu tubuh.
  • Sulit menelan makanan atau minuman (disfagia).
  • Bau mulut yang tidak sedap (halitosis).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Sakit kepala dan nyeri tubuh.
  • Kelelahan ekstrem.

Kapan Harus ke Dokter untuk Tenggorokan Ada Bercak Putih?

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika bercak putih di tenggorokan disertai dengan gejala serius. Konsultasi dengan dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sangat dianjurkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin tes lanjutan untuk menegakkan diagnosis yang akurat.

Beberapa tanda yang mengharuskan kunjungan dokter meliputi:

  • Sulit bernapas atau menelan yang parah.
  • Demam tinggi yang tidak mereda.
  • Pembengkakan amandel yang menghalangi jalan napas.
  • Bercak putih yang tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Nyeri hebat yang tidak tertahankan.

Pengobatan Bercak Putih di Tenggorokan

Penanganan bercak putih di tenggorokan sangat bergantung pada penyebabnya. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan merekomendasikan terapi yang sesuai.

  • Antibiotik: Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, seperti tonsilitis bakteri atau strep throat, antibiotik akan diresepkan. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Antijamur: Untuk sariawan mulut (oral thrush), obat antijamur dapat diberikan dalam bentuk obat kumur, tablet, atau cairan.
  • Antivirus: Jika penyebabnya infeksi virus, pengobatan akan bersifat suportif, seperti istirahat cukup dan asupan cairan. Obat antivirus mungkin dipertimbangkan dalam kasus tertentu, namun seringkali tubuh akan melawan infeksi ini secara alami.
  • Penanganan Batu Amandel: Batu amandel yang kecil mungkin bisa diatasi dengan berkumur air garam hangat. Untuk batu yang lebih besar dan menyebabkan gejala mengganggu, dokter mungkin menyarankan prosedur pengangkatan atau, dalam kasus berulang, tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel).

Selain pengobatan medis, beberapa langkah rumahan dapat membantu meredakan gejala sementara:

  • Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari untuk mengurangi peradangan.
  • Minum banyak cairan, terutama air putih dan teh hangat, untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
  • Menghisap permen pelega tenggorokan atau es batu untuk meredakan nyeri.
  • Menghindari makanan pedas atau asam yang dapat mengiritasi tenggorokan.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh dapat melawan infeksi.

Pencegahan Bercak Putih di Tenggorokan

Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya bercak putih di tenggorokan:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin.
  • Menghindari berbagi peralatan makan dan minum dengan orang lain.
  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok yang dapat mengiritasi tenggorokan.
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi yang baik dengan menyikat gigi secara teratur.
  • Mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat.
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Halodoc

Bercak putih di tenggorokan seperti sariawan adalah gejala yang perlu diwaspadai karena dapat mengindikasikan berbagai kondisi, mulai dari infeksi bakteri, virus, jamur, hingga batu amandel. Meskipun beberapa perawatan rumahan dapat memberikan bantuan sementara, diagnosis yang akurat dari profesional medis sangatlah penting. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis THT.

Manfaatkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, membuat janji temu, atau memesan obat secara praktis. Dapatkan informasi kesehatan yang terpercaya dan penanganan medis terbaik bersama Halodoc.