• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bergerak Tanpa Terkendali, Waspadai Gejala Tardive Dyskinesia Lainnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bergerak Tanpa Terkendali, Waspadai Gejala Tardive Dyskinesia Lainnya

Bergerak Tanpa Terkendali, Waspadai Gejala Tardive Dyskinesia Lainnya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Desember 2022

“Gejala tardive dyskinesia dapat menyebabkan gerakan kaku dan tersentak-sentak pada wajah dan tubuh, yang bisa disebut juga sebagai gerakan tanpa kendali. Pengidapnya mungkin juga mengedipkan mata, menjulurkan lidah, atau melambaikan tangan tanpa bermaksud melakukannya."

Bergerak Tanpa Terkendali, Waspadai Gejala Tardive Dyskinesia LainnyaBergerak Tanpa Terkendali, Waspadai Gejala Tardive Dyskinesia Lainnya

Halodoc, Jakarta –    Tardive dyskinesia adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari efek samping konsumsi obat antipsikotik. Obat ini digunakan untuk mengobati skizofrenia dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Tardive dyskinesia dapat menyebabkan gerakan kaku dan tersentak-sentak pada wajah dan tubuh, yang bisa disebut juga sebagai gerakan tanpa kendali. Pengidapnya mungkin juga mengedipkan mata, menjulurkan lidah, atau melambaikan tangan tanpa bermaksud melakukannya. Informasi lengkap mengenai gejala tardive dyskinesia bisa kamu baca di sini!

Gejala Tardive Dyskinesia dan Penyebabnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tardive dyskinesia dapat menyebabkan gerakan kaku dan tersentak-sentak yang tidak dapat dikendalikan pengidapnya. Adapun gejala lainnya adalah sebagai berikut:

1. Diskinesia Orofasial atau Diskinesia Oro-Bucco-Lingual

Gerakan tidak terkendali pada wajah yaitu bibir, rahang, atau lidah. Misalnya dengan mengeluarkan lidah tanpa keinginan, mengedipkan mata dengan cepat, mengunyah, mengerutkan bibir, menggembungkan pipi, cemberut, dan mendengus.

2. Diskinesia Anggota Badan

Gerakan tak terkendali yang memengaruhi lengan, kaki, jari tangan, dan kaki. Hal ini dapat menyebabkan gerakan jari tanpa sebab, mengetukkan kaki, mengepakkan lengan, dan bergoyang dari sisi ke sisi.

Tidak semua orang yang mengonsumsi obat antipsikotik akan mengalami kondisi tardive dyskinesia. Tetapi jika itu terjadi, bisa berisiko terjadi secara permanen. Buat orang yang mengonsumsi obat antipsikotik dan mengalami gangguan bergerak tanpa terkendali seperti ini, biasanya dokter akan menurunkan dosis, menambahkan jenis obat lain yang bertindak sebagai penawar kondisi tersebut, ataupun mengganti jenis obat yang berbeda. 

Tadi sudah disebutkan kalau obat-obatan tertentu menyebabkan tardive dyskinesia. Obat-obatan yang dapat menyebabkan tardive dyskinesia meliputi:

  • Antidepresan dan obat anti-kecemasan.
  • Penghambat reseptor dopamin (antagonis dopamin).
  • Litium.
  • Obat malaria.
  • Neuroleptik (obat antipsikotik atau obat penenang).
  • Obat antimual (antiemetik).

Obat-obatan ini mengobati penyakit mental, masalah perut, dan masalah neurologis. Tidak semua orang yang mengonsumsi obat ini akan mengalami kondisi bergerak tanpa kendali. Malahan ada yang sama sekali tidak mengalami efek samping.

Akan tetapi, obat antipsikotik bekerja menghambat reseptor dopamin (antagonis dopamin) memang yang paling mungkin menyebabkan tardive dyskinesia. Perubahan kimia di otak membuat beberapa orang lebih sensitif terhadap dopamin. Sensitivitas yang tinggi ini menyebabkan saraf memicu gerakan tubuh yang berlebihan dan tidak disengaja.

Penyakit Lain yang Mirip Gejala Tardive Dyskinesia

Bergerak tanpa terkendali tidak hanya menjadi gejala tardive dyskinesia, melainkan juga beberapa kondisi lain, diantaranya adalah:

1. Penyakit Huntington 

Ini adalah penyakit neurologis yang diturunkan dimana pengidapnya akan mengalami gerakan tak sadar, kehilangan kendali motorik, perubahan gaya berjalan, dan kehilangan ingatan. Bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan demensia. 

2. Cerebral Palsy 

Ini merupakan gangguan yang ditandai dengan gangguan kontrol atau koordinasi otot akibat cedera pada otak selama tahap awal kehidupan, baik itu saat masih janin, bayi, atau balita. Orang dengan kondisi ini dapat memiliki gerakan wajah dan lidah yang lambat, yang mungkin menyerupai tardive dyskinesia.

3. Tourette Syndrome 

Kondisi ini adalah gangguan gerakan neurologis yang dimulai pada masa kanak-kanak antara usia dua dan enam belas tahun. Gangguan ini ditandai dengan gerakan otot tak sadar yang disebut dan suara vokal yang tidak terkendali. Pengidapnya tidak bisa mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulutnya, termasuk kata-kata kotor. 

3. Dystonia 

Sekelompok gangguan gerak kompleks dengan berbagai penyebab, perawatan, perkembangan, dan gejala. Kondisi neurologis ini ditandai dengan kontraksi otot yang tidak disengaja, yang memaksa bagian tubuh tertentu menjadi gerakan dan posisi yang tidak normal, dan terkadang menyakitkan buat pengidapnya. 

Walaupun memiliki gejala yang kurang lebih sama, ketiga penyakit ini merupakan gangguan kesehatan berbeda dengan tardive dyskinesia.

Itulah informasi mengenai tardive dyskinesia, kalau kamu mengalami gangguan kesehatan dan butuh pemeriksaan ke rumah sakit, kamu bisa buat janji pemeriksaan lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Tardive Dyskinesia.
WebMD. Diakses pada 2022. Tardive Dyskinesia.
Rare Diseases.org. Diakses pada 2022. Tardive Dyskinesia.