Ad Placeholder Image

Berjengger? Ini Gejala Kutil Kelamin dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Pahami Berjengger: Benjolan Kutil Kelamin HPV

Berjengger? Ini Gejala Kutil Kelamin dan Cara MencegahnyaBerjengger? Ini Gejala Kutil Kelamin dan Cara Mencegahnya

Memahami Benjolan ‘Berjengger’ pada Kelamin: Kutil Akibat Infeksi HPV

Istilah “berjengger” sering kali merujuk pada pertumbuhan atau benjolan yang bentuknya menyerupai jengger ayam. Pada manusia, konteks ini seringkali mengarah pada kondisi medis yang dikenal sebagai kutil kelamin atau kondiloma akuminata, terutama di area genital. Kutil kelamin adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil, kadang berkelompok, yang permukaannya bisa menyerupai kembang kol dan terkadang disertai rasa gatal atau nyeri.

Meskipun istilah “berjengger” juga kadang digunakan untuk menggambarkan bentuk labia vagina yang menonjol, penting untuk segera mencari pemeriksaan medis jika ada keluhan fisik yang menyertainya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kutil kelamin, mulai dari penyebab, gejala, penularan, hingga penanganan dan pencegahannya.

Apa Itu Kutil Kelamin?

Kutil kelamin atau kondiloma akuminata adalah pertumbuhan abnormal pada kulit atau selaput lendir di area genital dan anus. Benjolan ini disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe tertentu. Bentuk kutil ini bervariasi, bisa berupa benjolan tunggal atau berkelompok, dengan ukuran yang sangat kecil hingga beberapa sentimeter. Permukaannya seringkali kasar dan bergelombang, menyerupai kembang kol atau jengger ayam, sehingga sering disebut “berjengger”.

Penyebab Munculnya Benjolan ‘Berjengger’

Penyebab utama kutil kelamin adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV). Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, namun hanya sebagian kecil yang menyebabkan kutil kelamin. Beberapa tipe HPV berisiko rendah seperti tipe 6 dan 11 adalah penyebab paling umum dari kutil kelamin. Sementara itu, beberapa tipe HPV berisiko tinggi (misalnya tipe 16 dan 18) dapat menyebabkan perubahan sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker, terutama kanker serviks, anus, penis, atau orofaring. Infeksi HPV terjadi ketika virus masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput lendir.

Gejala Kutil Kelamin atau Benjolan ‘Berjengger’

Gejala kutil kelamin dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, sementara yang lain mengalami keluhan yang jelas. Masa inkubasi, yaitu waktu dari paparan virus hingga munculnya gejala, bisa berkisar dari beberapa minggu hingga bertahun-tahun. Gejala umum kutil kelamin meliputi:

  • Munculnya benjolan kecil berwarna merah muda atau coklat di area genital atau anus.
  • Benjolan bisa rata, menonjol, atau berkelompok seperti kembang kol.
  • Rasa gatal atau tidak nyaman di area yang terkena.
  • Sensasi terbakar atau panas.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Perdarahan ringan saat berhubungan intim atau saat benjolan tergesek.

Pada pria, kutil dapat muncul di penis, skrotum, paha bagian dalam, atau di sekitar anus. Pada wanita, kutil dapat ditemukan di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks), atau di sekitar anus.

Bagaimana Kutil Kelamin Menular?

Kutil kelamin sangat menular dan umumnya ditularkan melalui kontak kulit ke kulit selama aktivitas seksual. Penularan dapat terjadi melalui:

  • Hubungan seks vaginal.
  • Hubungan seks anal.
  • Hubungan seks oral, meskipun kasus kutil kelamin di mulut atau tenggorokan lebih jarang terjadi.

Virus HPV dapat menular bahkan jika tidak ada kutil yang terlihat. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko karena kondom tidak menutupi seluruh area kulit yang mungkin terinfeksi. Penularan dari ibu ke bayi selama persalinan juga mungkin terjadi, meskipun jarang.

Pilihan Pengobatan untuk Benjolan ‘Berjengger’ atau Kutil Kelamin

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus HPV dari tubuh, namun kutil kelamin dapat diobati. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan kutil yang terlihat dan meredakan gejala. Beberapa metode pengobatan meliputi:

  • Obat topikal: Dokter dapat meresepkan krim atau larutan yang dioleskan langsung pada kutil. Contohnya adalah podofilox, imiquimod, atau asam trikloroasetat (TCA).
  • Krioterapi: Prosedur ini menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan kutil.
  • Elektrokauter: Kutil dibakar menggunakan arus listrik.
  • Eksisi bedah: Kutil diangkat melalui pembedahan.
  • Terapi laser: Laser digunakan untuk membakar kutil, biasanya untuk kutil yang luas atau sulit dijangkau.

Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, jumlah kutil, serta preferensi pasien. Penting untuk diingat bahwa kutil kelamin dapat kambuh setelah pengobatan karena virus tetap ada dalam tubuh.

Pencegahan Kutil Kelamin

Pencegahan adalah kunci dalam menghadapi infeksi HPV dan kutil kelamin. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Vaksinasi HPV: Vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe risiko tinggi dan rendah yang menyebabkan kutil kelamin serta kanker terkait HPV. Vaksin direkomendasikan untuk remaja dan dewasa muda.
  • Praktik seks aman: Menggunakan kondom secara konsisten dan benar dapat mengurangi risiko penularan. Membatasi jumlah pasangan seksual juga dapat menurunkan risiko.
  • Skrining rutin: Bagi wanita, melakukan Pap smear secara teratur dapat mendeteksi perubahan sel leher rahim yang disebabkan oleh HPV berisiko tinggi.
  • Edukasi: Meningkatkan kesadaran tentang HPV dan kutil kelamin adalah langkah penting dalam pencegahan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Apabila muncul benjolan atau perubahan kulit yang mencurigakan di area genital atau anus, terutama yang memiliki bentuk “berjengger” atau menyerupai kutil, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat oleh dokter spesialis kulit dan kelamin adalah kunci untuk penanganan yang efektif dan pencegahan komplikasi lebih lanjut. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, tes tambahan untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan jenis HPV.

Rekomendasi Medis dari Halodoc

Jika mengalami benjolan “berjengger” atau gejala lain yang mengarah pada kutil kelamin, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana pengobatan yang sesuai. Membiarkan kondisi ini tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko penularan kepada orang lain dan potensi komplikasi kesehatan jangka panjang. Dokter akan memberikan informasi edukatif yang rinci dan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan.