
Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi!
Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

DAFTAR ISI
- Penyebab Tubuh Terasa Gerah di Malam Hari
- Cara Alami Menghilangkan Gerah di Malam Hari
- Perubahan Gaya Hidup untuk Tidur Lebih Nyenyak
- Studi Terkait Kualitas Tidur dan Suhu Tubuh
- FAQ
Pernahkah kamu terbangun di tengah malam dengan kondisi tubuh yang basah kuyup oleh keringat atau merasa suhu ruangan sangat panas meskipun kipas angin sudah menyala maksimal? Merasa gerah di malam hari adalah keluhan yang sangat umum dialami oleh masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia. Kondisi ini tidak hanya membuat tidur menjadi tidak nyaman, tetapi juga bisa mengganggu siklus sirkadian tubuh yang berujung pada penurunan kualitas kesehatan secara keseluruhan.
Rasa gerah atau panas yang berlebihan saat tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor lingkungan yang sederhana seperti ventilasi ruangan yang buruk, hingga indikasi adanya kondisi medis tertentu. Memahami penyebab di balik gangguan tidur ini adalah langkah awal yang krusial. Sebab, tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, melainkan juga kenyamanan fisik yang mendukung tubuh untuk melakukan proses regenerasi sel secara optimal selama kita terlelap.
Banyak orang mencoba berbagai cara menghilangkan gerah di malam hari, namun seringkali solusi yang diambil hanya bersifat sementara. Sebagai langkah preventif dan kuratif, penting bagi kamu untuk meninjau kembali kebiasaan sebelum tidur dan pengaturan area kamar tidurmu. Selain itu, penggunaan beberapa produk penunjang kesehatan juga bisa membantu meningkatkan kenyamanan saat beristirahat.
Nah, jika kamu ingin tahu lebih dalam mengenai penyebab dan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini agar bisa bangun pagi dengan kondisi segar, berikut ulasannya!
Penyebab Tubuh Terasa Gerah di Malam Hari
Sebelum kita membahas solusinya, kamu perlu tahu mengapa tubuhmu bisa bereaksi dengan mengeluarkan keringat berlebih atau merasa kepanasan saat malam hari. Suhu tubuh manusia secara alami akan menurun sedikit saat kita mulai tertidur. Ini adalah bagian dari mekanisme tubuh untuk menghemat energi dan memfasilitasi istirahat. Namun, jika ada faktor yang mengganggu proses ini, kamu akan merasa gerah.
1. Faktor Lingkungan dan Kamar Tidur
Seringkali penyebabnya sangat sederhana, yaitu suhu ruangan yang terlalu tinggi atau sirkulasi udara yang tidak lancar. Penggunaan material sprei dan pakaian tidur yang tidak menyerap keringat, seperti poliester, dapat memerangkap panas tubuh dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Selain itu, jenis kasur memory foam tertentu juga dikenal cenderung menyimpan panas lebih banyak dibandingkan kasur pegas biasa.
2. Perubahan Hormonal
Bagi wanita, fluktuasi hormon adalah penyebab utama. Masa menjelang menstruasi, kehamilan, atau menopause seringkali disertai dengan hot flashes (sensasi panas mendadak) dan keringat malam. Hal ini terjadi karena perubahan kadar estrogen memengaruhi hipotalamus, yaitu bagian otak yang berfungsi sebagai termostat atau pengatur suhu tubuh.
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Apa yang kamu konsumsi sebelum tidur sangat berpengaruh. Makanan pedas mengandung kapsaisin yang dapat memicu kenaikan suhu tubuh. Alkohol dan kafein juga berperan dalam melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) yang membuat kulit terasa lebih panas dan memicu kelenjar keringat bekerja lebih aktif.
Faktor Pemicu Keringat Malam yang Perlu Diwaspadai
- Stres dan kecemasan yang memicu sistem saraf simpatik.
- Konsumsi obat-obatan tertentu seperti antidepresan atau penurun panas.
- Kondisi medis seperti hipertiroidisme atau infeksi.
Cara Alami Menghilangkan Gerah di Malam Hari
Mengatasi rasa gerah tidak selalu harus bergantung pada penggunaan AC yang boros listrik. Ada beberapa cara alami yang bisa kamu terapkan untuk mendinginkan suhu tubuh secara efektif sebelum dan saat tidur.
1. Mandi Air Hangat Sebelum Tidur
Mungkin terdengar kontradiktif, namun mandi air hangat (bukan panas) sekitar 1-2 jam sebelum tidur justru dapat membantu mendinginkan tubuh. Saat kamu keluar dari kamar mandi, suhu tubuh akan menurun dengan cepat seiring dengan penguapan air di kulit. Penurunan suhu secara mendadak ini memberikan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.
2. Teknik Pernapasan Mendinginkan (Sitali Pranayama)
Dalam praktik yoga, ada teknik pernapasan bernama Sitali yang dipercaya dapat mendinginkan suhu tubuh. Caranya adalah dengan melingkarkan lidah (seperti membentuk sedotan), lalu hirup udara melalui mulut dan hembuskan melalui hidung secara perlahan. Lakukan selama beberapa menit sebelum memejamkan mata untuk membantu merilekskan sistem saraf.
3. Hidrasi yang Cukup
Minum segelas air dingin sebelum tidur dapat membantu menurunkan suhu inti tubuh. Namun, pastikan jumlahnya tidak berlebihan agar kamu tidak terbangun di tengah malam hanya untuk ke kamar mandi. Tetap terhidrasi sepanjang hari juga memastikan kelenjar keringat dapat bekerja dengan normal untuk mengatur suhu tanpa membuat kamu merasa kepanasan.
Perubahan Gaya Hidup untuk Tidur Lebih Nyenyak
Selain cara-cara instan, melakukan perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari juga berdampak besar pada cara tubuh merespons panas. Mengatur pola makan dan aktivitas fisik dapat membantu menstabilkan metabolisme yang berpengaruh pada regulasi suhu.
Gunakanlah pakaian tidur berbahan katun atau linen yang memiliki serat alami sehingga kulit bisa “bernapas”. Jika kamu merasa demam ringan yang memicu rasa gerah, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk seperti paracetamol yang dapat membantu menstabilkan suhu tubuh jika memang ada indikasi medis yang mendasarinya.
Selain itu, menjaga berat badan ideal juga sangat membantu. Jaringan lemak yang berlebih pada tubuh berfungsi sebagai insulator yang memerangkap panas di dalam tubuh. Dengan berolahraga secara teratur di pagi atau sore hari, tubuh akan memiliki sirkulasi darah yang lebih baik dan kemampuan pembuangan panas yang lebih efisien.
Studi Mengenai Kualitas Tidur dan Suhu Tubuh
Journal of Physiological Anthropology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa paparan panas di malam hari secara signifikan meningkatkan terjaga (wakefulness) dan mengurangi tahap tidur pulas atau slow-wave sleep dan REM (Rapid Eye Movement). Hal ini membuktikan bahwa kenyamanan termal bukan sekadar soal rasa nyaman, melainkan kebutuhan biologis agar otak bisa beristirahat dengan maksimal.
Penelitian lain menunjukkan bahwa suhu ideal kamar tidur untuk mendukung kualitas tidur terbaik adalah antara 18 hingga 22 derajat Celsius. Jika suhu lingkungan berada di atas angka tersebut, tubuh akan dipaksa bekerja lebih keras untuk membuang panas melalui proses evaporasi keringat, yang secara otomatis membuat kualitas tidur menurun.
FAQ
1. Kenapa badan terasa panas tapi tidak demam saat malam hari?
Kondisi ini sering disebut sebagai intoleransi panas atau night sweats tanpa demam. Penyebabnya bisa karena metabolisme yang tinggi, konsumsi makanan berat sebelum tidur, atau sirkulasi udara yang buruk di kamar tidurmu.
2. Apakah gerah di malam hari berbahaya?
Umumnya tidak berbahaya dan bersifat situasional. Namun, jika gerah disertai keringat berlebih yang sampai membasahi sprei setiap malam, penurunan berat badan drastis, atau kelelahan kronis, segera konsultasikan ke dokter.
3. Apa jenis bahan sprei yang paling dingin?
Bahan katun (terutama katun Jepang atau percale) dan serat bambu adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang breathable dan mampu menyerap kelembapan dengan sangat baik dibandingkan bahan sintetis.
4. Bolehkah menggunakan kipas angin langsung ke arah tubuh?
Boleh saja untuk membantu penguapan keringat, namun pastikan jaraknya tidak terlalu dekat dan kipas dalam kondisi bersih agar tidak memicu alergi debu atau membuat kulit menjadi terlalu kering.
Rasa gerah di malam hari memang sangat mengganggu, namun dengan pengaturan lingkungan dan kebiasaan yang tepat, masalah ini bisa diatasi. Jangan biarkan kurang tidur memengaruhi produktivitasmu di siang hari. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan tempat tidur.
Jika keluhan gerah di malam hari disertai dengan gejala lain seperti nyeri atau tidak enak badan, kamu bisa mendapatkan obat-obatan yang diperlukan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Night sweats: Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why You Get Night Sweats and How to Stop Them.
Sleep Foundation. Diakses pada 2026. The Best Temperature for Sleep.
Healthline. Diakses pada 2026. 10 Tips for Sleeping in the Heat.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tips Menjaga Kualitas Tidur untuk Kesehatan Jantung.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti sering merasa gerah dan tidak nyaman saat tidur, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


