Ad Placeholder Image

Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebabnya, Atasi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Maret 2026

Berkeringat di Malam Hari? Kenali Penyebab dan Cara Atasinya

Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebabnya, Atasi!Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebabnya, Atasi!

Berkeringat di Malam Hari: Mengungkap Penyebab dan Solusi Efektif

Berkeringat di malam hari, atau dikenal juga sebagai *night sweats*, seringkali membuat terbangun dari tidur dalam kondisi tubuh basah kuyup. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari suhu kamar yang terlalu panas, pakaian tidur yang tebal, hingga indikasi kondisi medis yang lebih serius. Memahami penyebab di baliknya sangat penting untuk menemukan cara mengatasi yang tepat dan menjaga kualitas tidur.

Apa Itu Berkeringat di Malam Hari?

Berkeringat di malam hari adalah episode keringat berlebihan yang terjadi saat seseorang tidur, hingga membasahi pakaian atau seprai, tanpa adanya pemicu lingkungan yang jelas seperti suhu kamar yang sangat panas. Ini berbeda dengan keringat biasa yang muncul saat cuaca panas atau setelah berolahraga. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya respons tubuh terhadap kondisi tertentu atau masalah kesehatan yang mendasar.

Penyebab Umum Berkeringat di Malam Hari

Banyak faktor yang dapat memicu *night sweats*, mulai dari hal sepele hingga kondisi medis serius. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang perlu diketahui:

Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup

Seringkali, keringat malam hanyalah respons alami tubuh terhadap lingkungan sekitar atau kebiasaan sebelum tidur.

  • Suhu kamar yang panas atau ventilasi yang kurang memadai dapat membuat tubuh berkeringat lebih banyak.
  • Menggunakan pakaian tidur atau selimut yang terlalu tebal juga bisa menjadi pemicu.
  • Konsumsi alkohol, kafein, atau makanan pedas sesaat sebelum tidur dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan menyebabkan keringat.

Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit atau gangguan kesehatan dapat menyebabkan *night sweats* sebagai salah satu gejalanya.

  • **Infeksi:** Tuberkulosis (TBC) dan HIV adalah contoh infeksi yang sering menyebabkan keringat malam, seringkali disertai demam.
  • **Gangguan Hormon:** Kondisi seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) atau testosteron rendah dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh.
  • **Sleep Apnea:** Gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara bisa memicu keringat berlebihan.
  • **Kanker:** Beberapa jenis kanker, terutama limfoma, dapat menimbulkan *night sweats* yang parah.
  • **GERD (Gastroesophageal Reflux Disease):** Asam lambung yang naik ke kerongkongan juga bisa menjadi penyebab.

Perubahan Hormonal

Fluktuasi hormon dalam tubuh seringkali menjadi penyebab *night sweats*, terutama pada wanita.

  • **Menopause dan Hot Flashes:** *Hot flashes* adalah sensasi panas tiba-tiba yang sangat umum pada wanita menopause, seringkali disertai keringat malam.
  • **Kehamilan:** Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi termoregulasi tubuh.
  • **Pubertas:** Pada masa pubertas, perubahan hormon yang pesat juga bisa memicu keringat malam.

Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping berupa peningkatan keringat.

  • Obat pereda nyeri tertentu, seperti paracetamol atau aspirin, dapat menyebabkan keringat.
  • Antidepresan, terutama jenis *selective serotonin reuptake inhibitors* (SSRI), juga sering memicu *night sweats*.
  • Penggunaan steroid juga dapat menjadi penyebab keringat malam.

Stres dan Kecemasan

Kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan yang berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan memicu keringat, termasuk saat tidur. Respons stres tubuh dapat meningkatkan detak jantung dan suhu, menyebabkan *night sweats*.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika berkeringat di malam hari hanya sesekali dan jelas disebabkan oleh faktor lingkungan, mungkin tidak perlu khawatir. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus, sangat mengganggu tidur, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

Segera konsultasikan ke dokter apabila keringat malam disertai dengan:

  • Demam yang tidak jelas penyebabnya.
  • Penurunan berat badan drastis tanpa upaya diet.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau batuk kronis.
  • Nyeri pada bagian tubuh tertentu.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Kelelahan yang ekstrem.

Cara Mengatasi dan Mencegah Berkeringat di Malam Hari

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas *night sweats*.

  • **Atur Suhu Kamar:** Jaga suhu kamar tetap sejuk dan nyaman. Gunakan pendingin ruangan atau kipas angin jika diperlukan.
  • **Pilih Pakaian Nyaman:** Gunakan baju tidur yang tipis, longgar, dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat seperti katun.
  • **Hindari Pemicu:** Kurangi atau hindari konsumsi alkohol, kafein, dan makanan pedas, terutama beberapa jam sebelum tidur.
  • **Kelola Stres:** Terapkan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi. Olahraga teratur juga dapat membantu mengelola stres.
  • **Pastikan Ventilasi Baik:** Buka jendela kamar sebelum tidur untuk memastikan sirkulasi udara yang baik.
  • **Gunakan Seprai yang Tepat:** Pilih seprai dari bahan alami yang dapat bernapas dan menyerap keringat dengan baik.

Kesimpulan

Berkeringat di malam hari bisa menjadi gangguan tidur yang serius dan kadang merupakan indikasi adanya kondisi medis yang memerlukan perhatian. Meskipun seringkali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana, penting untuk tidak mengabaikannya jika terjadi secara persisten dan mengganggu aktivitas harian. Jika mengalami *night sweats* yang tidak biasa atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Konsultasi dengan ahli medis melalui Halodoc dapat membantu mendapatkan panduan dan penanganan yang sesuai.