Ad Placeholder Image

Biji Buah Naga: Enak, Sehat, dan Gampang Ditanam!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Manfaat Biji Buah Naga: Pencernaan Lancar, Jantung Sehat

Biji Buah Naga: Enak, Sehat, dan Gampang Ditanam!Biji Buah Naga: Enak, Sehat, dan Gampang Ditanam!

DAFTAR ISI


Ketika mencari kata kunci gambar buah naga di internet, kamu pasti akan disuguhkan dengan pemandangan buah eksotis yang memiliki kulit berwarna merah muda menyala dengan sisik hijau yang menyerupai naga. Bentuk fisiknya yang unik dan sangat mencolok membuat buah ini sangat mudah dikenali. Buah naga atau yang secara global dikenal dengan sebutan dragon fruit atau pitaya, pada dasarnya adalah buah yang tumbuh dari beberapa jenis kaktus dalam genus Hylocereus yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Penting bagi kamu untuk mengenali ciri fisik buah naga yang segar, sebab kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangannya. Selain bentuknya yang menggugah selera, buah naga menyimpan segudang manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Banyak orang mulai menambahkan buah eksotis ini ke dalam pola makan harian mereka sebagai salah satu upaya untuk menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga membantu merawat kesehatan kulit dari dalam.

Di balik tampilan gambar buah naga yang sering kita lihat dalam berbagai kreasi sajian seperti smoothies bowl, salad buah, hingga jus segar, terdapat kombinasi vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, tidak sedikit orang yang masih kebingungan membedakan jenis-jenis buah naga, bagaimana cara terbaik mengonsumsinya, hingga apakah ada efek samping tertentu jika dikonsumsi terlalu banyak.

Nah, jika kamu penasaran mengenai apa saja ragam jenis buah naga, profil nutrisinya, hingga deretan manfaat kesehatannya, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal Jenis Buah Naga dari Gambar dan Bentuknya

Apabila kamu sering melihat gambar buah naga, kamu mungkin menyadari bahwa daging buah ini tidak selalu berwarna sama. Secara umum, terdapat tiga varietas buah naga yang paling sering ditemui dan dibudidayakan untuk konsumsi. Ketiga varietas ini memiliki ciri visual dan profil rasa yang sedikit berbeda, meski manfaat kesehatannya relatif serupa.

1. Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)

Ini adalah jenis buah naga yang paling populer dan sering muncul dalam pencarian gambar buah naga. Kulit luarnya berwarna merah muda cerah dengan sisik-sisik berwarna hijau, sedangkan bagian dagingnya berwarna merah keunguan pekat dengan taburan biji hitam kecil yang bisa dimakan. Warna merah pekat ini berasal dari pigmen bernama betalain yang merupakan antioksidan kuat. Rasanya cenderung lebih manis dibandingkan varietas yang berwarna putih.

2. Buah Naga Putih (Hylocereus undatus)

Dari segi penampilan luar, buah naga putih hampir tidak bisa dibedakan dengan buah naga merah. Kulitnya sama-segar merah muda bersisik hijau. Namun, begitu dibelah, daging buahnya berwarna putih bersih yang kontras dengan biji-biji hitam di dalamnya. Dari segi rasa, buah naga putih umumnya memiliki sensasi manis yang lebih ringan dan menyegarkan. Karena penampilannya yang cantik saat dipotong, varietas ini sangat sering digunakan sebagai hiasan atau campuran salad.

3. Buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus)

Jenis ini mungkin sedikit lebih langka dan gambar buah naga kuning jarang dijumpai dibandingkan dua saudaranya di atas. Buah naga kuning memiliki kulit luar berwarna kuning terang dengan sisik yang tidak terlalu menonjol, bahkan pada saat belum matang kulitnya dilindungi oleh duri-duri kecil yang akan rontok seiring proses pematangan. Daging buahnya berwarna putih dengan biji hitam yang ukurannya sedikit lebih besar. Varietas kuning dikenal sebagai varietas buah naga dengan rasa yang paling manis.

Kandungan Nutrisi Buah Naga yang Menyehatkan

Selain sangat fotogenik ketika diabadikan sebagai gambar buah naga, buah ini sejatinya padat akan nutrisi dan rendah kalori. Karena alasan ini, buah naga menjadi primadona bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau sekadar ingin beralih ke gaya hidup yang lebih sehat. Dalam satu porsi buah naga seberat kurang lebih 227 gram, buah ini hanya menyumbang sekitar 136 kalori.

Berikut adalah rincian nutrisi utama yang bisa kamu dapatkan dari satu porsi buah naga:

  • Protein: 3 gram
  • Lemak: 0 gram
  • Karbohidrat: 29 gram
  • Serat: 7 gram
  • Vitamin C: 9 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Besi: 8 persen dari AKG
  • Magnesium: 18 persen dari AKG

Kandungan antioksidan yang tinggi pada buah ini, seperti vitamin C, polifenol, karotenoid, dan betalain, sangat penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Bagi kamu yang ingin mengoptimalkan sistem imun harian, buah ini adalah camilan yang tepat. Namun, jika kamu sulit menemukan buah segar ini di pasaran, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan antioksidan dan vitamin harianmu dengan mengonsumsi suplemen vitamin C yang kini sangat mudah didapatkan secara online untuk menunjang daya tahan tubuh.

Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh

Di balik gambar buah naga yang cantik, tersimpan segudang manfaat medis yang telah dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah. Berkat profil nutrisinya yang unik, mengonsumsi buah ini secara rutin dapat memberikan efek positif bagi berbagai fungsi organ tubuh.

1. Mendukung Kesehatan Usus dan Pencernaan

Buah naga mengandung serat pangan alami dalam jumlah yang signifikan. Serat memegang peranan krusial untuk melunakkan feses dan melancarkan pergerakan usus, sehingga ampuh mencegah sembelit. Selain itu, buah naga mengandung prebiotik, yakni jenis serat spesifik yang berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik (probiotik) di dalam usus, seperti Lactobacilli dan Bifidobacteria. Memiliki mikrobioma usus yang seimbang berkaitan langsung dengan sistem imunitas yang lebih kuat dan risiko infeksi saluran cerna yang lebih rendah.

2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Kombinasi vitamin C tinggi dan kelompok antioksidan flavonoid di dalam buah naga bertindak sebagai perisai alami tubuh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri patogen. Vitamin C membantu menstimulasi produksi sel darah putih yang bertugas melawan benda asing di dalam tubuh. Antioksidan dalam buah ini juga bekerja ganda dengan cara menetralisir radikal bebas, sehingga peradangan di dalam tubuh dapat diminimalisir.

3. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah

Meskipun buah naga memiliki rasa manis, asupan buah ini justru diyakini dapat membantu mengelola kadar gula darah. Kandungan serat yang tinggi di dalam daging dan bijinya dapat memperlambat laju penyerapan gula di dalam usus. Bagi individu yang berisiko mengalami resistensi insulin, buah naga adalah alternatif camilan sehat. Akan tetapi, jika kamu menderita kondisi klinis kronis seperti diabetes, sangat dianjurkan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter untuk memantau asupan gula harian agar kondisi kesehatan tetap terkendali.

4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Biji-biji kecil berwarna hitam yang tersebar merata di dalam daging buah naga, seperti yang kerap terlihat jelas pada gambar buah naga putih, bukan sekadar hiasan. Biji tersebut mengandung asam lemak sehat, termasuk asam linoleat dan asam lemak omega-3 serta omega-6. Lemak sehat ini terbukti klinis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang bermuara pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung maupun stroke.

5. Meningkatkan Kadar Zat Besi dalam Darah

Zat besi memiliki fungsi sentral dalam mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh melalui hemoglobin. Kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab utama kondisi anemia. Buah naga merupakan salah satu dari sedikit buah segar yang secara alami mengandung zat besi. Kehebatannya, buah ini sekaligus menyediakan vitamin C dalam jumlah tinggi. Kombinasi ini sangat brilian karena vitamin C dapat meningkatkan tingkat penyerapan zat besi oleh tubuh secara optimal.

Tips Memilih dan Menyimpan Buah Naga yang Tepat
  1. Perhatikan kulitnya: Pilih buah naga yang kulitnya mulus, berwarna cerah merata, dan bebas dari bercak gelap yang berair.
  2. Tekan dengan lembut: Buah yang matang sempurna akan terasa sedikit empuk saat ditekan dengan lembut, layaknya buah alpukat matang atau kiwi.
  3. Periksa kelopak (sisik): Jika ujung sisik hijau mulai mengering atau kecokelatan, itu menandakan buah sudah sangat matang dan harus segera dikonsumsi.
  4. Penyimpanan: Simpan di dalam lemari es dengan cara memasukkannya ke dalam kantong plastik yang kedap udara agar tidak menyerap aroma dari bahan makanan lain.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Buah naga pada dasarnya adalah bahan pangan alami yang sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. Namun demikian, ada beberapa hal yang patut kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak setiap hari.

1. Perubahan Warna Urine dan Feses (Pseudohematuria)

Salah satu efek samping yang sering membuat banyak orang panik setelah makan buah naga merah adalah perubahan warna feses dan urine. Feses atau urine dapat berubah warna menjadi merah muda atau bahkan kemerahan yang pekat. Kondisi medis ini dikenal dengan istilah pseudohematuria. Hal ini sepenuhnya tidak berbahaya dan terjadi semata-mata karena pigmen betalain merah yang ada dalam buah belum terurai sepenuhnya oleh pencernaan. Kondisi ini akan kembali normal dengan sendirinya setelah buah keluar dari sistem pencernaan.

2. Reaksi Alergi

Meskipun tergolong sangat jarang terjadi, beberapa kasus mendokumentasikan adanya reaksi alergi setelah mengonsumsi buah naga. Gejala alergi yang muncul dapat berupa gatal-gatal pada area bibir, mulut bengkak, munculnya ruam kemerahan pada kulit, hingga sensasi mual atau muntah ringan. Reaksi ini biasanya disebabkan oleh antibodi tubuh yang memberikan respons keliru terhadap protein spesifik dalam buah naga. Jika gejala ini muncul, segera hentikan konsumsi.

3. Gangguan Pencernaan Ringan

Asupan serat yang berlebihan dalam waktu singkat seringkali memicu perut kembung, produksi gas berlebih (flatulensi), hingga diare. Jika tubuhmu tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah yang banyak, dianjurkan untuk mulai memasukkan buah naga ke dalam menu harian secara bertahap sambil memperbanyak minum air putih.

Studi Terkait Mengenai Buah Naga

PLoS One menerbitkan sebuah ulasan meta-analisis di tahun 2017 yang menjelaskan bahwa konsumsi buah naga secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada individu dengan status pradiabetes. Studi tersebut mengevaluasi uji klinis acak di mana kelompok pasien yang rutin mengonsumsi buah naga dievaluasi parameter glikemiknya.

Hasil studi ini menggarisbawahi bahwa senyawa aktif seperti flavonoid dan asam askorbat dalam buah naga mungkin berperan meniru hormon insulin atau merangsang regenerasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Meskipun penemuan ini sangat menjanjikan sebagai terapi pelengkap nutrisi medis, penelitian lebih lanjut dalam skala besar masih terus dilakukan untuk memastikan standar dosis konsumsi buah naga yang ideal dalam manajemen pra-diabetes.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. 7 Health Benefits of Dragon Fruit.
WebMD. Diakses pada 2023. What Is Dragon Fruit?
Medical News Today. Diakses pada 2023. What are the proven benefits of dragon fruit?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. The Health Benefits of Dragon Fruit.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2023. Antioxidant Activity of Dragon Fruit.

FAQ

1. Apakah biji hitam yang tampak pada gambar buah naga aman untuk ditelan?

Ya, biji buah naga sangat aman untuk dimakan dan ditelan bersama daging buahnya. Biji tersebut bertekstur lembut dan renyah, menyerupai biji buah kiwi. Biji ini kaya akan lemak sehat (omega-3 dan omega-6) serta tinggi serat yang bermanfaat bagi pencernaan dan kesehatan kardiovaskular.

2. Apakah ada perbedaan manfaat gizi antara buah naga merah dan putih?

Keduanya memiliki profil nutrisi dasar yang hampir identik, seperti kalori rendah, tinggi serat, dan kaya vitamin C. Perbedaan utamanya terletak pada pigmen pemberi warnanya. Buah naga merah memiliki pigmen betalain yang bersifat antioksidan lebih pekat dibanding yang putih, sementara buah naga putih umumnya sedikit lebih rendah kandungan gulanya.

3. Bagaimana cara terbaik mengonsumsi buah naga?

Cara termudah dan paling sehat adalah membelahnya menjadi dua dan memakan daging buahnya secara langsung menggunakan sendok. Kamu juga bisa memotongnya dadu untuk dicampur ke dalam smoothies, yoghurt, salad buah, atau bahkan di-blender menjadi jus tanpa tambahan gula.

4. Apakah penderita maag atau asam lambung aman mengonsumsi buah naga?

Secara umum buah naga aman dan sangat ramah untuk penderita asam lambung. Buah ini bukan kelompok buah sitrus dan tingkat keasamannya sangat rendah, sehingga tidak memicu iritasi dinding lambung. Serat dan prebiotik di dalamnya justru membantu menenangkan sistem pencernaan.