Ad Placeholder Image

Bikin Udel Kotor Bersih dan Wangi, Gampang Banget Lho

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Udel Kotor Bau? Ini Cara Gampang Bersihkannya!

Bikin Udel Kotor Bersih dan Wangi, Gampang Banget LhoBikin Udel Kotor Bersih dan Wangi, Gampang Banget Lho

DAFTAR ISI


Pusar atau yang akrab disebut udel adalah bagian tubuh yang sering kali terlupakan saat kita mandi. Karena posisinya yang melekuk ke dalam pada sebagian besar orang (dikenal dengan istilah innie), pusar menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi kotoran. Kotoran udel sebenarnya merupakan akumulasi dari sel kulit mati, keringat, sisa sabun, sebum (minyak alami tubuh), hingga serat-serat kain dari pakaian yang kamu kenakan setiap hari.

Jika dibiarkan menumpuk, kotoran udel tidak hanya akan terlihat menghitam dan mengganggu penampilan, tetapi juga bisa memicu masalah kesehatan. Lingkungan pusar yang gelap, hangat, dan lembap adalah tempat favorit bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Akibatnya, pusar bisa mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat, terasa gatal, kemerahan, hingga berisiko mengalami infeksi.

Membersihkan kotoran udel sebenarnya adalah rutinitas yang sangat mudah, namun sayangnya masih banyak yang melakukannya dengan cara yang salah. Mengorek pusar terlalu keras menggunakan jari yang kotor atau kuku yang tajam justru dapat menyebabkan luka kecil (mikrolesi) pada kulit pusar yang tipis dan sensitif, yang pada akhirnya mempermudah bakteri masuk dan menyebabkan infeksi.

Untuk menghindari risiko tersebut, kamu memerlukan pendekatan yang lembut dan menggunakan produk yang tepat agar kotoran yang mengeras dapat melunak dan mudah diangkat tanpa rasa sakit. Nah, mau tahu apa saja pilihan produk yang aman dan ampuh untuk membantu membersihkan kotoran udel? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Produk Pembersih Kotoran Udel

Membersihkan kotoran di area pusar membutuhkan kelembutan ekstra. Tidak disarankan menggunakan alat yang tajam. Sebaliknya, gunakan produk-produk yang dirancang khusus untuk perawatan kulit yang aman. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan:

1. Selection Cotton Bud 100 Pcs Refill

Kapas lidi atau cotton bud adalah alat yang paling direkomendasikan secara medis untuk membersihkan lekukan pusar. Selection Cotton Bud terbuat dari 100% kapas murni yang lembut dan tidak mudah terurai, serta memiliki tangkai plastik yang kokoh. Cara kerjanya adalah dengan mengangkat kotoran yang sudah melunak dari dinding pusar secara presisi tanpa menggores kulit.

Manfaat utama dari produk ini adalah menjangkau sela-sela lipatan pusar yang tidak bisa dijangkau oleh handuk atau jari tangan. Produk ini sangat ideal untuk digunakan oleh orang dewasa, anak-anak, maupun bayi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan secukupnya 1-2 batang saat membersihkan pusar setelah mandi.
  • Jangan menekan ujung cotton bud terlalu dalam ke dasar pusar untuk menghindari iritasi atau rasa nyeri.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Selection Cotton Bud 100 Pcs Refill di Toko Kesehatan Halodoc

2. Johnson’s Baby Oil 125 ml

Kotoran udel yang sudah lama tidak dibersihkan biasanya akan mengeras karena percampuran sebum dan keratin. Menariknya secara paksa bisa membuat kulit lecet. Johnson’s Baby Oil mengandung mineral oil murni yang bekerja efektif melunakkan kotoran udel yang keras dan membandel, sehingga mudah diangkat.

Manfaat produk ini tidak hanya melunakkan kotoran (keratolitik ringan secara mekanis), tetapi juga menjaga kelembapan kulit area pusar agar tidak kering dan mengelupas. Formulanya yang hypoallergenic sangat aman untuk kulit yang paling sensitif sekalipun.

Dosis dan aturan pakai:

  • Teteskan 2-3 tetes baby oil ke dalam pusar atau pada ujung cotton bud.
  • Diamkan selama 10-15 menit sebelum pusar dibersihkan agar kotoran benar-benar melunak.
  • Gunakan secara rutin 1-2 kali seminggu untuk perawatan kebersihan pusar.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Johnson’s Baby Oil 125 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. Rivanol 100 ml Seino

Terkadang, karena garukan atau gesekan pakaian, area pusar bisa mengalami lecet, kemerahan, atau iritasi ringan. Dalam kondisi ini, membersihkan dengan sabun mandi biasa bisa terasa perih. Rivanol mengandung Ethacridine lactate 0.1%, yang bekerja sebagai zat antiseptik dan bakteriostatik untuk mencegah perkembangbiakan bakteri pada luka terbuka ringan.

Manfaat Rivanol adalah membersihkan area luka lecet di pusar sekaligus mengompres area yang kemerahan tanpa menimbulkan rasa perih yang menyengat, berbeda dengan alkohol.

Dosis dan aturan pakai:

  • Basahi kapas atau kasa steril dengan cairan Rivanol secukupnya.
  • Usapkan dengan lembut pada area pusar yang lecet atau kemerahan 2-3 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rivanol 100 ml Seino di Toko Kesehatan Halodoc

4. Betadine Antiseptic Solution 5 ml

Jika iritasi pada pusar disertai dengan luka gores akibat kuku saat mengorek kotoran udel, penting untuk segera memberikan pertolongan pertama guna mencegah infeksi bakteri (omfalitis). Betadine Antiseptic Solution mengandung Povidone Iodine 10%, yang efektif membunuh bakteri, virus, dan jamur penyebab infeksi kulit secara cepat.

Manfaat Betadine adalah mencegah infeksi pada pusar yang lecet dan mempercepat proses pengeringan luka. Obat ini sangat penting untuk mencegah komplikasi infeksi kulit yang lebih serius di area perut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan area pusar terlebih dahulu.
  • Oleskan 1-2 tetes Betadine pada area pusar yang luka menggunakan cotton bud, 1-2 kali sehari hingga luka kering.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Antiseptic Solution 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Penumpukan Kotoran Udel
  1. Selalu keringkan bagian pusar dengan handuk yang bersih setelah mandi untuk mencegah kelembapan berlebih.
  2. Hindari kebiasaan mengorek pusar saat tangan dalam keadaan kotor.
  3. Bagi pemilik pusar berjenis innie yang dalam, bersihkan secara rutin minimal satu minggu sekali menggunakan minyak mineral dan cotton bud.

Bahaya Mengabaikan Kebersihan Pusar

1. Omphalolith (Batu Pusar)

Jika kotoran udel yang terdiri dari sebum dan keratin dibiarkan menumpuk selama bertahun-tahun, kotoran ini dapat mengeras dan mengkristal menjadi sebuah massa hitam yang padat, mirip dengan batu. Kondisi medis ini disebut sebagai omphalolith atau navel stone. Batu pusar ini seringkali tidak menimbulkan gejala pada awalnya, namun seiring membesarnya ukuran, ia dapat meregangkan kulit pusar, menyebabkan rasa sakit yang tajam, peradangan, dan infeksi sekunder. Jika sudah terbentuk batu, biasanya dokter perlu melakukan tindakan ekstraksi atau pencabutan.

2. Infeksi Jamur (Candidiasis)

Pusar adalah area yang rentan terhadap penumpukan keringat, menjadikannya lingkungan yang gelap dan lembap. Kondisi ini sangat ideal bagi pertumbuhan ragi Candida albicans. Infeksi jamur pada pusar akan menyebabkan kulit di dalam dan di sekitar pusar menjadi merah terang, terasa sangat gatal, dan terkadang mengeluarkan cairan kental berwarna putih disertai bau asam yang mengganggu.

3. Infeksi Bakteri (Omfalitis)

Goresan kecil akibat garukan bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus. Infeksi bakteri di area ini disebut omfalitis. Gejalanya meliputi pembengkakan, kemerahan yang menyebar di sekitar pusar, rasa hangat bila disentuh, nyeri berdenyut, dan keluarnya nanah (cairan kekuningan atau kehijauan) yang berbau busuk. Pada kasus yang parah, infeksi ini bisa menyebar ke jaringan dalam perut.

Cara Tepat dan Aman Membersihkan Udel

1. Langkah Pembersihan Rutin Harian

Saat kamu mandi, luangkan waktu sejenak untuk membersihkan pusar. Gunakan ujung jari dan sabun mandi yang berbahan lembut (mild soap) untuk mengusap bagian dalam pusar. Bilas hingga tidak ada sisa busa sabun yang tertinggal, lalu pastikan untuk mengeringkannya dengan handuk dengan cara ditepuk-tepuk ringan secara menyeluruh setelah mandi. Sisa sabun atau air yang menggenang adalah salah satu penyebab utama pusar berbau.

2. Pembersihan Mendalam (Deep Cleaning) Mingguan

Untuk kotoran yang sudah terlanjur mengeras, jangan langsung dikorek. Teteskan baby oil ke dalam pusar dan biarkan selama 10 hingga 15 menit. Minyak akan meresap dan melunakkan lapisan kotoran yang keras. Setelah itu, gunakan cotton bud bersih untuk mengusap bagian dalam pusar secara perlahan dengan gerakan melingkar. Ganti cotton bud jika sudah kotor. Setelah kotoran terangkat, bersihkan sisa minyak menggunakan sabun dan air saat mandi, lalu keringkan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kotoran pusar bisa dibersihkan sendiri di rumah, kamu harus waspada jika menemukan tanda-tanda komplikasi. Jika kotoran sudah mengeras menjadi batu (omphalolith) dan tidak bisa dikeluarkan dengan pijatan lembut cotton bud, jangan pernah memaksanya dengan pinset atau benda tajam lainnya di rumah. Selain itu, segera temui dokter jika pusar mengeluarkan darah, nanah, berbau busuk yang tidak hilang setelah dibersihkan, atau jika kemerahan menyebar disertai demam. Penanganan medis mungkin melibatkan pemberian antibiotik atau antijamur, serta pembersihan (debridement) secara klinis.

Studi Mengenai Kebersihan Pusar

PLOS ONE menerbitkan studi berjudul “A Jungle in There: Bacteria in Belly Buttons are Highly Diverse” oleh Dunn et al. pada tahun 2012 yang mengungkapkan betapa kompleksnya ekosistem mikrobioma pada pusar manusia. Dalam studi “Belly Button Biodiversity” tersebut, para ilmuwan menemukan lebih dari 2.368 jenis filotipe bakteri yang hidup di dalam pusar partisipan penelitian, di mana sebagian besar spesiesnya bahkan belum pernah diklasifikasikan sebelumnya oleh sains.

Studi ini menyoroti bahwa pusar yang jarang tersentuh sabun dan tersembunyi merupakan tempat berkembang biaknya mikrobioma yang unik. Meskipun sebagian besar bakteri ini tidak berbahaya dan merupakan flora normal kulit, penumpukan sel kulit mati dan kurangnya ventilasi udara dapat memicu bakteri patogen oportunistik untuk berkembang biak secara berlebihan, yang pada akhirnya memicu bau tak sedap dan infeksi jika kebersihan tidak dijaga.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu memerlukan persediaan alat kebersihan, vitamin, atau obat-obatan dasar untuk perawatan di rumah, kamu bisa langsung beli obat online di Halodoc. Pesanan produk kesehatan kamu akan dikemas dengan aman dan diantar langsung ke depan pintu rumah tanpa perlu repot keluar.

Namun, jika kondisi pusar kamu menunjukkan gejala kemerahan yang nyeri, bengkak, atau mengeluarkan cairan yang tidak normal, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter spesialis Halodoc. Penanganan yang cepat dan akurat sangat penting untuk mencegah komplikasi infeksi kulit yang lebih parah.

Referensi:
PLOS ONE. Diakses pada 2024. A Jungle in There: Bacteria in Belly Buttons are Highly Diverse, but Predictable.
Healthline. Diakses pada 2024. How to Clean Your Belly Button.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What to know about belly button discharge.
WebMD. Diakses pada 2024. Why Does My Belly Button Smell?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Navel Stones (Omphaloliths): Causes, Symptoms & Removal.

FAQ

1. Apakah aman membersihkan kotoran udel dengan alkohol?

Alkohol (seperti alkohol 70%) sebaiknya dihindari untuk pembersihan rutin karena dapat menghilangkan kelembapan alami kulit, membuat kulit pusar menjadi sangat kering, bersisik, dan rentan terhadap iritasi. Lebih baik gunakan minyak mineral atau air sabun yang lembut.

2. Mengapa pusar saya berbau busuk meskipun sudah mandi?

Bau pada pusar biasanya disebabkan oleh kombinasi bakteri dan jamur yang memecah sel kulit mati, keringat, dan sebum yang terperangkap di dalam lipatan pusar. Jika pusar tidak dikeringkan dengan benar setelah mandi, kelembapan tersebut akan memicu pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.

3. Apakah boleh menggunakan pinset untuk menarik kotoran udel yang keras?

Sangat tidak disarankan. Menggunakan pinset atau alat tajam lainnya berisiko tinggi melukai lapisan kulit pusar yang tipis. Luka kecil ini dapat dengan cepat berkembang menjadi infeksi bakteri yang menyakitkan. Gunakan metode pelunakan dengan baby oil.

4. Bagaimana cara menjaga kebersihan pusar pada bayi baru lahir?

Untuk bayi baru lahir yang tali pusarnya belum puput (lepas), panduan medis saat ini menyarankan perawatan kering. Cukup biarkan area tersebut tetap kering, bersihkan hanya dengan air bersih jika kotor, dan tepuk-tepuk hingga benar-benar kering. Hindari penggunaan alkohol, sabun keras, atau salep kecuali atas instruksi dokter anak.