• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bingung Antara Antigen dan Antibodi, Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bingung Antara Antigen dan Antibodi, Ini Penjelasannya

Bingung Antara Antigen dan Antibodi, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Oktober 2020
Bingung Antara Antigen dan Antibodi, Ini PenjelasannyaBingung Antara Antigen dan Antibodi, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Sejak masa pandemi, kita diperkenalkan dengan istilah-istilah medis yang mungkin asing dan tidak familiar sebelumnya. Momen ini memaksa setiap orang perlu memahami maksud dari istilah-istilah tertentu yang berkaitan tentang ilmu kesehatan. Salah satunya antigen dan antibodi. Apa perbedaannya?

Sistem imunitas tubuh dirangsang oleh zat antigen sehingga menghasilkan antibodi. Pada tubuh manusia, antigen bisa saja berbentuk bakteri, virus, atau bahan kimia tertentu. Antigen dianggap sebagai zat asing oleh sistem imunitas karena dapat mengancam kesehatan tubuh. 

Sementara itu, antibodi adalah zat kimia yang ada di aliran darah. Ia bekerja sebagai sistem imunitas tubuh. Fungsi antibodi dalam tubuh penting, yaitu sebagai tembok pertahanan terhadap antigen, seperti bakteri, virus, maupun zat beracun yang menyebabkan penyakit.

Perbedaan Antigen dan Antibodi

Saat antigen masuk ke tubuh, sistem kekebalan menghasilkan sebuah zat yang akan menghancurkan antigen tersebut. Zat yang dihasilkan sistem imun ini disebut sebagai antibodi. Perlu diketahui, antigen bisa masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, kotoran, debu, atau polusi. 

Antibodi adalah bagian dari sistem kekebalan yang bekerja untuk melindungi tubuh dari bahaya virus, bakteri, kuman zat-zat yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Sistem imunitas tubuh akan menghasilkan antibodi sesuai dengan banyaknya antigen.

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

Bentuk antibodi menyerupai bentuk antigen yang akan dilawan. Tujuan antibodi menyerupai bentuk yaitu supaya antibodi bisa menempel pada antigen kemudian melawannya. Dengan begitu, antigen dalam tubuh tidak akan berkembang dan gagal menyebabkan infeksi.

Antigen juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan penyakit yang berkaitan dengan alergi, seperti asma dan eksim. Namun, kondisi ini hanya terjadi pada kasus tertentu. 

Jenis-jenis Antigen

Antigen dibedakan berdasarkan respon imun menjadi dua tipe, yaitu:

  • Antigen Lengkap atau Imunogen

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa antigen memiliki kemampuan induksi respon imun (imunogen) atau disebut juga complete antigen. Ini adalah jenis yang mampu merespon imun sendiri tanpa memerlukan molekul pembawa. Antigen jenis ini umumnya berupa protein dan polisakarida. 

  • Antigen Tidak Lengkap

Jenis antigen ini tidak menginduksi respon imun secara langsung. Ia membutuhkan molekul pembawa agar bisa menjadikan antigen lengkap. Molekul pembawa adalah komponen non-antigenik yang mampu merangsang respon imun. Antigen ini biasanya mempunyai molekul yang beratnya lebih rendah dibanding imunogen. 

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

Jenis-Jenis Antibodi

Ada beberapa jenis antibodi yang masing-masingnya mempunyai fungsi yang berbeda. Antibodi juga dikenal sebagai immunoglobulin.

  • Immunoglobulin A (IgA)

Ini adalah jenis antibodi yang paling sering ditemukan dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi. Antibodi IgA kebanyakan ditemukan pada lapisan mukosa (selaput lendir) tubuh, terutama yang melapisi saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Selain itu, antibodi ini banyak juga ditemukan di cairan tubuh, misalnya air liur, dahak, air mata, cairan vagina, dan ASI. Pemeriksaan sistem imunitas biasanya melibatkan pemeriksaan antibodi IgA.

  • Immunoglobulin E (IgE)

Jenis antibodi ini umum ditemukan dalam aliran darah meskipun jumlahnya sedikit. Hanya saja jumlah antibodi IgE dapat bertambah seiring reaksi peradangan akibat alergi pada tubuh. Untuk mendeteksi adanya alergi akibat parasit biasanya dilakukan pemeriksaan antibodi IgE. 

  • Immunoglobulin G (IgG)

Ini adalah jenis antibodi yang paling banyak ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Saat antigen seperti kuman, virus, atau zat kimia tertentu masuk ke tubuh, sel-sel darah putih akan mengenali antigen dan segera membentuk antibodi IgE untuk melawan. 

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

  • Immunoglobulin M (IgM)

Antibodi IgM akan terbentuk dalam tubuh ketika pertama kali kamu terinfeksi bakteri atau virus. Ini adalah bentuk pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi.

Jumlah IgM meningkat dalam waktu singkat ketika infeksi terjadi, perlahan akan turun dan tergantikan oleh antibodi IgG. Pemeriksaan IgG biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah ada infeksi atau penyakit autoimun pada seseorang. 

Itulah perbedaan antigen dan antibodi yang perlu kamu ketahui. Jika kamu ingin mengetahui kesehatan tubuh yang berkaitan dengan antigen ataupun antibodi, maka bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc adalah langkah yang tepat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Technology Network. Diakses pada 2020. Antigen vs Antibody – What Are the Differences?
Very Well Health. Diakses pada 2020. What Are the 5 Types of Antibodies?
NIH. Diakses pada 2020. Prostate-Specific Antigen (PSA) Test.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dengue Virus NS1 Antigen, Serum.